13.11.12

Kangen.....

Hai, apa kabar? Pasti baik-baikkan. Sudah lama sekali tidak menyapamu 'my sweet blog'. Katanya sih karena terlalu sibuk, tapi kalau ditanya sibuk apa, aku nggka bisa kasi jawaban. Ya itu dia, karena aku sendiri juga tidak tahu aku sibuk apa. Tapi yang pasti sudah sekian lama kau tak ku sapa. Hari ini entah mengapa aku ingin sekali menyapamu. Cuma mau kasi kabar bahwa aku juga baik-baik saja. Sekarang aku sudah kembali ke tanah air tercinta ku, Indonesia, di kota Medan tepatnya kini aku menetap bersama keluargaku. Sekarang aku sudah bekerja sebagai seorang....(bingung bilangnya, guru atau dosen atau pendidik atau pengajar ya). Tapi yang pasti hampir setiap hari aku berdiri didepan sebuah kelas yang berisi mahasiswa. (Nanti aku ceritakan kenapa aku bingung, sabar ya..). Itulah kegiatanku kini sehari-hari. Kegiatan ini adalah dunia baru untuk ku, dan sudah kulalui sekitar 4 tahun terakhir ini. Terhitung sejak aku kembali dari negeri seberang itu. Aku sangat menyenangi dunia ku ini karena dunia ini selalu menawarkan kejutan-kejutan 'indah' setiap harinya. Oh ya, waktuku sudah mulai habis. Aku harus kembali berdiri didepan kelas. Lain waktu akan kusambung lagi cerita ini... So, see you!!!

Selengkapnya...

9.7.11

Mulai Lagi


Cita-cita ingin punya koneksi internet di rumah akhirnya tercapai 2 hari lalu. Beberapa saat belakangan ini aku jarang sekali bisa pergi ke 'warnet' meski hanya untuk sekedar ngecek e-mail. Alasannya mungkin sederhana, 'NO TIME'. What a reason!!! Hal ini menyebabkan aku tidak lagi melakukan salah satu kesukaan ku yang lama, 'ngeblog. Tapi setelah aku bisa 'online' tanpa harus keluar rumah, aku berharap bisa melakukan hal itu lagi. Dan hari inilah aku ingin mulai lagi.

Iseng-iseng buka blog teman-teman seperjuangan dulu ketika masih di India, terutama teman-teman yang berangkat bersamaan dengan ku dari Medan. Kelihatannya kebanyakan blog-blog mereka sama 'terlantarnya' dengan blog aku. Bayangkan saja, sejak 2007 hampir tidak ada 'posting'an baru yang ter-entry di blog mereka. Sibuk dengan kegiatan baru atau hal lain mungkin adalah alasannya.

Kalau teringat masa ketika masih di India dulu, kami begitu sering mencorat-coret blog masing-masing. Bagi ku ini adalah salah satu cara untuk membunuh rasa kangen ku kepada keluargaku. Tapi setelah aku kembali ke keluarga, aku seakan melupakannya. Entah karena aku kini sudah berada di dekat mereka kembali.

Kini aku ingin memulai lagi. Kalau dulu aku sering berbagi tentang kisahku selama di rantau orang, kini aku akan coba curahkan rasa ku setelah aku kembali dari rantau. coretan ini akan dapat ku baca kembali sehingga aku akan tetap bisa merasakan setiap emosi yang mengiringi ku dalam mengkisahkannya.

Have a nice weekend, and see you!!!



Selengkapnya...

15.6.07

Puisi: Tak Ingin Berubah Nyata

Tak Ingin Berubah Nyata
Oleh: Rini Ekayati

Tiada terasa....
Mimpi yang sudah sekian lama ada
Dalam waktu hitungan tahun masa
Tiba-tiba berubah nyata

Namun.....
Hanya dalam hitungan hari saja
Kini t'lah hilang tak tersisa
Hingga sakit pun yang ada

Mengapa harus berubah nyata
Kalau hanya kan sirna
Baik juga seperti dulu adanya
Mencinta di hati saja

Kini..seakan tak ingin berubah nyata
Tetes airmata berubah merah
Bercak indah itupun tumpah
Tumpah, tumpah dan tak tersisa

Perih jelaslah terasa
Namun mungkin kan basuh luka
Mimpi indah berubah darah
Tapi cinta di hati kan selalu ada

Selamat tinggal kekasih hati
Maafkan salah dan dosa diri
Ku akan pergi tak tuk kembali
Membawa semua terkubur ku kini....

Selengkapnya...

1.6.07

Summer Holiday

Akhrinya selesai juga. Semua urusan kuliah dan kuliah ini. Aku sudah di buat kelimpungan selama tiga bulan belakangan ini. Hari-hari yang menjelang terasa berat aku lalui. Tahun kedua ku disini bisa dikatakan sebagai tahun "penyiksaan". Kenapa begitu? Ya, karena selama tahun kedua ini aku harus menyelesaikan dua tesis sekaligus, belum lagi tugas harian, mingguan, dan bulanan yang diberikan oleh dosen-dosen tercinta, dan tes-tes dikelas, semua membuat aku susah sekali untuk bernapas normal.Yang ada juga selalu mendesah pasrah dan menjalani semua dengan sekuat tenaga yang tersisa.

Namun kini semua itu sudah berlalu. Aku sedang menikmati liburan summer ini yang sebenarnya setelah kemarin tesis keduaku aku submit ke doses pembimbing. Semoga saja diterima dan dapat hasil yg baik. Hari ini aku bisa cukup tidur setelah dua minggu sebelumya kurang tidur. Setiap hari harus tidur diatas jam 5 subuh, atau tepatnya setelah sholat subuh. Ya...karena aku harus kejar setoran untuk tesis kedua itu. Kemarin malam aku tidur pukul 9 malam dan bangun pukul 5.30 tuk salat subuh. Karena nggak ada yg mau dikerjakan, setelah membaca beberapa halaman buku karangan Azumardi Azra, aku memutuskan untuk tidur lagi, dan bangun pukul 3 sore, mandi dan langsung aja nongkrong di depan laptop dan ngeblog lagi deh....

Udah lamaaaaaaa sekali aku nggak "menyentuh" segala urusan ngeblog. Tapi nggak punya ide mau nulis apa, jadi ya segini dulu ya. Mau cari ide dulu. Sampai ketemu besok.



Selengkapnya...

23.4.07

Satu Dalam Keragaman

Sebagai salah satu anggota kelompok dari sebuah komunitas masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya, bahasa, suku, dan agama yang ada di negeri ku tercinta Indonesia, aku merasa sangat beruntung sekali. Mengapa begitu? Karena dalam keberagaman ini ada begitu banyak nilai dan norma kehidupan yang bisa aku ambil dan ku pelajari. Semua nilai yang bisa ku pelajari dalam lingkungan masyarakat yang beragam ini membuat ku merasa bahwa sebenarnya tak selamanya perbedaan itu menjadi jembatan pemisah antara kita dan orang-orang disekitar kita yang kebetulan berbeda, apakah berbeda agama, suku, warna kulit, dan lain sebagainya.

Sebenarnya kalau saja kita mau lebih memahami dan terbuka, perbedaan-perbedaan inilah yang telah membuat kita semua bersatu karena kalau tidak, negara kita tidak akan memilih slogan nasional Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu (Diversity in Unity). Dengan berbeda, bukan berarti kita harus terpisah. Perbedaan yang sama-sama kita miliki ini adalah bahan dasar untuk membuat sebuah rantai jalinan yang kuat yang dapat mengikat kita semua dalam satu bandulan besar sebuah negara. Mengambil perumpamaan sebuah negara mungkin akan terlalu kompleks. Maka aku akan mengambil contoh satu dalam keragaman ini dalam sebuah keluarga saja. Karena semua kita ini adalah bagian atau anggota dari sebuah kelauraga, bukan?

Dalam keluarga ku, selain ibu dan ayah, aku hanya memiliki seorang adik lelaki yang saat ini sudah tak bersekolah lagi karena dia memilih untuk bekerja saja, dan sekarang dia sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota kelahiran kami, Medan. Ayah ku seorang karyawan atau buruh di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri ban kendaraan seperti mobil, truk, motor, dan sepeda. Tempat kerjanya tak jauh dari rumah tinggal kami, hanya perlu waktu 15 menit dari rumah dengan mengendarai angkutan umum. Ibu ku hanya seorang ibu rumahtangga biasa saja. Namun akrif dalam kegiatan PKK di Desa kami, dan saat ini sedang dipercaya menjadi ketua Tim Penggerak PPK untuk tingkat desa. Karena kegiatn ini, terkadang ibu ku jarang ada dirumah kalau sedang banyak kegiatan di desa kami. Saat aku dan adik ku masih duduk di bangku sekolah dasar, ibuku malah sering ikut dalam penataran PKK yang diadakan oleh PKK Desa atau Kecamatan di tempat kami tinggal. Kami sering dititipkan ke Ibunya ibu ku atau nenek kami. Itulah gambaran singkat tentang keluarga ku. Jadi, dalam satu keluarga kecil ku ada empat anggota keluarga.

Di antara kami berempat, tidak ada satupun diantara kami yang sama. Baik dari segi karakter atau warna kulit. Sama dalam arti persisi 100%. Adik ke berkulit putih seperti ibu, tapi tak seputih ibu. Sedangkan aku berkulit hitam, lebih hitam dari ayah. Aku dan adik ku adalah perpaduan ibu dan ayah. Sifat ku lebih banyak seperti ayah, sedikti keras kepala. Sedangkan adik ku tidak memiliki sifat siapapun. Dia punya sifatnya sendiri yang tak mirip ke ibu atau ayah. Kalau kami sedang berkumpul dan bicara bersama, hal ini sering kami lakukan saat malam libur sekolah seperti malam minggu, akulah yang selalu menjadi bahan pembicaraan kami. Bahkan akulah yang sering menjadi bahan 'ledekan' sekali-kali, karena kulit ku yang hitam. Adik ku suka bilang aku bukan anak atah dan ibu karena ibu putih dan ayah tak sehitam aku.

Waktu masih kanak-kanak, saat adik ku bercanda seperti ini, aku sering merasa sedih dan suka bertanya pada ibu apakah benar aku bukan anak ayah dan ibu. Apalagi pernah suatu kali dalam sebuah acara pesta perkawinan saudara dari ibu, aku di suruh keluar ruangan acara sama yang punya hajat karena mengira aku bukan anggota keluarga. Waktu itu pengantinnya mau akad nikah, jadi yang tak berkepentingan diminta keluar. Karena ibu anggota keluarga maka kami masuk ke dalam rumah, tidak duduk diluar. Dan karena aku berkulit hitam sehingga tak seperti ibu, aku disuruh keluar karena takut mengganggu. Aku sempat nangis karena takut. Waktu ibu bilang ke yang punya hajat kalau aku anak ibu, yang punya hajat heran, "Anak mu kok ireng?". Aku tanya ibu ireng itu apa, ibu jawab ireng itu manis. Ah, ibu memang baik, tak ingin membuat ku lebih sedih. Setelah satu minggu kemudian aku baru tahu kalau ireng itu bahasa jawab untuk kata hitam . Aku sedikti protes ke ibu kenapa waktu itu bohong ke aku, trus dia bilang: "Hitam-hitam kan, hitam manis, iya kan?" Sambil mencium keningku. Ahh....ibu aku jadi sedih ni. (Mana lagi kangen ni ama ibu). Dan ibu suka marah kalau aku tanya apa benar aku bukan anak ayah dan ibu setelah diledek adikku, dan dia selalu menjawab: "Jangan perdulikan ucapan adik mu, dia hanya menggoda saja."

Ya itulah keluarga ku. Kami semua berbeda, dan aku yakin hal ini juga terjadi di keluarga-keluarga lain. Tapi mungkin berbeda kasus dan permasalahannya saja. Namun bukan tidak mungkin ada juga salah seorang anak dalam anggota keluarga tersebuat nyang bernasib seperti aku. Dulu aku suka merasa dikucilkan dan rendah diri karena warna kulit ku ini. Yah, namanya juga kanak-kanak, suka punya rasa sensitif yang berlebihan. Setelah beranjak lebih dewasa dari segi umur, aku mulai belajar dan mengerti bahwa warna kulit bukan alasan buatku untuk menjadi kecil hati dan rendah diri. Rendah diri boleh, tapi bukan berarti nggak percaya dirikan? Aku mulai belajar untuk mencari sesuatu yang bisa aku banggakan ke orang tuaku dan orang-orang disekitar ku, sehingga mereka tak lagi melihat kekurangan ku dari warna kulit, tapi meilihat kelebihan ku yang lain. Akhirnya, semua masa-masa itupun terlewati.

Namun, apapun perbedaan yang ada dalam lekuarga ku, kami tetap satu dalam ikatan darah. Setiap perbedaan yang kami miliki adalah komponen penguat keluarga kami. Perbedaan kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kami masing-masing telah membuat kami saling menutupi ruang-ruang atau sela-sela kosong yang mungkin ada di antara bandul keluarga ku. Sifat ayah yang terkadang suka 'keras', terimbangi dengan sikap ibu yang lebih lembut dan lunak. Ledekan dari adik ku terhadapa warna kulit ku membuat ku menjadi lebih berusaha untuk mencari kelebihan ku yang lain yang bisa menutupi hal itu. Begitulah semuanya terjalin menjadi satu dalam ikatan kuat yang disebut keluarga. Kini saat kami telah sama-sama dewasa dari segi usia, tak ada lagi perbedaab-perbedaan seperti itu yang kami rasakan, walaupun pada hakekatnya perbedaan itu tetap akan ada selamanya. Namun, semua itu telah bersatu dalam satu keseragaman yang membangun keluargaku. Begitulah keluarga yang aku punya, kami bersatu dalam keragaman, dan aku yakin semua kita berada dalam keadaan yang sama.

Jadi, tak selamanya keragaman itu menjadi pemisah antar kita dengan yang lainnya. Malah sebaliknya, keragaman itu selayaknya bisa membuat kita bersatu untuk saling melengkapi dalam keragaman yang ada.

Ini hanya sebuah cerita dari seorang anak manusia yang sedang belajar dari hidup yang sedang dia jalani. Siapapun kita, pasti akan memiliki pandangan yang berbeda dalam menyingkapai sebuah masalah, meskipun masalahnya mungkin sama. Namun, alangkah indahnya kalau keragaman cara pandang ini membuat kita semua bersatu dalam niatan untuk mengatasi masalah tersebut.

Salam damai dan cinta,

Rini Ekayati.
======

Selengkapnya...

22.4.07

Cinta Terlarang

Saat aku menulis postingan ini, waktu menunjukkan tepat pukul 02.08 pagi dinihari waktu Delhi. Karena belum bisa memejamkan mata, akhirnya ku putuskan untuk menulis sesuatu, dan sekaligus up-date blog kesayangan ini. Kemarin sempat posting lagu lama yg gk tahu judul dan siapa penyanyinya, sekarang ini entah mengapa ingin nulis, bukan nulis sih sebenarnya, ingin cerita sedikit tentang urusan dunia yang namanya "cinta".

Setiap orang sudah pasti memiliki arti yang berbeda tentang arti cinta. Ada yang bilang cinta itu perasaan kagum yang berlebihan terhadapa suatu objek, yang lain mengatakan kalau cinta itu adalah perasaan ingin selalu bersama dengan seseorang yang juga punya perasaan serupa, ada lagi yang bilang kalau cinta itu adalah karunia dari Tuhan kepada seluruh umat-Nya agar saling berbagi kasih diatas dunia sehingga menimbulkan suasa kehidupan bersama yang damai. Namun apapun arti cinta, ia adalah perasaan tulus sebagai karunia dari Tuhan, yang timbul dari dalam diri seseorang dan yang biasanya timbul karena rasa kagum dan kekaguman terhadap seseorang, dan yang muncul tanpa dapat ditanah sehingga siapapun tak akan kuasa menahan atau menolaknya.

Karena alaminya cinta memang sudah begitu adanya, maka ia bisa menghinggapi hati siapa saja. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa bahagia kala orang yang sedang dicintai juga mencintainya. Laksana gayung bersambut, maka cinta mereka mungkin akan berlajut dan bertahan. Namun, kala perasaan cinta tak terbalas dengan perasaan serupa, maka rasa kecewa pasti kan muncul, menimbulkan kegundahan di hati sang pecinta.

Dan karena manusia sejatinya memiliki perasaan cinta, maka siapun orangnya akan bisa mencinta dan dicinta. Dan kalau benar begitu, maka tak ada kata larangan dalam cinta. Siapapun orangnya berhak untuk mencinta dan dicinta siapa saja. Toh, cinta adalah karunia untuk semua manusia. Namun, ada kala cinta itu hingga dan menempel di dahan yang salah, maka laksana parasit, cinta itupun berubah menjadi benalu kehidupan. Bilakah cinta dikatakan terlarang?

Nggak tahu ni jawabanya apa. Karena bingung mutusin mana cinta terlarang mana yg bukan. Ada yang bisa bantu? Silahkan beri pendapat masing-masing kalau merasa tertarik. Terima kasih ya, uda terasa ngantuk. Jadi, mau bobok dulu. See you next time. Bye-bye.

Salam cinta,

Rini Ekayati

===============

Selengkapnya...