Dear Manis: Delhi Di Puncak Winter
Sudah hampir 1 minggu aku sakit. Batuk dan demam sepanjang minggu seharusnya membuat aku tidak bisa keluar rumah, tapi aku tetap beranjak keluar dari kamarku yang lembab karena winter ini. Karena kalau dikamar terus, aku hanya bisa tidur atau membaca yang ujung-ujungnya ketiduran juga. Satu hal yang pasti selama winter ini adalah aku jarang mandi, 2 hari sekali uda cukup untuk membersihkan badan, apalagi di kamar tidak tersedia pemanas air, jadi 'lengkaplah' sudah.
Musim dingin kali ini terasa lebih dingin dari tahun sebelumnya. Tahun lalu aku masih tahan untuk mandi setiap hari, walaupun udaranya dingin. Tapi tahun ini, aku hanya bisa membasuh muka dan sikat gigi saja, itupun setelah berjuang lama melawan dingin. Berita terakhir yang ku baca melalui surat kabar, suhu di Delhi memang berkisar antar 5-7 derajat. Dingin kan?
Aku sama sekali enggak suka musim dingin karena aku selalu mengalami masalah selama musim dingin. Seperti batuk, demam setiap hari, bahkan sampai mimisan seperti anak kecil (itu kata ibu2 KBRI). Dan aku tidak pernah berkeringat. Hal ini membuat aku merasa tidak sehat. Padahal aku sudah berusaha untuk berkeringat dengan berjalan sejauh 1-1,5 mil (waktu belanja ke pasar), tapi tetap aja tak berkeringat. Itulah sebabnya aku lebih suka summer than winter.
Teman2 suka menertawakan karena aku lebih suka summer. Mereka bilang untuk apa tinggal di luar negeri kalau masih suka summer, baikkan juga di Indonesia. Tapi selama summer aku enggak punya masalah, paling juga kalau lg mati lampu yang membuat aku harus menciptakan 'AC-alami' sampai tangan ini pegal dan kesemitan. Sisanya aku bisa santai.
Tapi ya mau bagaimana lagi. Nikamti sajalah winter yang dingin ini. Salam.
Musim dingin kali ini terasa lebih dingin dari tahun sebelumnya. Tahun lalu aku masih tahan untuk mandi setiap hari, walaupun udaranya dingin. Tapi tahun ini, aku hanya bisa membasuh muka dan sikat gigi saja, itupun setelah berjuang lama melawan dingin. Berita terakhir yang ku baca melalui surat kabar, suhu di Delhi memang berkisar antar 5-7 derajat. Dingin kan?
Aku sama sekali enggak suka musim dingin karena aku selalu mengalami masalah selama musim dingin. Seperti batuk, demam setiap hari, bahkan sampai mimisan seperti anak kecil (itu kata ibu2 KBRI). Dan aku tidak pernah berkeringat. Hal ini membuat aku merasa tidak sehat. Padahal aku sudah berusaha untuk berkeringat dengan berjalan sejauh 1-1,5 mil (waktu belanja ke pasar), tapi tetap aja tak berkeringat. Itulah sebabnya aku lebih suka summer than winter.
Teman2 suka menertawakan karena aku lebih suka summer. Mereka bilang untuk apa tinggal di luar negeri kalau masih suka summer, baikkan juga di Indonesia. Tapi selama summer aku enggak punya masalah, paling juga kalau lg mati lampu yang membuat aku harus menciptakan 'AC-alami' sampai tangan ini pegal dan kesemitan. Sisanya aku bisa santai.
Tapi ya mau bagaimana lagi. Nikamti sajalah winter yang dingin ini. Salam.























0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
Links to this post:
Create a Link
<< Home