<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169</id><updated>2011-12-15T10:10:16.171+07:00</updated><category term='Lagu'/><category term='Jennie S.Bev'/><title type='text'>Curahan Hati</title><subtitle type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://rini-ekayati.blogspot.com"&gt;
&lt;img src="http://riniekayati.googlepages.com/BANNER.gif" border="0" alt="Curhat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br&gt;
Curahan hati saya tentang hidup yang sedang saya jalani dan ingin saya bagi kepada keluarga, teman, sahabat, dan kepada kamu semua yang ingin membagi ceritamu juga padaku. Semuanya tersaji dalam bentuk puisi, refleksi, cerpen, memori, dan opini. Simpel dan mudah dipahami adalah cara yang aku pilih untuk mengekspresikan apa yang ada dalam hati.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-1629745974881146361</id><published>2011-07-09T19:54:00.006+07:00</published><updated>2011-07-10T12:48:01.914+07:00</updated><title type='text'>Mulai Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-xK8zeULwboY/Thk7-srP4_I/AAAAAAAAAMQ/xLQlAU_5nbM/s1600/DU%2B032.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xK8zeULwboY/Thk7-srP4_I/AAAAAAAAAMQ/xLQlAU_5nbM/s320/DU%2B032.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627595157706630130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita ingin punya koneksi internet di rumah akhirnya tercapai 2 hari lalu. Beberapa saat belakangan ini aku jarang sekali bisa pergi ke 'warnet' meski hanya untuk sekedar ngecek e-mail. Alasannya mungkin sederhana, 'NO TIME'. What a reason!!! Hal ini menyebabkan aku tidak lagi melakukan salah satu kesukaan ku yang lama, 'ngeblog. Tapi setelah aku bisa 'online' tanpa harus keluar rumah, aku berharap bisa melakukan hal itu lagi. Dan hari inilah aku ingin mulai lagi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng buka blog teman-teman seperjuangan dulu ketika masih di India, terutama teman-teman yang berangkat bersamaan dengan ku dari Medan. Kelihatannya kebanyakan blog-blog mereka sama 'terlantarnya' dengan blog aku. Bayangkan saja, sejak 2007 hampir tidak ada 'posting'an baru yang ter-entry di blog mereka. Sibuk dengan kegiatan baru atau hal lain mungkin adalah alasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau teringat masa ketika masih di India dulu, kami begitu sering mencorat-coret blog masing-masing. Bagi ku ini adalah salah satu cara untuk membunuh rasa kangen  ku kepada keluargaku. Tapi setelah aku kembali ke keluarga, aku seakan melupakannya. Entah karena aku kini sudah berada di dekat mereka kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku ingin memulai lagi. Kalau dulu aku sering berbagi tentang kisahku selama di rantau orang, kini aku akan coba curahkan rasa ku setelah aku kembali dari rantau.  coretan ini akan dapat ku baca kembali sehingga aku akan tetap bisa merasakan setiap emosi yang mengiringi ku dalam mengkisahkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a nice weekend, and see you!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-1629745974881146361?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/1629745974881146361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=1629745974881146361&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/1629745974881146361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/1629745974881146361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2011/07/mulai-lagi.html' title='Mulai Lagi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xK8zeULwboY/Thk7-srP4_I/AAAAAAAAAMQ/xLQlAU_5nbM/s72-c/DU%2B032.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-682516102297728021</id><published>2007-06-15T02:44:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:16.650+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Tak Ingin Berubah Nyata</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RnGc4k1BhbI/AAAAAAAAAIY/REHYfmGeKBk/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076010750795941298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RnGc4k1BhbI/AAAAAAAAAIY/REHYfmGeKBk/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak Ingin Berubah Nyata&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada terasa....&lt;br /&gt;Mimpi yang sudah sekian lama ada&lt;br /&gt;Dalam waktu hitungan tahun masa&lt;br /&gt;Tiba-tiba berubah nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.....&lt;br /&gt;Hanya dalam hitungan hari saja&lt;br /&gt;Kini t'lah hilang tak tersisa&lt;br /&gt;Hingga sakit pun yang ada&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus berubah nyata&lt;br /&gt;Kalau hanya kan sirna&lt;br /&gt;Baik juga seperti dulu adanya&lt;br /&gt;Mencinta di hati saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini..seakan tak ingin berubah nyata&lt;br /&gt;Tetes airmata berubah merah&lt;br /&gt;Bercak indah itupun tumpah&lt;br /&gt;Tumpah, tumpah dan tak tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perih jelaslah terasa&lt;br /&gt;Namun mungkin kan basuh luka&lt;br /&gt;Mimpi indah berubah darah&lt;br /&gt;Tapi cinta di hati kan selalu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal kekasih hati&lt;br /&gt;Maafkan salah dan dosa diri&lt;br /&gt;Ku akan pergi tak tuk kembali&lt;br /&gt;Membawa semua terkubur ku kini....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-682516102297728021?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/682516102297728021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=682516102297728021&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/682516102297728021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/682516102297728021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/06/puisi-tak-ingin-berubah-nyata.html' title='Puisi: Tak Ingin Berubah Nyata'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RnGc4k1BhbI/AAAAAAAAAIY/REHYfmGeKBk/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-7575949446062981544</id><published>2007-06-01T19:32:00.000+07:00</published><updated>2007-06-01T20:08:43.325+07:00</updated><title type='text'>Summer Holiday</title><content type='html'>Akhrinya selesai juga. Semua urusan kuliah dan kuliah ini. Aku sudah di buat kelimpungan selama tiga bulan belakangan ini. Hari-hari yang menjelang terasa berat aku lalui. Tahun kedua ku disini bisa dikatakan sebagai tahun "penyiksaan". Kenapa begitu? Ya, karena selama tahun kedua ini aku harus menyelesaikan dua tesis sekaligus, belum lagi tugas harian, mingguan, dan bulanan yang diberikan oleh dosen-dosen tercinta, dan tes-tes dikelas, semua membuat aku susah sekali untuk bernapas normal.Yang ada juga selalu mendesah pasrah dan menjalani semua dengan sekuat tenaga yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun kini semua itu sudah berlalu. Aku sedang menikmati liburan &lt;em&gt;summer&lt;/em&gt; ini yang sebenarnya setelah kemarin tesis keduaku aku &lt;em&gt;submit&lt;/em&gt; ke doses pembimbing. Semoga saja diterima dan dapat hasil yg baik. Hari ini aku bisa cukup tidur setelah dua minggu sebelumya kurang tidur. Setiap hari harus tidur diatas jam 5 subuh, atau tepatnya setelah sholat subuh. Ya...karena aku harus kejar setoran untuk tesis kedua itu. Kemarin malam aku tidur pukul 9 malam dan bangun pukul 5.30 tuk salat subuh. Karena nggak ada yg mau dikerjakan, setelah membaca beberapa halaman buku karangan Azumardi Azra, aku memutuskan untuk tidur lagi, dan bangun pukul 3 sore, mandi dan langsung aja nongkrong di depan laptop dan ngeblog lagi deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lamaaaaaaa sekali aku nggak "menyentuh" segala urusan ngeblog. Tapi nggak punya ide mau nulis apa, jadi ya segini dulu ya. Mau cari ide dulu. Sampai ketemu besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-7575949446062981544?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/7575949446062981544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=7575949446062981544&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/7575949446062981544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/7575949446062981544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/06/summer-holiday.html' title='Summer Holiday'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-5684924739046027996</id><published>2007-04-23T01:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:16.839+07:00</updated><title type='text'>Satu Dalam Keragaman</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/Riuy7N7ilwI/AAAAAAAAAHs/dLARzbOt2WQ/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056331737074931458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/Riuy7N7ilwI/AAAAAAAAAHs/dLARzbOt2WQ/s320/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai salah satu anggota kelompok dari sebuah komunitas masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya, bahasa, suku, dan agama yang ada di negeri ku tercinta Indonesia, aku merasa sangat beruntung sekali. Mengapa begitu? Karena dalam keberagaman ini ada begitu banyak nilai dan norma kehidupan yang bisa aku ambil dan ku pelajari. Semua nilai yang bisa ku pelajari dalam lingkungan masyarakat yang beragam ini membuat ku merasa bahwa sebenarnya tak selamanya perbedaan itu menjadi jembatan pemisah antara kita dan orang-orang disekitar kita yang kebetulan berbeda, apakah berbeda agama, suku, warna kulit, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau saja kita mau lebih memahami dan terbuka, perbedaan-perbedaan inilah yang telah membuat kita semua bersatu karena kalau tidak, negara kita tidak akan memilih slogan nasional Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu (Diversity in Unity). Dengan berbeda, bukan berarti kita harus terpisah. Perbedaan yang sama-sama kita miliki ini adalah bahan dasar untuk membuat sebuah rantai jalinan yang kuat yang dapat mengikat kita semua dalam satu bandulan besar sebuah negara. Mengambil perumpamaan sebuah negara mungkin akan terlalu kompleks. Maka aku akan mengambil contoh satu dalam keragaman ini dalam sebuah keluarga saja. Karena semua kita ini adalah bagian atau anggota dari sebuah kelauraga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keluarga ku, selain ibu dan ayah, aku hanya memiliki seorang adik lelaki yang saat ini sudah tak bersekolah lagi karena dia memilih untuk bekerja saja, dan sekarang dia sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota kelahiran kami, Medan. Ayah ku seorang karyawan atau buruh di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri ban kendaraan seperti mobil, truk, motor, dan sepeda. Tempat kerjanya tak jauh dari rumah tinggal kami, hanya perlu waktu 15 menit dari rumah dengan mengendarai angkutan umum. Ibu ku hanya seorang ibu rumahtangga biasa saja. Namun akrif dalam kegiatan PKK di Desa kami, dan saat ini sedang dipercaya menjadi ketua Tim Penggerak PPK untuk tingkat desa. Karena kegiatn ini, terkadang ibu ku jarang ada dirumah kalau sedang banyak kegiatan di desa kami. Saat aku dan adik ku masih duduk di bangku sekolah dasar, ibuku malah sering ikut dalam penataran PKK yang diadakan oleh PKK Desa atau Kecamatan di tempat kami tinggal. Kami sering dititipkan ke Ibunya ibu ku atau nenek kami. Itulah gambaran singkat tentang keluarga ku. Jadi, dalam satu keluarga kecil ku ada empat anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kami berempat, tidak ada satupun diantara kami yang sama. Baik dari segi karakter atau warna kulit. Sama dalam arti persisi 100%. Adik ke berkulit putih seperti ibu, tapi tak seputih ibu. Sedangkan aku berkulit hitam, lebih hitam dari ayah. Aku dan adik ku adalah perpaduan ibu dan ayah. Sifat ku lebih banyak seperti ayah, sedikti keras kepala. Sedangkan adik ku tidak memiliki sifat siapapun. Dia punya sifatnya sendiri yang tak mirip ke ibu atau ayah. Kalau kami sedang berkumpul dan bicara bersama, hal ini sering kami lakukan saat malam libur sekolah seperti malam minggu, akulah yang selalu menjadi bahan pembicaraan kami. Bahkan akulah yang sering menjadi bahan 'ledekan' sekali-kali, karena kulit ku yang hitam. Adik ku suka bilang aku bukan anak atah dan ibu karena ibu putih dan ayah tak sehitam aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih kanak-kanak, saat adik ku bercanda seperti ini, aku sering merasa sedih dan suka bertanya pada ibu apakah benar aku bukan anak ayah dan ibu. Apalagi pernah suatu kali dalam sebuah acara pesta perkawinan saudara dari ibu, aku di suruh keluar ruangan acara sama yang punya hajat karena mengira aku bukan anggota keluarga. Waktu itu pengantinnya mau akad nikah, jadi yang tak berkepentingan diminta keluar. Karena ibu anggota keluarga maka kami masuk ke dalam rumah, tidak duduk diluar. Dan karena aku berkulit hitam sehingga tak seperti ibu, aku disuruh keluar karena takut mengganggu. Aku sempat nangis karena takut. Waktu ibu bilang ke yang punya hajat kalau aku anak ibu, yang punya hajat heran, "Anak mu kok &lt;em&gt;ireng&lt;/em&gt;?". Aku tanya ibu &lt;em&gt;ireng&lt;/em&gt; itu apa, ibu jawab &lt;em&gt;ireng&lt;/em&gt; itu manis. Ah, ibu memang baik, tak ingin membuat ku lebih sedih. Setelah satu minggu kemudian aku baru tahu kalau &lt;em&gt;ireng&lt;/em&gt; itu bahasa jawab untuk kata &lt;em&gt;hitam &lt;/em&gt;. Aku sedikti protes ke ibu kenapa waktu itu bohong ke aku, trus dia bilang: "Hitam-hitam kan, hitam manis, iya kan?" Sambil mencium keningku. Ahh....ibu aku jadi sedih ni. (Mana lagi kangen ni ama ibu). Dan ibu suka marah kalau aku tanya apa benar aku bukan anak ayah dan ibu setelah diledek adikku, dan dia selalu menjawab: "Jangan perdulikan ucapan adik mu, dia hanya menggoda saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah keluarga ku. Kami semua berbeda, dan aku yakin hal ini juga terjadi di keluarga-keluarga lain. Tapi mungkin berbeda kasus dan permasalahannya saja. Namun bukan tidak mungkin ada juga salah seorang anak dalam anggota keluarga tersebuat nyang bernasib seperti aku. Dulu aku suka merasa dikucilkan dan rendah diri karena warna kulit ku ini. Yah, namanya juga kanak-kanak, suka punya rasa sensitif yang berlebihan. Setelah beranjak lebih dewasa dari segi umur, aku mulai belajar dan mengerti bahwa warna kulit bukan alasan buatku untuk menjadi kecil hati dan rendah diri. Rendah diri boleh, tapi bukan berarti nggak percaya dirikan? Aku mulai belajar untuk mencari sesuatu yang bisa aku banggakan ke orang tuaku dan orang-orang disekitar ku, sehingga mereka tak lagi melihat kekurangan ku dari warna kulit, tapi meilihat kelebihan ku yang lain. Akhirnya, semua masa-masa itupun terlewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apapun perbedaan yang ada dalam lekuarga ku, kami tetap satu dalam ikatan darah. Setiap perbedaan yang kami miliki adalah komponen penguat keluarga kami. Perbedaan kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kami masing-masing telah membuat kami saling menutupi ruang-ruang atau sela-sela kosong yang mungkin ada di antara bandul keluarga ku. Sifat ayah yang terkadang suka 'keras', terimbangi dengan sikap ibu yang lebih lembut dan lunak. Ledekan dari adik ku terhadapa warna kulit ku membuat ku menjadi lebih berusaha untuk mencari kelebihan ku yang lain yang bisa menutupi hal itu. Begitulah semuanya terjalin menjadi satu dalam ikatan kuat yang disebut keluarga. Kini saat kami telah sama-sama dewasa dari segi usia, tak ada lagi perbedaab-perbedaan seperti itu yang kami rasakan, walaupun pada hakekatnya perbedaan itu tetap akan ada selamanya. Namun, semua itu telah bersatu dalam satu keseragaman yang membangun keluargaku. Begitulah keluarga yang aku punya, kami bersatu dalam keragaman, dan aku yakin semua kita berada dalam keadaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tak selamanya keragaman itu menjadi pemisah antar kita dengan yang lainnya. Malah sebaliknya, keragaman itu selayaknya bisa membuat kita bersatu untuk saling melengkapi dalam keragaman yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sebuah cerita dari seorang anak manusia yang sedang belajar dari hidup yang sedang dia jalani. Siapapun kita, pasti akan memiliki pandangan yang berbeda dalam menyingkapai sebuah masalah, meskipun masalahnya mungkin sama. Namun, alangkah indahnya kalau keragaman cara pandang ini membuat kita semua bersatu dalam niatan untuk mengatasi masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam damai dan cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini Ekayati.&lt;br /&gt;======&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-5684924739046027996?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/5684924739046027996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=5684924739046027996&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/5684924739046027996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/5684924739046027996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/04/satu-dalam-keragaman.html' title='Satu Dalam Keragaman'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/Riuy7N7ilwI/AAAAAAAAAHs/dLARzbOt2WQ/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-7820246180093670853</id><published>2007-04-22T03:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:16.992+07:00</updated><title type='text'>Cinta Terlarang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/Rip8ct7iluI/AAAAAAAAAHc/oXSC5fFfrhU/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055990364484310754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/Rip8ct7iluI/AAAAAAAAAHc/oXSC5fFfrhU/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat aku menulis postingan ini, waktu menunjukkan tepat pukul 02.08 pagi dinihari waktu Delhi. Karena belum bisa memejamkan mata, akhirnya ku putuskan untuk menulis sesuatu, dan sekaligus up-date blog kesayangan ini. Kemarin sempat posting lagu lama yg gk tahu judul dan siapa penyanyinya, sekarang ini entah mengapa ingin nulis, bukan nulis sih sebenarnya, ingin cerita sedikit tentang urusan dunia yang namanya "cinta".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang sudah pasti memiliki arti yang berbeda tentang arti cinta. Ada yang bilang cinta itu perasaan kagum yang berlebihan terhadapa suatu objek, yang lain mengatakan kalau cinta itu adalah perasaan ingin selalu bersama dengan seseorang yang juga punya perasaan serupa, ada lagi yang bilang kalau cinta itu adalah karunia dari Tuhan kepada seluruh umat-Nya agar saling berbagi kasih diatas dunia sehingga menimbulkan suasa kehidupan bersama yang damai. Namun apapun arti cinta, ia adalah perasaan tulus sebagai karunia dari Tuhan, yang timbul dari dalam diri seseorang dan yang biasanya timbul karena rasa kagum dan kekaguman terhadap seseorang, dan yang muncul tanpa dapat ditanah sehingga siapapun tak akan kuasa menahan atau menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alaminya cinta memang sudah begitu adanya, maka ia bisa menghinggapi hati siapa saja. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa bahagia kala orang yang sedang dicintai juga mencintainya. Laksana gayung bersambut, maka cinta mereka mungkin akan berlajut dan bertahan. Namun, kala perasaan cinta tak terbalas dengan perasaan serupa, maka rasa kecewa pasti kan muncul, menimbulkan kegundahan di hati sang pecinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena manusia sejatinya memiliki perasaan cinta, maka siapun orangnya akan bisa mencinta dan dicinta. Dan kalau benar begitu, maka tak ada kata larangan dalam cinta. Siapapun orangnya berhak untuk mencinta dan dicinta siapa saja. Toh, cinta adalah karunia untuk semua manusia. Namun, ada kala cinta itu hingga dan menempel di dahan yang salah, maka laksana parasit, cinta itupun berubah menjadi benalu kehidupan. Bilakah cinta dikatakan terlarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak tahu ni jawabanya apa. Karena bingung mutusin mana cinta terlarang mana yg bukan. Ada yang bisa bantu? Silahkan beri pendapat masing-masing kalau merasa tertarik. Terima kasih ya, uda terasa ngantuk. Jadi, mau bobok dulu. See you next time. Bye-bye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-7820246180093670853?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/7820246180093670853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=7820246180093670853&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/7820246180093670853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/7820246180093670853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/04/cinta-terlarang.html' title='Cinta Terlarang'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/Rip8ct7iluI/AAAAAAAAAHc/oXSC5fFfrhU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-4600570730584223446</id><published>2007-04-16T20:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:17.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu'/><title type='text'>Lagu Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RiOAnDEfKsI/AAAAAAAAAHU/e11FMMVq2IA/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054024615167208130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RiOAnDEfKsI/AAAAAAAAAHU/e11FMMVq2IA/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku itu suka nyanyi dan suka ama lagu-lagu lama. Tapi seringnya, kalau lagu lama aku suka lupa siapa penyanyi dan judul lagunya. Nah, lagu yang ini juga begitu. Aku suka sekali lagunya, tapi aku lupa siapa penyanyi dan apa judulnya. Kalau aku gk salah sih, penyanyinya itu adalah Alm. Crisye, tapi gk tahu deh bener apa gk. Mohon bagi yang tahu, beri tahu saya ya. Ini nih syair lagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Di malam yg sesunyi ini&lt;br /&gt;Aku sendiri....tiada yang menemani&lt;br /&gt;Akhirnya kini ku sadari&lt;br /&gt;Dia telah pergi...tinggalkan diriku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adakah semua kan terulang&lt;br /&gt;Kisah cinta ku yang seperti dulu&lt;br /&gt;Hanya drimu yang ku cinta dan ku kenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hatiku...&lt;br /&gt;Takkan pernah hilang...&lt;br /&gt;Bayangan dirimu..untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Mengapa terjadi...&lt;br /&gt;Pada diriku...&lt;br /&gt;Aku tak percaya kau telah tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah ku pergi&lt;br /&gt;Tinggalkan dunia&lt;br /&gt;Agar aku dapat berjumpa dengan mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-4600570730584223446?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/4600570730584223446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=4600570730584223446&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/4600570730584223446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/4600570730584223446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/04/lagu-hari-ini.html' title='Lagu Hari Ini'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RiOAnDEfKsI/AAAAAAAAAHU/e11FMMVq2IA/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-2583610484658033369</id><published>2007-04-04T22:15:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:17.383+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Angin dan Hati Ku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RhPL4o-Gt5I/AAAAAAAAAG8/M1bIUQr94mc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5049603781143476114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RhPL4o-Gt5I/AAAAAAAAAG8/M1bIUQr94mc/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Angin kencang berhembus menerpa wajah&lt;br /&gt;Sejuk....seharusnya kan terasa&lt;br /&gt;Tapi mengapa tak jua mampu menyeka&lt;br /&gt;Kering hati ku yang kini melara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmata sudah pun ku jelang&lt;br /&gt;Berlalu pergi namun tak ikut membayang&lt;br /&gt;Semua apa yg ingin ku buang&lt;br /&gt;Jauh dan jauh tak usah dan pernah berulang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Angin kan nuraninya berlalu&lt;br /&gt;Setelah menerpa wajah satu persatu&lt;br /&gt;Tapi mengapa tak jua kau bantu&lt;br /&gt;Diriku yang kini terpaku di dalam beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati tak tahu akan berbisik apa&lt;br /&gt;Akan masa didepan yang penuh asa dan cita&lt;br /&gt;Mungkinkah ku masih punya semua&lt;br /&gt;Kekuatan untuk menjelang indah bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenangan di belakang selalu membayangi&lt;br /&gt;Sulit ku coba untuk hindari&lt;br /&gt;Laksana dinding berlapis gerigi&lt;br /&gt;Tiada kuasa tu ku lewati.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tetap pasti akan berjalan&lt;br /&gt;Aku pun tahu itu kepastian&lt;br /&gt;Menyerah hati ini tak relakan&lt;br /&gt;Mencoba bangkin, mungkin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati, ku tahu kau seteguh karang&lt;br /&gt;Hingga angin kencang pun tak mampu menerjang&lt;br /&gt;Bantu dan bimbing aku pulang&lt;br /&gt;Kerumah dimana ku dulu disayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin, berhembus lah lagi&lt;br /&gt;Kuingin kau bantu sirami&lt;br /&gt;Hati dan jiwa yg kini seakan mati&lt;br /&gt;Agar ku bisa kembali berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan buat sia-sia doa Bunda&lt;br /&gt;Yang selalu mengiringi dengan setia&lt;br /&gt;Disetiap langkah dan debaran jiwa&lt;br /&gt;Sampai akhir hayat kan menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, tunggulah dinda kembali&lt;br /&gt;Kepangkuan yang kini begitu ku nanti&lt;br /&gt;Bantu dinda tuk meniti lagi&lt;br /&gt;Jalan hidup yang seakan sudah berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin dan hati ku&lt;br /&gt;Temani lah selalu&lt;br /&gt;Kemana pun kau pergi berlalu&lt;br /&gt;Doakan aku tuk kembali seperti dulu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-2583610484658033369?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/2583610484658033369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=2583610484658033369&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/2583610484658033369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/2583610484658033369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/04/puisi-angin-dan-hati-ku.html' title='Puisi: Angin dan Hati Ku'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RhPL4o-Gt5I/AAAAAAAAAG8/M1bIUQr94mc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-5501668252152733791</id><published>2007-03-29T21:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:17.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jennie S.Bev'/><title type='text'>Info E-book Gratis dari Jennie S. Bev</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RgvUO1YiqcI/AAAAAAAAAGo/wI1OfEUYAwE/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047361158712043970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RgvUO1YiqcI/AAAAAAAAAGo/wI1OfEUYAwE/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru saja aku ngecek email. Ada email masuk atas nama Jennie S.Bev. Wuihhh, seneng deh. Karena siapa sih yg gk kenal Mbak Jennie S.Bev, pengarang buku "Kunci Sukses Terbesar" itu. Aku pribadi sangat mengagumi beliau dengan segala hasil karya yg beliau miliki. Sudah begitu banyak dedikasi yg beliau berikan untuk membangktikan semangat kita-kita, anak Indonesia, untuk lebih bisa berkarya dan berkarya dengan memaksimalkan potensi yg ada dalam diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Email ini berisikan niatan Mbak Jennie untuk merilis e-book gratis perdana beliau yang bertemankan "mencapai kebebasan finansial dalam satu tahun." Pasti seru kan. Secara singkat beliau menjelaskan bahwa e-book ini akan membahas tentang mindset sukses sampai aplikasinya yg akan "menjamin" kemungkinan besar seseorang akan berhasil dalam waktu hanya 12 bulan saja. Keren kan!! Waktu baca introduction nya aja aku uda gk sabar untuk segera membaca e-book ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak alasan mulia dibalik perilisan e-book ini. Satu diantaranya adalah bahwa sang penulis ingin mengajak kita semua untuk bisa meraih sukses seperti yg sudah dia rasakan saat ini. Kunci rahasia kesuksesan bukanlah untuk disimpan agar orang lain tak bisa mengambil rahasi sukses kita. Kunci sukses justru harus dibagi agar lebih banyak lagi orang selain kita ikut menjadi orang sukses. Inilah langkah yg pernah dilakukan Mbak Jennie untuk membagikan kunci suksesnya kepada orang lain melalui bukunya "Rahasi Sukses Terbesar". Dan kali ini kembali, seperti tiada lelah untuk berbagi akan indahnya kesuksesan, dan seolah didorong rasa tak ingin untuk menikmati kesuksesan itu sendirian, Mabak Jennie akan segera merilis e-book nya tentang bagaimana menjadi orang sukses hanya dalam waktu 12 bulan saja untuk kita semua yg akan dibagikan secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut mbak Jennie juga menjelaskan bahwa e-book ini adalah salah satu jalan "pemuas" hasrat hatinya sebagai seorang pelaku "doer" dari kesuksesan. Membagikan sesuatu baik itu motivasi, inspirasi, dan informasi untuk kebaikan orang banyak adalah sebuah kebanggaan untuk beliau. Hal ini merupakan penguat kelimpahan baginya di dalam alam semesta. Sungguh suatu tujuan yg mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kl ingin segera mendapatkan e-book ini, buruan deh daftar ke email feed nya Jennie S. Bev &lt;a href="http://www.jennieforindonesia.com/?page_id=117" target="new"&gt;disini&lt;/a&gt;, sekaligus membaca artikel lengkap tentang rencana peluncuran e-book ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses selalu buat Mbak Jennie dan kita semua!!!! Terima kasih atas segala yg telah diberi untuk terus memotivasi kita semua untuk maju bersama dimasa datang. Kalau hari esok bisa lebih baik dari hari kemarin, marilah kita berbagi segala hal yg bisa kita bagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-5501668252152733791?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/5501668252152733791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=5501668252152733791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/5501668252152733791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/5501668252152733791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/03/info-e-book-gratis-dari-jennie-s-bev.html' title='Info E-book Gratis dari Jennie S. Bev'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RgvUO1YiqcI/AAAAAAAAAGo/wI1OfEUYAwE/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-8874199486925682939</id><published>2007-03-27T18:45:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:17.756+07:00</updated><title type='text'>Tanpa Judul</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RgkjmWkNFyI/AAAAAAAAAGg/AwVQma7XHhY/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046603999244785442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RgkjmWkNFyI/AAAAAAAAAGg/AwVQma7XHhY/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku suka bingung menentukan judul yang cocok untuk sesuatu yg ingin aku tulis. Sehingga sering kali hal ini membuatku batal untuk menulis. Padahal aku ingin selalu menulis, ya walaupun cuma sekedar mengeluarkan uneg2 saja. Terkadang aku 'iri' dengan para penulis handal yg bisa dengan mudah menuangkan apa yg menjadi bahan tulisannya dan memberikan judul yg menarik untuk tulisannya itu. Hal ini sering juga membuat aku 'menghayal', kapan ya aku bisa menjadi seperti mereka? Mungkin sampai umur &lt;em&gt;bangkotan&lt;/em&gt; dan kepala &lt;em&gt;ubanan&lt;/em&gt; juga gk mungkin kali ya. Tapi kl gk dicoba kan gk bakalan tahu bisa apa gk. Ibaratkan pingin jadi penulis, tapi gk pernah nulis apapun. Itu kan sama saja. Nah, karenanya sekarang aku mau nulis. Karena tak punya judul, makanya ku berikan judul "Tanpa Judul". Mungkin besok2 bisa punya judul.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu, kamar kos ku kedatangan seorang psikolog asal Jakarta yang saat ini sedang melanjutkan studi psikologinya di Universitas Jamia Millia Islamia, New Delhi. Kebetulan dia tinggal tidak jauh dari temapt kos-kosan ku, dan karena jumlah kami disini bisa dihitung dengan jari, maka kami sering saling mengunjungi satu sama lain. Ya, hitung-hitung cari teman cerita yang memiliki bahasa yang sama. Karena capek juga kl terus-terusan ngomong pakek bahasa Inggris, heee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan Bapak Psikolog ini kalau mendatangi rumah seseorang yaitu membawa buah tangan. Bisa apa aja. Kadang buah-buahan atau terkadang lauk untuk teman makan malam. Ah, psikolog yg satu ini memang pengertian sekali orangnya. Beberapa malam yang lalu itu, dia datang membawa &lt;em&gt;kir&lt;/em&gt;(gk yakin ni tulisannya benar apa salah). Ini adalah sejenis makan khas India yg terbuat dari beras yg dimasak dengan susu sampai mengental dan rasanya manis sekali. Orang India suka makan ini setelah bersantap, jadi ya seperti pencuci mulut. Dan ternyata dia juga membawa ini karena baru aja selesai makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan aku sedang dikamar bersama teman yg lain saat dia datang. Kami ngobrol tentang banyak hal. Ya terutama tentang ujian akhir tahun kedua ini yg akan mulai awal April nanti. Tapi untuk psikolog yang satu ini, dia belum tahu kapan akan mulai ujian. Hal ini membuat dia semakin 'stres' aja. Selain itu kami juga membicarakan tentang masalah kerinduan kami terhadap keluarga masing2. Topik inilah yang paling sering menjadi topik utama setiap kami ada kesempatan untuk kumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini wajar saja karena untuk tinggal jauh dari keluarga selama 2 tahun bisa menjadi hal yang berat untuk seseorang, misalnya saja aku. Aku sudah gk tahu lg harus bagaimana menceritakan rasa rindu ku kepada ayah dan ibu, dan keluarga dirumah. Ah, aku harus sabar untuk sesaat. Toh tinggal beberapa bulan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin pertengahan Juli ini aku akan kembali ke tanah air. Insyaallah, kl semua urusan ku disini berjalan lancar, terutama ujianku, aku akan segera pulang. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, uda jam 20.00 nih, aku harus pulang tuk belajar. Hari Selasa nanti ujianku akan segera dimulai, jadi harus belajar lagi. Doakan ya semoga aku bisa lulus. Sebelumnya terima kasih untuk doanya. Lain waktu aku akan cerita lagi, dan mungkin sudah punya judul yang pas untuk tulisan ku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-8874199486925682939?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/8874199486925682939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=8874199486925682939&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/8874199486925682939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/8874199486925682939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/03/tanpa-judul.html' title='Tanpa Judul'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RgkjmWkNFyI/AAAAAAAAAGg/AwVQma7XHhY/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-845931642498958180</id><published>2007-03-16T20:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:17.914+07:00</updated><title type='text'>Musim Dingin Berlalu, Musim Ujian Pun Berlabuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RfqjAYAERWI/AAAAAAAAAGA/w4YkUQUzv2U/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5042521959632749922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RfqjAYAERWI/AAAAAAAAAGA/w4YkUQUzv2U/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa kabar manis? Baik2 ajakan? Aku juga baik. Hanya ada sedikit masalah dengan daerah disekitar leher ku ini. Ada benjolan2 sebesar kelereng menyebar dengan indahnya disana. Awalnya hanya satu, tapi kini jadi 2 bahkan 3 setelah diperiksa dengan teliti oleh dokter. Tau deh sakit apaan. Aku sampai harus konsultasi ke dokter, padahal aku paling takut ma dokter, dan menjalani banyak tes kesehatan. Ada tes darah, tes TBC, sinar-X, dan tes &lt;em&gt;FNAC&lt;/em&gt; (tau deh apa kepanjangannya, yg jelas dari leher ku yg ada benjolannya itu, disedot sedikit dengan jarum suntik untuk mengambil cairannya).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua tes uda selesai, tapi dokternya masih bingung aku sakit apa. Katanya gejalanya yang ada tidak begitu jelas untuk mengatakan aku sakit ini atau itu. Karena gelaja yg ada mengindikasikan bahwa aku bisa terkena penyakit yang ini dan yg itu, pokoknya gk jelas deh. Akhirnya, aku harus minum obat dan kembali tes darah dalam waktu 2 minggu ke depan untuk melihat kondisi darahku, apakah HB nya tetap normal atau mengalami kenaikan. Doakan saja ya sakit ini tak serius karena aku masih punya tugas berat dalam 2 minggu ke depan juga, ujian akhir tahun ku yang juga ujian final masa kuliah ku di Delhi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku bisa melewati ujian ini dengan baik, maka aku bisa dengan tenang pulang ke tanah air yg insya allah mungkin sekitar pertengahan bulan Juli mendatang. Aduh senengnya bisa pulang. Tapi gk bisa seneng dulu, karena masih harus ujian dulu sebelum semua kebahagian itu bisa aku raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan ujian juga belum aku mulai. Padahal biasanya aku sudah repot sejak 2 bulan sebelum ujian. Entahlah, tahun ini aku males2 terus. Mungkin karena musim dingin yg terlalu panjang karena perubahan musim yg tak teratur akibat 'global warming' itu. Aku jadi keterusan males. Karena aku akui selama musim dingin aku kebayakan santai karena cuacanya juga mendukung. Enakan juga tidur, ya kan? Apalagi kalau suhunya dibawah 10 derajat, males kemana2. Enakan di kamar dan ngumpet di balik selimut alis.....tiduuuuuurrrr. tapi gk boleh terus2an begini. Aku harus bangun dan semangat. Apalagi pintu gerbang rumah kesayangan di kota dan negara tercinta sudah seperti didepan mata. Aku harus segera siap2 sebelum terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh kalau begitu, sampai sini dulu ya. Tiba2 pingin belajar ni. Sampai ketemu lagi. Dan jangan lupa, doakan semoga penyakit ku ini tak berbahaya dan aku bisa lulus ujian nanti dengan baik. Salam dan sampai ketemu. See U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-845931642498958180?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/845931642498958180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=845931642498958180&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/845931642498958180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/845931642498958180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/03/musim-dingin-berlalu-musim-ujian-pun.html' title='Musim Dingin Berlalu, Musim Ujian Pun Berlabuh'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/RfqjAYAERWI/AAAAAAAAAGA/w4YkUQUzv2U/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-1292140049224828661</id><published>2007-03-04T06:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T11:14:18.128+07:00</updated><title type='text'>Jemuran Ku Sayang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/ReoIZ2XmM1I/AAAAAAAAAFs/RaBinEfUnKI/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5037848373351560018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/ReoIZ2XmM1I/AAAAAAAAAFs/RaBinEfUnKI/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Samar-samar ku dengar suara rintikan air hujan dari luar kamar kos ku yang sempit ini. Walau sempit, kamar ini cukup menjadi tempat berlindung buatku, dan aku selalu bersyukur karenanya. Apalagi kamar kos ini terbilang murah untuk ukuran sewa kamar di Delhi ini yang rata2 perbulanya bisa mencapai Rp.300-500 ribu. Untungnya aku tinggal berdua dengan seorang teman, jadi hanya perlu membayar separuh saja. Aku sedang berada dalam selimut hangat kesayangan ku yg selalu menemani ku sejak musim dingin menghampiri kota New Delhi dan sekitarnya saat samar-samar suara air hujan itu ku dengar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa betul diluar hujan? Itu yang terlintas dalam pikiran ku. Tapi karena rasa kantuk yang mendera setelah 2 hari aku tak bisa memejamkan mata, aku seakan ingin meneruskan tidur ku. Namun, seperti dibangunkan dengan bentakan keras, aku langsung terjaga dan tersadar kalau siang tadi aku baru mencuci dan menjemur pakaian di atas. Di India ini, kebanyakan penduduknya memiliki loteng sebagai tempat untuk menjemur pakaian karena tak adanya halama untuk membuat jemuran dibawah. Aku harus naik ke lantai 5 kalau ingin menjemur. Capek sekali. Kalau kebetulan tidak hujan ya gak apa-apa, tapi kalau hujan ya sia-sia saja tenaga yang ku keluarkan untuk mencuci. Oh ya, hampir lupa, aku harus bergegas mengangkat jemuran ku. Seperti dikerjar hantu, aku langsung berlari keluar kamar menuju lantai 5 tempat aku menjemur pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh...uh....uh....napas ku terpingkal setelah harus naik ke dan turun dari lantai 5 dengan berlari. Hampir saja aku terjatuh karena terpeleset sandal anak tuan rumah yg diletakkan sembarangan saja. Tapi syukurlah jemuran ku akhirnya selamat. Masih sedikit basah sih, itupun karena siang tadi udara agak terik. Kalau tidak mungkin akan masih basah. Selama musim dingin ini matahari seakan enggan untuk keluar sih. Tapi untungnya hari ini dia sedang baik dan mungkin mengerti kalau aku akan mencuci pakaian. Aku juga heran kenapa tiba-tiba hujan turun tanpa ada tanda-tanda. Atau aku saja yang tak sempat melihat tanda2 itu karena tidur pulas. Entahlah, yang pasti jemuran ku selamat sekarang. Aku harus segera merapikan jemuran ini, karena kalau tidak kamar kecil ku ini akan semakin kelihatan berantakan. Setelah itu aku harus ke kamar kecil, tapi bukan untuk mandi, cuma ingin menyelesaikan sedikit hajat diri. Setelah itu ya........tidur lagi..... Salam.!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zzzzz....Zzzzzzzz.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-1292140049224828661?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/1292140049224828661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=1292140049224828661&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/1292140049224828661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/1292140049224828661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/03/jemuran-ku-sayang.html' title='Jemuran Ku Sayang'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DjjwYYKF84k/ReoIZ2XmM1I/AAAAAAAAAFs/RaBinEfUnKI/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-6196799013177727905</id><published>2007-03-02T23:15:00.000+07:00</published><updated>2007-03-02T23:47:12.527+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis: Holi Basanti</title><content type='html'>Kemarin, waktu berangkat kuliah, aku khawatir sepanjang jalan. Bukan karena takut telat masuk kelas, tapi karena takut kena timpuk bubuk warna-warni khas India untuk merayakan perayaan Holi. Disepanjang jalan menuju kampus, bahkan didalam bus yg sedang aku tumpangi, banyak anak-anak remaja putra dn putri yang wajahnya telah terbalut dengan 'bedak' aneka warna. Walau ini buka kali pertama aku melihat hal seperti ini selama tinggal di Delhi ini, tapi ini kali pertama aku naik bus yg di dalamnya orang lg pada ngerayain Holi. Soalnya tahun lalu aku masih takut naik bus untuk pergi ke kampus, jd selama setahun naik oto/bajaj terus. Pemborosan sih, tapi daripada aku harus maksaain diri yg masih belum terbiasa dengan ciri bus India yg selalu sesak penumpang, ya lebih baik begitu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai dikampus pun aku masih melihat pemandangan yg sama. Banyak para mahasiswa yg telah merayakan Holi yang sebenarnya jatuh pada hari senin mendatang. Mungkin karena sudah tidak sabar kali ya. Jadi mereka merayakannya jauh lebih awal. Seorang gadis remaja yg kebetulan aku sapa mengatakan bahwa id merayakan Holi itu hari ini kerena hari dalam 3 hari kedepan ia akan pergi keluar Delhi bersama keluarga untuk merayakan Holi di rumah neneknya. Tapi ia tetap ingin merayakan Holi ini bersama teman2nya. Jadi ya mereka merayakannya hari ini. Lagi pula teman2nya yg lain juga kebanyakan akan merayakan Holi di tempat masing2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan teman2 kelas ku. Mereka malah tidak begitu antusian dalam menyambut perayaan ini. Bukan karena mereka tidak menikmati perayaan ini, tapi karena mereka (temasuk juga saya) sedang bingung menyusun jadwal ujian yg tepat dan cocok untuk semua orang. Memang, sejak jadwal ujian akhir tahun telah dikeluarkan oleh pihak departemen, kebanyakan dari kami tiba-tiba mengalami 'imsonia' dadakan. Semua jadi susah tidur karena memikirkan ujian yg masih 1 bulan lagi. (Masih? Apa gk salah tuh? Satu bulan untuk persiapan ujian mana cukup?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng2 aku bertanya ke seorang teman tentang perayaan Holi. Sekedar ingin tahu saja. Aku bertanya mengapa sih mereka merayakan Holi dengan saling menaburkan bubuk warna-warni itu. Dia menjawab (dengan suara yg bernada malas2an) bahwa perayaan ini adalah tanda dari keberhasilan kita melawan dan mengusir musuh. Singkat saja dan dia pun berhenti. Aku tidak ingin melanjutkan bertanya, karena kulihat dia tetap saja melihat kearah papan pengumuman jadwal ujian itu saat menjawab pertanyaan ku. Sehingga aku tak ingin mengganggunya lagi. Mungkin dia juga sama gelisahnya seperti aku. Ternyata kemeriahan Holi yang aku lihat disepanjang jalan tadi, tidak akan begitu berarti kalau hari itu bertepatan dengan pengumuman jadwal ujian. Perayaan yang seharusnya meriah menjadi sepi dan tanpa gairah. "Come on guys!!!" Itulah yang aku katakan kepada teman2 yang merayakan Holi. Kami pun semua tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-6196799013177727905?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/6196799013177727905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=6196799013177727905&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/6196799013177727905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/6196799013177727905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/03/dear-manis-holi-basanti.html' title='Dear Manis: Holi&lt;em&gt; Basanti&lt;/em&gt;'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-8510975141648153953</id><published>2007-02-21T15:27:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T15:50:20.129+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis: Masih Dingin</title><content type='html'>Udah lebih 3 bulan mungkin aku tidak pernah berbinacang dengan mu Manis. Lagi sibuk ni, karena tuk tahun ke 2 ini aku harus menulis 2 desertasi atau skripsi untuk 2 mata kuliah wajib. Jadi ya, waktuku banyak terkuras untuk mikirin dua &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; tadi. Tapi bukan berarti aku lupa ama kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Delhi saat ini masih dingin. Kabarnya karena ada &lt;em&gt;globar warming&lt;/em&gt;, siklus musim dan cuaca dunia berubah. Sehingga suhu winter yang biasanya sudah mulai naik saat awal atau pertengahan Februari, saat ini masih menghembuskan udara dingin yang masih menusuk tulang. Akhirnya aku pun harus menerima keadaan ini lebih lama lagi. Selama musim dingin ini, aku sering sakit-sakitan. jadi, pinginnya cepat2 summer aja.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu ada kabar ya dari tanah air. Jakarta dan beberapa daerah sekitar terkena bencana banjir ya. Sedih ya Manis kenapa Indonesian tercinta selalu menghadapi bencana. Apa karena kita masyarakatnya yang uda pada merasa pintar hingga harus diuji terus-terusan, karena biasanya kan memang begitu. Atau karena kita mau 'naik kelas jadi harus diuji dulu. Semoga saja kita masih bisa menjawab semua ujian ini ya. Tapi dari beberita berita yang bisa aku lihat disini, ada beberapa warga masyarakat yang menjadio korban banjir ini mengatakan bahwa belum ada bantuan atau penanganan yang berati yang dilakukan oleh pemerintah. Masih banyak korban2 di pengungsian yang masih kekurangan bahan makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu pasca banjir, saat ini malah muncul masalah baru yaitu berbagai penyakit yang menyerang warga korban banjir seperti diare. Aduh, kapan ya semua ini bisa selesai? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 hari lalu, ada teman yang baru kembali dari Medan dan kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah ku. Orang tua ada menitip sesuatu untuk ku diantaranya kumpulan lagu2 Celine Dion, salh satu penyanyi kesukaan ku. Ada satu lagu yg paling ku suka. Judulnya To Love You More. Sejak hari itu sampai sekarang aku jadi keranjingan dengarin lagu ini. Sekarang juga lagi dengerin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, aku ada janji ni ama teman mau makan di luar dan di traktir lagi. Jadi pergi dulu ya, takut telat. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-8510975141648153953?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/8510975141648153953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=8510975141648153953&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/8510975141648153953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/8510975141648153953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/02/dear-manis-masih-dingin.html' title='Dear Manis: Masih Dingin'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-116823939653271574</id><published>2007-01-08T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-01-08T13:56:36.543+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis: Delhi Di Puncak Winter</title><content type='html'>Sudah hampir 1 minggu aku sakit. Batuk dan demam sepanjang minggu seharusnya membuat aku tidak bisa keluar rumah, tapi aku tetap beranjak keluar dari kamarku yang lembab karena winter ini. Karena kalau dikamar terus, aku hanya bisa tidur atau membaca yang ujung-ujungnya ketiduran juga. Satu hal yang pasti selama winter ini adalah aku jarang mandi, 2 hari sekali uda cukup untuk membersihkan badan, apalagi di kamar tidak tersedia pemanas air, jadi 'lengkaplah' sudah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Musim dingin kali ini terasa lebih dingin dari tahun sebelumnya. Tahun lalu aku masih tahan untuk mandi setiap hari, walaupun udaranya dingin. Tapi tahun ini, aku hanya bisa membasuh muka dan sikat gigi saja, itupun setelah berjuang lama melawan dingin. Berita terakhir yang ku baca melalui surat kabar, suhu di Delhi memang berkisar antar 5-7 derajat. Dingin kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sama sekali enggak suka musim dingin karena aku selalu mengalami masalah selama musim dingin. Seperti batuk, demam setiap hari, bahkan sampai mimisan seperti anak kecil (itu kata ibu2 KBRI). Dan aku tidak pernah berkeringat. Hal ini membuat aku merasa tidak sehat. Padahal aku sudah berusaha untuk berkeringat dengan berjalan sejauh 1-1,5 mil (waktu belanja ke pasar), tapi tetap aja tak berkeringat. Itulah sebabnya aku lebih suka summer than winter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 suka menertawakan karena aku lebih suka summer. Mereka bilang untuk apa tinggal di luar negeri kalau masih suka summer, baikkan juga di Indonesia. Tapi selama summer aku enggak punya masalah, paling juga kalau lg mati lampu yang membuat aku harus menciptakan 'AC-alami' sampai tangan ini pegal dan kesemitan. Sisanya aku bisa santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya mau bagaimana lagi. Nikamti sajalah winter yang dingin ini. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-116823939653271574?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/116823939653271574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=116823939653271574&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116823939653271574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116823939653271574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2007/01/dear-manis-delhi-di-puncak-winter.html' title='Dear Manis: Delhi Di Puncak Winter'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-116643288538729984</id><published>2006-12-18T14:23:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T16:14:22.826+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis: Tahun Baru Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1478/1879/1600/727844/1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1478/1879/320/650501/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan Desember pun telah berlalu selama beberapa hari. Sekarang sudah memasuki pertengahan bulan. Musim dingin di Delhi sedang mencapai puncaknya. Tak seperti tahun lalu, musim dingin kali ini terasa lebih dingin dari musim dingin sebelumnya. Aku juga harus berjuang lebih keras selama musim dingin kali ini karena aku punya banyak masalah dengan udara dingin. Aku punya sejenis alergi terhadap hawa dingin yang baru aku derita selama disini, di India ini. Entahlah, sudah hampir dua tahun tapi aku masih belum bisa beradaptasi dengan situasi ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kembali kenangan tahun lalu, saat saya akan menyambut tahun baru disini, tidak ada suasana istimewa yang terjadi. Perayaan tahun baru di Delhi biasa-biasa aja, setidaknya itulah yang terjadi di lingkungan tempat saya tinggal. Namun berbeda dengan apa yang saya dengar dari teman2 India saya. Kebanyakan mereka merayakan tahun baru di luar Delhi, karena memang ada libur panjang selama musim dingin, setengan bulan sampai satu bulan hingga Januari. Mereka menghabiskan masa liburan mereka dengan mengunjungi tempat2 wisata yang ada di luar Delhi, seperti Simla yang biasanya untuk bermain ski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan tahun baru sendiri biasanya terpusat di suatu tempat. Kebayakan sih kaum muda-mudi berkumpul disuatu tempat dan mengadakan semacam pesta untuk menyabut tahun baru yang akan berakhir sampai tengah malam bahkan sampai pagi. Mungkin hal ini sama dengan apa yang biasa terjadi di Indonesia, di lingukangan saya tinggal khususnya. Di rumah, saya dan keluarga selalu menghabiskan malam pergantian tahun dengan kumpul bersama dan berbagi cerita tentang banyak hal selama sepanjang tahun yang lalu. Apa saja yang sudah kami lakukan dan kami alami bersama, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya tahun lalu, perayaan tahun baru kali ini di Delhi pun mungkin akan terlihat sama. Tapi mungkin juga berbeda. Karena perayaan tahun baru kali ini berdekatan dengan perayaan Idul Kutban. Mungkin akan lebih ramai, karena bagi umat Muslim India yang ada disekitar tempat saya tinggal, Idul Adha jauh lebih penting dari lebaran firti. Kebiasaan di Indonesia kan kalau Idul Fitri kita akan lebih menghiasi rumah seperti mengecat dan sebagainya. Mereka malah melakukan hal ini untuk Idul Adha. Jadi, mungkin tahun baru kali ini akan lebih ramai. Kita tunggu saja dan akan saya beritahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-116643288538729984?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/116643288538729984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=116643288538729984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116643288538729984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116643288538729984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/12/dear-manis-tahun-baru-lagi.html' title='Dear Manis: Tahun Baru Lagi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-116599397856621970</id><published>2006-12-13T14:09:00.000+07:00</published><updated>2006-12-13T14:12:58.583+07:00</updated><title type='text'>Apa Kabar Manis</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1478/1879/1600/23553/1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1478/1879/320/467244/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Refleksi Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minitik balik jalan kehidupan yang telah aku lalui membuat ku kembali tersadar bahwa sudah begitu banyak hal yang telah aku jalani tanpa terasa dan tanpa kusadari. Banyak macam ragam kejadian yang menghiasi setiap denyut nadi dan jalan pikiranku yang seakan tiada henti membuat ku terus merenung dan merenung. Untuk apa dan bagaimana seharusnya ku lalui jalan kehidupan ku ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada kala dimana aku merasa sendiri walaupun aku sedang berada ditengah keramaian orang. Hiruk-pikuk beribu bahkan berjuta suara mampu ku dengar namun hati ini tetap terasa sendiri. Dunia ku yang terasing terasa sepi tanpa irama. Kulihat orang-orang disekelilingku tertawa, becanda gurau, manangis, bercerita tentang hidup yang juga sedang mereka jalani. Ada yang mengeluh, namun ada juga yang kelihatan begitu tegar dalam menjalani hidup yang sedang berputar. Mungkin kehidupan yang ia rasakan saat ini adalah dunia yang benar-benar ia inginkan, namun mungkin juga bisa kebalikannya. Namun apapu kenyataan yang ada ia tetap dengan besar hati menjalani semuanya. Ada pula yang kelihatn seakan menyesali apa yang telah diberikan hidup untuknya. Dia seolah tidak menerima nasib yang telah digariskan olehnya. Lalu dimakah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku adalah golongan orang-orang yang telah menerima hidup yang saat ini sedang aku jalani, atau aku adalah golongan dari orang-orang yang merasa bahwa apa hidup yang aku jalani saat ini bukanlah hidup yang aku inginkan. Aku pun mencoba untuk mencari jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar sepenuhnya bahwa apapun yang telah diberikan kehidupan buat ku adalah rahmat besar yang harus aku syukuri. Allah SWT telah merahmatiku dengan keberadaan ku hari ini dan kesempatan ku untuk masih tetap hidup sampai hari ini. Lalu apalagi yang harus aku takutkan akan hidup yang sedang aku jalani. Toh semuanya sudah diatur oleh-Nya. Aku hanya perlu mejalani dan menghiasi hidupku dengan ornamen-ornamen keindahan, ketentraman, kedamaian, dan sebagainya yang tak hanya untuk diriku sendiri namun juga orang-orang disekitar ku. Dengan inilah kehidupan ku pun akan lebih bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu menuntut terlalu banyak dari kehidupan. Mensyukuri apa yang telah kita miliki adalah jauh lebih baik dan bijak. Melakukan kebaikan untuk semua orang dengan kebaikan hidup yang ada pada diri kita juga masih jauh lebih baik daripada hanya sekedar berpikir tentang rasa takut kita dalam menjali hidup itu sendiri. Nasehat ini sebenarnya sangat cocok buat ku karena saat ini aku merasa takut akan tantangan dari kehidupan yang sedang aku jalani. Aku takut terhadap rasa ketidaksanggupan yang tak jelas yang saat ini ada dalam hati.Mengapa tak jelas? Karena memang aku tak tahu apa yang sedang aku takutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku putuskan untuk menantang balik tantangan itu dengan segala keberanian yang aku miliki. Toh kalau pun akhirnya aku gagal, aku setidaknya sudah berusaha untuk menemukan bukti nyata bahwa aku gagal dengan mencobanya. Karena bagaimna aku bisa tahu kalau aku akan gagal tanpa pernah mencoba untuk mencari tahu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-116599397856621970?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/116599397856621970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=116599397856621970&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116599397856621970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116599397856621970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/12/apa-kabar-manis.html' title='Apa Kabar Manis'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-116115939037464974</id><published>2006-10-18T15:09:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T15:17:54.296+07:00</updated><title type='text'>Happy Ramadhan</title><content type='html'>Dapat ucapan selamat Ramadhan ni dari teman. Gambarnya bagus, saya suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rini%20punya.0.png" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini%20punya.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini%20punya.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini%20punya.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini%20punya.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-116115939037464974?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/116115939037464974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=116115939037464974&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116115939037464974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/116115939037464974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/10/happy-ramadhan.html' title='Happy Ramadhan'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115927357345948470</id><published>2006-09-26T18:50:00.000+07:00</published><updated>2006-10-01T17:22:08.430+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis (3): Puasa Kali Kedua Di Delhi</title><content type='html'>&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/1.20.jpg" border="0" /&gt;Puasa kali ini masih sama seperti puasa ku tahun lalu. Aku harus jauh dari ayah dan ibu, adik ku dan sanak keluarga yang lain. Untung aku masih tinggak berdekatan dengan beberapa anak Indonesia yang lain, kalau tidak bisa kubayangkan akan sesunyi apa hari-hari ku selama puasa ini. Walaupun begitu, aku tetap menyambut bulan suci Ramamdhan ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang mendalam karena aku masih diberi rahmat oleh Allah Yang Maha Esa untuk kembali bertemu dengan Ramadhan dan bisa kembali pula menikmati indahnya Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama Ramadhan ini aku seolah-olah masuk 'sekolah' lagi. Sekolah untuk memperbaiki segala kekurangan diri, memperbaiki akhlak dan tingkah laku diri yang masih belum terbenahi, meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan, dan juga melatih kesabaran ku. Intinya adalah menimba ilmu yang lebih banyak dan lebih dalam lagi untuk kebaikan diriku dan juga orang-orang disekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu senang dan suka terbawa suasana selama bulan puasa, entah karena aku yang memang suka begitu atau karena Ramadhan adalah bulan yang khusus sehingga aku paling bahagia kalau bulan ini tiba. Selama bulan puasa ini, aku enggak ada libur kuliah, hanya karena memang setiap bulan Oktober di kampus selalu ada &lt;em&gt;autum break&lt;/em&gt;, maka untuk 15 hari kedepan aku libur. Artinya aku bisa dengan lebih mudah dan khusyuk untuk jalanin puasa karena enggak harus ke kampus yang perjalanannya lumayn jauh dan melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku enggak sepenuhnya libur, karena pada tanggal 4 Oktober nanti akan ada &lt;em&gt;field trip&lt;/em&gt; dari kampus yang merupakan salah satu bagian dari satu mata kuliah wajib ku. (&lt;a target="new"&gt;Baca disini&lt;/a&gt;). Sepertinya perjalanan ini akan menyenangkan dan akan menjadi sebuah pengalaman baru buat ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah dulu ya Manis, mau masak buat buka puasa. Besok atau kapan-kapan aku sambung lagi. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115927357345948470?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115927357345948470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115927357345948470&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115927357345948470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115927357345948470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/dear-manis-3-puasa-kali-kedua-di-delhi.html' title='Dear Manis (3): Puasa Kali Kedua Di Delhi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115924639291346051</id><published>2006-09-26T11:37:00.000+07:00</published><updated>2006-09-26T11:53:12.973+07:00</updated><title type='text'>Marhaba Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;HAPPY RAMADHAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/ramadhan-1425.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1427 H&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR &amp;amp; BATHIN&lt;br /&gt;SEMOGA ALLAH SWT SELALU MELIMPAHKAN RAHMAT DAN KARUNIA-NYA KEPADA KITA SEHINGGA KITA DAPAT MELEWATI BULAN PERUH RAHMAT INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115924639291346051?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115924639291346051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115924639291346051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115924639291346051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115924639291346051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/marhaba-ya-ramadhan.html' title='Marhaba Ya Ramadhan'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115908806136419093</id><published>2006-09-24T14:54:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T15:54:21.416+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis (2): Capek!</title><content type='html'>Kemarin aku benar-bena lelah. Dari pagi sampai malam aku keluyuran terus. Pagi ada acara olahraga menyambut hari TNI yang diadakan oleh Atase Pertahanan New Delhi, siang harus nongkrong di internet karena ada tugas untuk hari Senin yang menumpuk, malam sesudah magrib ada acara lagi di KBRI untuk menyambut Ramadhan, lalu sampai di kamar kembali pukul 23.00 waktu New Delhi. Capek enggak ke tulungan. Sebelum tidur mandi dulu biar segar, aku lagi enggak salat, biasa lah 'tamu bulanan' perempuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waktu acara olahraga yang kebetulan adalah bowling yang aku sama sekali belum pernah melakukannya, banyak kejadian-kejadian lucu yang terjadi. Seperti saat aku memegang bola bowling dan ingin melemparkannya, bola itu bukannya terlempar malah jatuh dan hampir mengenai kaki ku. Semua orang yang kebetulan melihat kejadian itu pun tertawa, aku juga tertawa. Ternyata bola yang aku ambil itu beratnya 10 kg, dan aku yang amatir ini uda coba-coba mau pakek yang berat aja. Sebenarnya sih aku emggak tahu kalau ukuran berat bola bowling itu berbeda-beda (tolol banget kan? kasiah deh aku), jadi begitu nampak ada bola, aku main angkat dan lempar aja. Trus, waktu aku melakukan lemparan pertama ku, bolanya melenjeng jauh dari sasaran alias masuk 'parit' lintasan bowling. Semua orang kembali tertawa. Tapi yang buat aku sedikit terhibur dan enggak sampek 'mati' ketimpa mali, ternyata teman-teman ku yang lain ada juga yang baru main bowling untuk pertama kali itu juga, dan mereka juga ada yang mengalami nasib yang serupa dengan ku. Kami pun ketawa-ketiwi enggak jelas untuk mentertawakan diri masing-masing. Haaa...hiiii....lucu-lucu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara selesai pada pukul 13.00 siang waktu Nd-India. Aku pulang dan langsung menuju internet untuk melakukan tugas 'kenegaraan' ku yang lain. Sebelum pulang, aku pamitan dengan Bapak ATAN sambil mengucapkan terima kasih karena telah memberikan pengalamn baru ini buat saya, setidaknya kalau ada yang bertanya apa aku pernah main bowling, aku pun bisa menjawab pernah (walau memalukan,haaa....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berada di net sekitar 2 jam dan sebelumnya aku masak dan makan siang dulu. Waktu acara olahraga cuma dapat sarapan, itupun sudah lumayan, karena aku enggak pernah sarapan. Maklum anak kos, selain malas aku juga enggak pernah sarapan pagi dari kecil. Kalau sarapan, perutku bisa mules enggak karuan, tapi karena malam sebelumnya aku enggak makan malam, maka sarapan pagi kemarin itu sangat aku perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sms dari teman aku terima, mengabarkan bahwa setelah salat isya akan ada acara kumpul bareng di mushallah KBRI dalam rangka menunggu keputusan awal Ramadhan di Delhi. Sekaligus ada diplomat KBRI yang melakukan hajatan dengan mengadakan acara makan malam. Antusias dong aku menyambut undangan ini, karena artinya aku enggak harus makan telur lagi seperti siang harinya. Aku mencari teman untuk pergi, biar irit ongkos karena bisa di bagi berdua atau bertiga. Hanya seorang temanku yang berkenan hadir. Tak apalah dari pada tidak punya teman. Selesai magrib kami pun berangkat. Teman ku memutuskan untuk salat di KBRI saja, biar enggak telat. Apalagi kendaraan oto atau bajaj susah didapat kalau sudah kemalaman. Kami berangkat dan tiba saat kumandang adzan isya terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai oleh ketua mushalla dengan memberikan sedikit kata sambutan dan diikuti oleh pembacaaan do'a menyambut Ramadhan. Setiap yang hadir saling bermaaf-maaf atas segala kesalahan dan dosa, sengaja maupun tak sengaja. Lalu dilanjutkan dengan ngobrol tentang berbagai topik. Aku dan temanku membantu ibi-ibu yang sedang menyiapkan makan malam. Menu hari itu adalah nasi kuning, sambal teri kacang tanah, semur ayam, telur siwir-siwir, timun, dan tak lupa kerupuk. Kalau ayam sih uda biasa, karena disini masih ada, tapi sambal teri itu tuh, aduh bersyukur banget aku datang, uda 2 bulan lebih aku enggak makan tuh sambal. Disini enggak ada teri dan orang India yang ada disekitar ku juga enggak suka ama bau ikan teri ini waktu di goreng. Kata mereka 'acha nehi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku enggak mau mikirin orang India, yang penting saat ini aku bisa makan sambal teri kacang tanah (SARTIKA). Setelah makan kenyang dong pastinya, alhamdulillah. Acara pun selesai. Setelah berpamitan, aku dan teman ku pulang sambil membawa bungkusan buat teman-teman yang tinggal dekat dengan ku tapi mereka enggak datang. Ibu-ibu yang baik hati itu yang memberikannya. Sekitar pukul 22.30 waktu Dlhi, aku sampai dan mampir dulu ke rumah teman untuk mengantar titipan tadi. Lalu pulang, sampai kamr pukul 23.00, capek, lelah, penat, dll. Mandi lalu tidur. Mimpi indah ya Manis, selamat malam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115908806136419093?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115908806136419093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115908806136419093&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115908806136419093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115908806136419093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/dear-manis-2-capek.html' title='Dear Manis (2): Capek!'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115908433651718620</id><published>2006-09-24T14:37:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T14:52:16.536+07:00</updated><title type='text'>Lagu Hari Ini: Sonia</title><content type='html'>Kau Sebut Namaku&lt;br /&gt;Penyanyi: Sonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonia, kau sebut namaku&lt;br /&gt;Terpaut hati ku oleh senyummu&lt;br /&gt;Sonia, lembutnya suaramu &lt;br /&gt;Memanggil namaku dalam mimpiku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jiwa jadi bergelora &lt;br /&gt;Bila sesaat ku tak berjumpa&lt;br /&gt;Tak mungkin aku khianat &lt;br /&gt;Walau ku tahu penuh rintangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus terkarang disaat kasih membara&lt;br /&gt;Cinta pun terhalang oleh kedua orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasku coba menghindari&lt;br /&gt;Puas ku paksa melupakan&lt;br /&gt;Namun wajahmu tak dapat luput&lt;br /&gt;Tetap subur di sanubari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Ku inginkan belaian kasih sayang&lt;br /&gt;  Hari-hari dirimu aku rindu&lt;br /&gt;  Kudambakan sentuhan kasih suci&lt;br /&gt;  Gurauan mu yang manja, aku tergoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengertilah wahai kasih &lt;br /&gt;Pahamilah wahai sayang&lt;br /&gt;Mahligai cinta kita....&lt;br /&gt;Tak kan ada sepadannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh....Sonia..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115908433651718620?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115908433651718620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115908433651718620&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115908433651718620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115908433651718620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/lagu-hari-ini-sonia.html' title='Lagu Hari Ini: Sonia'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115856218979661806</id><published>2006-09-18T13:00:00.000+07:00</published><updated>2006-09-18T13:49:51.306+07:00</updated><title type='text'>Dear Manis (1): Nama Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini aku putuskan untuk memberi nama pada lembaran-lembaran putih ini. Ia yang selalu setia menemaniku di kala aku sedang merasa sangat butuh teman, namun pada saat yang bersamaan tak kutemukan seorang pun ada disisi ku. &lt;span class="fullpost"&gt;"Manis" adalah nama yang ku pilihkan untuknya karena ia selalu diam dengan manis saat mendengarkan semua keluh kesah ku. Ada pepatah yang mengatakan "paper is more patient than man", ternyata benar, &lt;em&gt;lho&lt;/em&gt;. Karena si Manis juga begitu. Tak perduli seberapa panjang dan seberapa lama aku menuturkan segala rasa yang aku punya, si Manis tetap saja sabar menunggu sampai akhir cerita. Setiap saat ia kelihatan tanpa lelah untuk mendengar semua cerita ku sampai akhir. Selamat buat mu, karena akhirnya kau punya nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku memulai hari seperti biasa. Tapi kali ini tidak bangun siang karena rencananya hari ini aku mau puasa, jadi aku bangun pukul 04.20 untuk sahur dan menunggu subuh. Setelah itu tidur lagi pasti. Kuliahku mulainya enggak terlalu pagi, pukul 10.00. Ya, sebentar lagi kan ramadhan, aku harus mengganti beberapa hari puasa ku yang bolong tahun lalu. Tinggal 2 hari lagi sisanya. Mudah-mudahan kuat, karena lagi panas banget hari ini. &lt;em&gt;Summer&lt;/em&gt; kelihatannya akan panjang tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun lagi pukul 07.30, masih cukup waktu untuk mandi dan benah-benah. Segala perlengkapan kuliah sudah ku siapkan malam tadi, tinggal benah-benah diri saja. Ambil handuk lalu langsung ke kamar manid. Jeebar....jeburrrr....jeeebar....jeburr...sabunan, sikat gigi dan Jeebar....jeburrrr....jeeebar....jeburr...lagi, dan mandi pun selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi, dilanjutkan dengan perawatan yang lain. Pakai baju dan jilbab, ambil tas manis ku, lalu berangkat. Suasana hati ku sedang senang hari ini. Sepanjang perjalanan aku tak lelah melihat ke kanan-ke kiri. Taman-taman di Dlehi ini memang lumayan bagus. Bunga-bunga dengan aneka rupa dan warna (kalau harum atau tidaknya aku enggak tau, belum pernah bekunjung, sih. Hee...) menghiasi taman yang berukuran cukup luas juga. Kendaran yang aku naiki untuk ke kampus bernama &lt;em&gt;oto-rikshwa&lt;/em&gt; (aku enggak tahu tulisannya benar atau salah), tapi aku menyebutnya dengan sebutan &lt;em&gt;oto&lt;/em&gt; saja. Perlu waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke kampus ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di kampus, aku ternyata ada kelas pukul 10.00, untung saja aku datang pagi hari ini. Padahal aku sebelumnya meutuskan untuk datang pukul 11.00 saja. Karena &lt;em&gt;toh&lt;/em&gt; aku enggak ada kelas pagi. Berhubung lagi puasa, ngapain juga aku di kamar enggak tentu ngerjain apa, jadi kuputuskan untuk pergi pagi. Ternyata ada hikmahnya juga. Masuk kelas, duduk, dengar, tapi enggak diam karena aku harus menjawab pertanyaan dan bertanya, catat, selesai. Keluar kelas, buru-buru ke internet kampus yang gratisan, soalnya harus berebut dengan yang lain. Dimana-mana ternyata sama aja, kalau judulnya gratis, pasti berebut. Sampai di lab-komputer ternyata penuh. Tuh kan? Aku harus nunggu selama 30 menit sebelum giliranku datang. Akhirnya dapat juga. Langsung aja buka &lt;em&gt;net&lt;/em&gt; n' &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi selamat buat mu lembar-lembar putih ku yang sabar. Semoga kau senang dengan nama yang kuberikan untuk mu. Salam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115856218979661806?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115856218979661806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115856218979661806&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115856218979661806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115856218979661806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/dear-manis-1-nama-baru.html' title='Dear Manis (1): Nama Baru'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115847584227965340</id><published>2006-09-17T12:52:00.000+07:00</published><updated>2006-09-17T20:20:19.956+07:00</updated><title type='text'>Selamat Ngenet, Rin!</title><content type='html'>Aku bangun kesiangan hari ini. Karena selesai subuh aku baru bisa tidur. Kepanasan, mana listriknya mati lagi, sampek jam 4.30 baru hidup, jadi sekalian tunggu subuh baru tidur. Bangun jam 12 siang, aku lalu mandi. Mungkin sejuknya air bisa membuat tenaga ku kembali lagi, tapi ternyata aku salah. Panasnya udara selama summer ini ternyata mempengaruhi air juga, karena airnya ikut-ikutan hangat. Waduh, &lt;span class="fullpost"&gt;mandi bukan tambah segar malah tambah gerah aja. Tapi aku &lt;em&gt;toh&lt;/em&gt; tetap arus mandi, soalnya badan ku uda mandi keringat malam tadi, entar mengganggu kesehatan orang-orang disekitarku. Haaa....haa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi, kuambil &lt;em&gt;lotion&lt;/em&gt; kesayangan. Selama berada di India, aku jadi rajin pakai &lt;em&gt;lotion&lt;/em&gt;, padahal sebelumnya aku paling cuek soal urusan kulit, maklum kulit ku berwarna gelap, jadi menurut ku enggak terlalu butuh perawatan. Tapi disini, udara mengharuskan aku untuk memakai, setidaknya &lt;em&gt;lotion&lt;/em&gt;, untuk menjaga kulit ku yang sudah gelap ini agar tidak bertambah gelap dan bersisik. Kalau cuma gelap masih lumayan, ini udalah gelap, bersisik pula. Ih...entar disangka ular pula. Selai itu kalau tambah gelap kan bahaya, entar pulang disangka orang Afrika pula, heee...heee...Selesai pakai &lt;em&gt;lotion&lt;/em&gt;, pakai pelembab wajah yang ada &lt;em&gt;sun-protection&lt;/em&gt; nya, taburin &lt;em&gt;compact-powder&lt;/em&gt;, trus pakek &lt;em&gt;lip-gloss&lt;/em&gt;, karena aku jarang pakek lipstik, kecuali saat-saat tertentu saja. Sisir rambut, pakek jilbab &lt;em&gt;n'&lt;/em&gt; baju, trus keluar kamar menuju &lt;em&gt;internet cafe&lt;/em&gt; setelah sebelumnya mengisi botol minum dengan air putih untuk bekal ngenet. Kalau enggak bawa air bisa dehidrasi nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di &lt;em&gt;internet&lt;/em&gt; terdekat aku harus kecewa karena belum buka. Orang India memang punya kebiasaan memulai usaha setelah matahari terbit. Pedagang yang banyak berada di depan gang kos ku ini saja kalau buka jam 8 atau jam 9 pagi, padahal ada yang berjualan sarapan pagi lho. Kalau di kita kan biasanya penjual sarapan pagi sudah ada mulai pukul 6. Apalagi untuk sebuah &lt;em&gt;internet cafe&lt;/em&gt;, dia bisa buka sesuka hatinya. Kalau malam sebelumnya si pemilik harus begadang sampek pagi karena ada pelanggan yang meminta, maka esok harinya, ia akan buka siang, sekitar jam 1 atau jam 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disini juga aneh. Masak ada tukang sayuran yang masih buka sampek jam 10, bahkan jam 11 malam. Mereka bahkan tidak punya kios khusus untuk berjualan. Mereka menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Aneh kan? Cukup cerita tentang orang dagang. Sekarang kembali kepermasalah ku yang kecewa karena &lt;em&gt;net&lt;/em&gt; terdekat belum buka. Aku akhirnya berjalan agak jauh untuk menemukan &lt;em&gt;net&lt;/em&gt; yang sudah buka. Ketemu, tapi aku harus kecewa lagi karena engak ada tempat. Jalan lagi tambah jauh. Air yang ku bawa kuminum seteguk. Ah..tengorokan ku pun terasa segar. Jalan menuju &lt;em&gt;net&lt;/em&gt; yang lain. Akhirnya ketemu dan enggak penuh. Langsung aku masuk dan duduk. Meletakkan barang bawaan ku, membuka &lt;em&gt;YM&lt;/em&gt; dulu baru &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt;. Uh..akhirnya aku sampai juga ke tempat tujuan. Selamat &lt;em&gt;ngenet&lt;/em&gt; buat ku. Salam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115847584227965340?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115847584227965340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115847584227965340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115847584227965340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115847584227965340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/selamat-ngenet-rin.html' title='Selamat &lt;em&gt;Ngenet&lt;/em&gt;, Rin!'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115830421627150246</id><published>2006-09-15T13:20:00.000+07:00</published><updated>2006-09-17T20:34:23.010+07:00</updated><title type='text'>Cerita Setahun Lalu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/foto.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini foto teman-teman satu kelas n' seorang dosen. Tapi aku enggak ada, soalnya waktu foto dibuat aku enggak kuliah karena sakit. Kasian kan?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuss....!!!&lt;br /&gt;Udara panas masuk ke dalam kamarku saat aku membuka pintu pagi ini. Aku ingin ke kamar mandi.Maklum saja, kamar mandi ku di tempat kos selama aku di India ini berada di luar, jadi aku harus berjalan keluar dan merasakan udara panas yang masih berhembus diluar sana. Sedikit kesal, aku berguman dalam hati mengapa musim panas ini belum juga mau pergi. Aku uda enggak tahan lagi. Ditambah mati lampu yang hampir setiap hari dan berjam-jam yang membuat kipas di kamar ku pun ikut mati juga. Kepanasan pastinya. Tapi mau apa lagi, ya dinikmati sajalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku tidak ada kelas. Departemen linguistik tempat aku menimba ilmu di India ini mengadakan acara penyambutan mahasiswa baru 'fresher party'menyambut setiap mahasiswa baru yang ada ditahun pertama sebagai tanda selamat datang dan selamat bergabung. Sehingga kelas ditiadakan untuk hari ini. Panitia pelaksana acara ini adalah mahasiswa yang telah berada di tahun kedua. Sebagai salah satu mahasiswa di tahun kedua, aku pun berkewajiban untuk datang, tapi aku merasa pusing dan badan ku sedikit demam, jadi aku membatalkan niat ku untuk datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini kalau di Indonesia disebut OSPEK atau kalau di kampus ku di Medan dulu disebut PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru). Konsep kedua acara, yang bertujuan sama ini, sangat bebeda. Tahun lalu saat aku menghadiri acara yang sama saat aku menjadi salah satu 'fresher' (begitu mereka menyebutnya), aku merasakan perbedaan itu. Waktu di kampus ku yang lama, masa penyambutan ini memakan waktu 1 mingggu, sedangkan disini hanya beberapa jam saja, tergantung banyak dan sedikitnya acara, tapi tidak sampai berhari-hari. Selain itu, jenis kegiatannya pun berbeda. Tentang kegiatan selama masa Ospek itu tak perlu ku jelaskan lagi, toh kebanyakan dari kita pasti tahu. Aku akan cerita tentang acara 'fresher party' saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini mereka merayakan acara ini dengan menampilkan beberapa pengisi acara yang sudah dipilih sebelumnya. Pengisi acara ini bisa dari kelompok panitia atau 'the fresher'. Jenis persembahan yang ditampilkan pun berbeda-beda. Ada tarian khas India, lagu India sudah pasti, baca puisi, vokal grup, main gitar, dan juga kesenian khas dari negara masing-masing, seperti tahun lalu ada mahasiswa asal Thailan, temanku satu kelas, mepertontonkan atraksi permainan pedang ala biksu Thailan. Namun ia enggak pakek pedang beneran, pedang kayu. Aku sendiri memilih untuk menyanyi saja, karena itu yang aku bisa, satu lagu berbahasa Indonesia dan saru lagu berbahasa India. Awalnya takut juga mau nyanyi India, takut ditertawakan karena pengucapan yang salah. Tapi yang kudapat malah sebaliknya, mereka (yang India-India itu) malah senang dan meminta ku untuk menyanyi sekali lagi. Bahkan seorang dosen ang hadir saat itu mengatakan bahwa aku bernyanyi lebih bagus dari penyanyi aslinya dan pengucapan ku pun lumayan bagus, dia bisa paham apa yang aku nyanyikan dan tidak kedengaran aneh. Seneng dong di puji? Pastilah! Tapi mungkin dia hanya menghiburku saja. Ah mana aku tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hari Jum'at. Sebelum acara dimulai, setiap panitia pelaksana kelihatan sibuk mempersiapkan semua keperluan. Setelah merasa beres, perwakilan dari panitia menjemput 'Head of Department(HOD)' yang sama posisinya seperti dekan dan para dosen yang kebetulan datang dan bisa menghadiri acara. Juga staf administrasi. Saat itu kami 'the fresher' sudah berada di dalam ruangan acara. Duduk yang manis di kursi masing-masing. Pembawa acara membuka acara dengan sedikit kata pembukaan dan menjelaskan tujuan dari acara itu sendiri. Di lanjutkan dengan kata-kata sambutan yang dimulai dari HOD dan satu perwakilan dari dosen. Setelah itu diselingi dengan penampilan pengisi acara yang sudah diatur sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, giliran 'the fresher' untuk memperkenalkan diri, seperti menyebutkan nama, agama, asal negara, dan lain-lain. Terkadang ada juga yang iseng bertanya tentang status. Saat giliran ku sampai, aku melangkah ke depan dan memperkenalkan diriku. Aku sebutkan bahwa aku dari Indonesia. Saat ku sebut kata Indonesia, ada yang bertanya "How is Indonesia after tsunami?". Lalu ku jawab, baik-baik saja, karena aku tak mau di tanya lebih lanjut yang pastinya akan memakan waktu untuk menjawabnya dan mungkin aku pun tidak tahu harus menjawab apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pun berlanjut. Di penghujung acara, diadakan pemilihan untuk 3 kategori mahasiswa baru, "the coolest", "the best ethnic dress", and "the most talented".&lt;br /&gt;Aku meraih gelar "the most talented fresher" karena lagu India yang kubawakan. tim penilainya adalah para dosen dan beberapa mahasiswa program Phd. yang juga hadir. Aku rasa dosen ku yang satu itulah yang telah memberi nilai lebih pada ku. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai acara, mereka mengadakan acara disko bersama. Yang satu ini aku enggak ikutan. Bukan karena enggak suka, tapi memang enggak pingin aja. Selesai acara, kami pulang ke rumah masing-masing tentunya, dan Senin paginya kuliah lagi seperti biasa. Untung ada waktu 2 hari untuk istirahat karena Sabtu kami tidak ada jadwal kuliah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115830421627150246?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115830421627150246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115830421627150246&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115830421627150246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115830421627150246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/cerita-setahun-lalu.html' title='Cerita Setahun Lalu'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115804506512696758</id><published>2006-09-12T14:09:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:11:55.200+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Karena Ku Wanita</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/bunga.4.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/bunga.3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi hari yang kulalui&lt;br /&gt;Waktu seakan tak lagi mau mengerti&lt;br /&gt;Akan gundah gulana hati&lt;br /&gt;Yang menanti dan terus menanti&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teguh hati laksana karang&lt;br /&gt;Yang tak urung tegar diterpa gelombang&lt;br /&gt;Lembut hati laksana sutra&lt;br /&gt;Yang mudah koyak dan terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau beribu tanya t'lah coba ku cerna&lt;br /&gt;Tak satu jawaban mampu ku terka&lt;br /&gt;Dari sisi hati sang arjuna&lt;br /&gt;Yang sembunyi di sudut jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tau waktu kan berlalu&lt;br /&gt;Ia pun tak pernah kan mau menunggu&lt;br /&gt;Namun hatiku bukanlah waktu&lt;br /&gt;Hingga ia kan pastilah menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu akan jawab&lt;br /&gt;Dari seribu tanya yang coba kutangkap&lt;br /&gt;Menunggu akan saat&lt;br /&gt;Dimana hati kita tertambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya waktu yang kan kuberi&lt;br /&gt;Jiwa raga ini pun jadi&lt;br /&gt;Bukti pengorbanan dan bakti diri&lt;br /&gt;Atas janji yang t'lah terpatri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu bertanya mengapa&lt;br /&gt;Karna inilah alasan aku mencinta&lt;br /&gt;Memberi tanpa batas meski mungkin tak berbalas&lt;br /&gt;Menanti tanpa lelah meski peluh terus membasah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lubuk hatiku berkata&lt;br /&gt;Meski mungkin tak terbalas&lt;br /&gt;Meski peluh terus membasah&lt;br /&gt;Aku kan mampu terus bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau tanya lagi siapa aku&lt;br /&gt;Karna kau pun sudahlah tahu&lt;br /&gt;Tapi tanyalah mengapa aku begitu&lt;br /&gt;Maka kan ku beri tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku adalah wanita mu....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115804506512696758?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115804506512696758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115804506512696758&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115804506512696758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115804506512696758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/puisi-karena-ku-wanita.html' title='Puisi: Karena Ku Wanita'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115709903482753072</id><published>2006-09-01T15:11:00.000+07:00</published><updated>2006-09-01T15:23:54.916+07:00</updated><title type='text'>Lagu Hari Ini</title><content type='html'>Benci Kusangka Sayang&lt;br /&gt;Penyanyi: Sonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih membasah luka, yang dulu pernah kau cipta&lt;br /&gt;Kau sayatkan kembali, diatas derita lama&lt;br /&gt;Tak pernah menjadi impian....&lt;br /&gt;Dan hitam bukanlah harapan...&lt;br /&gt;Mengering airmata, mengenang percintaan&lt;br /&gt;Yang kini tinggal igauan...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih segar diingatan, kenangan kita bersama&lt;br /&gt;Cinta yang telah berlalu, kusimpan jadi sejarah&lt;br /&gt;Biarlah ku jalani lara...&lt;br /&gt;Biarlah kan kutelan duka...&lt;br /&gt;Semoga kau mengerti, tak pernah kurestui&lt;br /&gt;Kepergian dirimu...sungguh menyayat hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Benar kata pujangga selasih kusangka mayang&lt;br /&gt;   Mayang ku sangkakan daun selada&lt;br /&gt;   Orang benci kusangka sayang&lt;br /&gt;   Namun diri tak merasa &lt;br /&gt;   Tetapi apakan daya..aa...aa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Kenang-kenanglah aku sayang&lt;br /&gt;      Rinduilah aku dalam ingatanmu&lt;br /&gt;      Yang telah tinggalkan ku selama ini&lt;br /&gt;      Jauh mengejar mimpi yang tiada pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar hujan datang berturun&lt;br /&gt;Takkan tawar rasa lautan cinta&lt;br /&gt;Ku khayalkan kasih mu memekakkan rasa&lt;br /&gt;Kiranya gerimis mu tawarkan lautan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115709903482753072?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115709903482753072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115709903482753072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115709903482753072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115709903482753072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/09/lagu-hari-ini.html' title='Lagu Hari Ini'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115700338602867347</id><published>2006-08-31T12:37:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T12:49:46.040+07:00</updated><title type='text'>Lagu Hari Ini</title><content type='html'>Semua Salahku&lt;br /&gt;Penyanyi: Titi DJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku...kini mengerti&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya&lt;br /&gt;Terjadi pada cinta kita&lt;br /&gt;Ini...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;** Sepatutnya...kau bicara&lt;br /&gt;   Jangan ada dendam&lt;br /&gt;   Mungkin semua tak terjadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huo..oo..oo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff: Kuserahkan semua k'arna kuyakin&lt;br /&gt;      Pada cinta mu kasih&lt;br /&gt;      Namun sekarang..&lt;br /&gt;      Bagaimana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Semua salah ku&lt;br /&gt;   Mengapa begitu mudah&lt;br /&gt;   Percaya pada mulutmu&lt;br /&gt;   Yang selalu berdusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua salahku...&lt;br /&gt;Namun bagaimana kini&lt;br /&gt;Semua t'lah terjadi&lt;br /&gt;Air yang keruh, tak bisa kembali &lt;br /&gt;Jernih.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115700338602867347?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115700338602867347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115700338602867347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115700338602867347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115700338602867347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/08/lagu-hari-ini_31.html' title='Lagu Hari Ini'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115683207407584929</id><published>2006-08-29T13:04:00.000+07:00</published><updated>2006-08-29T13:14:34.090+07:00</updated><title type='text'>Lagu Hari Ini</title><content type='html'>&lt;em&gt;Bahasa Kalbu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi: Titi DJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hu...u...u..&lt;br /&gt;Kau satu terkasih&lt;br /&gt;Kulihat disinar matamu&lt;br /&gt;Tersimpan kekayaan bathinmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam senyum mu&lt;br /&gt;Ku dengar bahasa kalbu&lt;br /&gt;Mengalun bening menggetarkan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;**Kini dirimu yang selalu&lt;br /&gt;Bertahta dibenakku&lt;br /&gt;Dan aku kan mengiringi&lt;br /&gt;Bersama...disetiap langkah ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Percayalah....&lt;br /&gt;Hanya diriku paling&lt;br /&gt;Mengerti kegelisahan jiwa mu kasih&lt;br /&gt;Dan arti kata kecewa mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih yakinlah...&lt;br /&gt;Hanya aku yang paling memahami&lt;br /&gt;Besar arti kejujuran diri&lt;br /&gt;Indah sanubari mu kasih&lt;br /&gt;Percayalah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115683207407584929?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115683207407584929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115683207407584929&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115683207407584929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115683207407584929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/08/lagu-hari-ini_29.html' title='Lagu Hari Ini'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115648519884420123</id><published>2006-08-25T12:49:00.000+07:00</published><updated>2006-08-25T12:57:16.486+07:00</updated><title type='text'>Lembaran Putih</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/diary.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/diary.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Senja hari ini begitu memerah. Laksana bara api yang ingin memanggang ku hidup-hidup. Namun tiba-tiba, guntur datang menggelegar, memecah kesunyian yang baru saja begitu damai ku rasa. Sedamai padang hijau yang dihiasi aneka bunga warna-warni dengan harum yang semerbak. Hujan pun turun dengan deras. Pertanda hari ini tidak akan terlewati terlalu panas seperti hari kemarin. Dan pertanda pula bahwa tak lama lagi musim panas ini pun akan berganti dengan musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku ambil buku catatan kecil yang ada diatas meja belajarku. Ku buka satu demi satu halaman yang ada didalamnya. Sudah satu tahun lalu buku itu aku kotori dengan segala uneg-uneg yang ada dalam hati ku, yang selalu menjadi tempat curhat atas segala resah dan gelisah, tempat ku tumpahkan segala sedih, senang, marah, tawa, canda, tangis, duka, bahkan dendam, dan tak lupa pula rasa rindu ku terhadap orang-orang terkasih yang untuk beberapa saat kedepan akan berada jauh dari ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar-lembar putih buku ini seakan menjadi saksi hidup akan perjalanan hidup yang telah aku lalui setelah aku jauh pergi merantau ke negri orang satu thun belakangan ini. Sebirat senyum sering tersungging dibibir kecil ku ketika ku baca apa yang pernah aku alami selama aku berada jauh dari tanah kelahiranku. Pernah suatu waktu aku merasa marah pada diri sendiri hingga aku memutuskan untuk tidak menyentuh makan, hanya minum. Tapi akhirnya aku jatuh sakit. Pernah pula aku merasa terlalu girang karena mendapat hasil ujian tengah semester yang lumayan bagus dan akhirnya memutuskan untuk makan sepuasnya. Ada pula saat dimana aku merasa kangen akan sentuhan tangan bunda yang cukup lama tidak membelai rambut ini. Aku menangis disudut kamar, membanyangkan angin malam yang dingin saat itu bisa membawaku kesisi bunda. Tempat yang paling teduh dan nyaman diatas dunia ini, buat ku. Aku kembali menangis. Namun sesaat aku teringat nasehat bunda bahwa ku tak boleh menangis atau menyesali diri saat sesuatu terjadi diluar keinginan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sadar, ternyata mencurahkan perasaan ke dalam tulisan itu ada manfaatnya juga. Aku jadi lebih bisa mengintrospeksi diriku dengan membaca setiap kejadian yng bisa aku tuliskan. Aku juga lebih bisa mulai mengenal siapa aku dan mulai belajar untuk sedikit memperbaiki sikap dan tingkah laku ku yang mungkin masih belum baik. Dan sejak saat itu, aku semakin suka untuk menuliskan setiap kejadian yang kuanggap suatu saat nanti akan beguna untuk di kenang. Dan untuk satu thun kedepan, karena aku masih berada di India ini, aku mungkin lebih sering menulis karena aku selalu merasa ingin untuk mengabadikan setiap momen yang aku alami selama aku tinggal disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hari-hari ku akan lebih berwarna. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115648519884420123?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115648519884420123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115648519884420123&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115648519884420123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115648519884420123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/08/lembaran-putih_25.html' title='Lembaran Putih'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115598833362398873</id><published>2006-08-19T18:46:00.000+07:00</published><updated>2006-08-19T18:52:13.640+07:00</updated><title type='text'>Puisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/pic%201.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/pic%201.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata itu indah&lt;br /&gt;Teduh damai bertahta&lt;br /&gt;Tiada takut akan luka&lt;br /&gt;Hingga airamata itu tak tumpah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tahu kau tahan berjuta rasa&lt;br /&gt;Rasa yang coba kau bagi padaku&lt;br /&gt;Namun tiada daya tuk kau kata&lt;br /&gt;Dan membuat ku diam terpaku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kau telah ukir berjuta kisah&lt;br /&gt;Lama menanti akan hari indah&lt;br /&gt;Kala sang fajar menerpa&lt;br /&gt;Wajahmu yang kan merona merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kala saat kau tak kuasa&lt;br /&gt;Menyimpan begitu banyak luka&lt;br /&gt;Namun ku juga sangat tahu&lt;br /&gt;Bahwa kau kan tetap maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tahu hatimu menyimpan sejuta beban&lt;br /&gt;Dan aku pun tahu kau kan tahan&lt;br /&gt;Karena hati mu tulus mengemban&lt;br /&gt;Amanat diri yang kau genggam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya ingin kau sadari&lt;br /&gt;Bahwa aku ada disini&lt;br /&gt;Tuk pahami sedih ini&lt;br /&gt;Dan agar kau pun tau aku perduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu , ku percaya, hari ini akan berganti&lt;br /&gt;Masa itu akan kembali&lt;br /&gt;Masa saat ia masih perduli&lt;br /&gt;Akan segala beban hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mu jua ku kan tetap ada&lt;br /&gt;Untuk mu jua ku kan diam disana&lt;br /&gt;Disudut ruang hati mu yang luas&lt;br /&gt;Menanti saat kau siap bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mu sahabat ku....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115598833362398873?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115598833362398873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115598833362398873&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115598833362398873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115598833362398873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/08/puisi.html' title='Puisi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115518862886488911</id><published>2006-08-10T12:39:00.000+07:00</published><updated>2006-08-10T12:43:48.866+07:00</updated><title type='text'>Lagu Hari Ini</title><content type='html'>Malam tak berbintang, terpaku sepi disini&lt;br /&gt;Hanya rembulan malam, senyum untuk ku&lt;br /&gt;Sering ku bertanya, pada hati ku ini&lt;br /&gt;Mengapa jatuh cinta pada dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kau kini tak sendiri lagi&lt;br /&gt;Kau telah berdua&lt;br /&gt;Namun entah mengapa sebabnya&lt;br /&gt;Aku..jatuh cinta&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ingin ku menepis semua&lt;br /&gt;Rasa dihati ku....&lt;br /&gt;Atau kubuang saja &lt;br /&gt;Kenangan bersama mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu berat untuk&lt;br /&gt;Melupakan dirimu....&lt;br /&gt;Kurasa kita tak mingkin lagi&lt;br /&gt;Bersatu.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Song by: Fitri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115518862886488911?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115518862886488911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115518862886488911&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115518862886488911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115518862886488911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/08/lagu-hari-ini.html' title='Lagu Hari Ini'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-115440552386526740</id><published>2006-08-01T11:09:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T11:44:29.126+07:00</updated><title type='text'>Balik Lagi Nih!</title><content type='html'>Tak terasa sudah dua bulan aku berada di kampung halaman yang selama hampir satu tahun belakangan ini aku tinggalkan karena alasan studi. Ya, seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya bahwa aku sekarang sedang berusaha menyelesaikan studi S2 ku di negeri seberang, India. Setelah selesai ujian tahun pertama ku kemarin, aku memutuskan pulang ke tanah air untuk sekedar melepaskan rindu pada keluarga, sanak saudara, dan teman-teman. Sebagian besar waktu habis ku lewati bersama semua orang-orang terkasih yang sudah hampir satu tahun aku tinggalkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu begitu cepat bagiku. Akhirnya hari itupun datang juga. Aku harus kembali ke Delhi untuk menyelesaikan studi ku yang akan memasuki tahun terakhir. Ada sedikit rasa sedih mengapa waktu harus begitu cepat berlalu disaat aku masih ingin berkumpul bersama orang-orang terkasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan untuk kembali ke Delhi pun aku lakukan dibantu oleh Bunda tercinta. Satu dari sekian banyak alasan mengapa aku berat harus kembali ke Delhi adalah BUNDA tersayang. Berat hati tuk melangkah setelah beberapa saat aku berada di pangkuannya. Tapi Bunda pulalah yang menguatkan hati ku untuk terus maju dan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Bunda terlihat sangat tegar untuk melepaskan kepergian ku,sam tegarnya seperti saat pertama kali dulu aku pergi. Kalau Bunda bisa kuat, mengapa aku tidak? Aku kan anak Bunda, maka aku harus kuat. Akhirnya, tibalah saat untuk berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku sudah berada di Delhi lagi, bahkan aku sudah memulai hari-hari kuliah ku di kampus Delhi University, tempat dimana aku berharap akan mendapatkan ilmu yang bisa bermanfaata kelak. Aku memulai lagi hari-hari ku yang dulu, hari-hari yang hanya berisi kuliah dan kuliah. Ku ingin waktu di Delhi berjalan cepat seperti saat aku berada di Medan, kampung halaman. Namun sepertinya aku harus kecewa. Karena semakin aku berharap waktu cepat berlalu, maka semakin lama dan lambat terasa hari berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok kedengarannya jadi sedih ya. Padahal enggak sebegitu amat. Karena aku senang bisa balik lagi ke Delhi. Itu artinya aku semakin dekat dengan hari penantian ku untuk menyelesaikan kuliah S2 ini. Apalagi aku mendapati hasil ujian yang lumayan bagus untuk semua mata kuliah tahun pertama. Aku lulus! Seneng dong, uda pasti lah! Siapa sih yang enggak ingin lulus dalam ujian. Lulus kan berarti aku enggak sia-sia menghabiskan waktu satu tahun disini dan tidak harus menambah satu tahun lagi karena tidak lulus. Itu juga berarti aku bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu. Seneng kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda terima kasih atas segala doa yang telah kau kirimkan untuk ku setiap saat, untuk segala dorongan dan dukunganmu padaku, untuk segala tetes airmatamu untukku, dan segalanya yang tak mampu ku sebutkan satu persatu. Ayahanda terima kasih juga atas segalanya yang telah kau korbankan untukku. Dan yang utama, syukurku padamu ya Allah SWT, yang telah begitu banyak menurunkan rahmat dan karunia-Mu padaku. Aku masih dan akan selalu memohon rahmat dan perlindungan-Mu untuk selalu menyertai ku dalam setiap langkah ku. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-115440552386526740?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/115440552386526740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=115440552386526740&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115440552386526740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/115440552386526740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/08/balik-lagi-nih.html' title='Balik Lagi Nih!'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114769639261360930</id><published>2006-05-15T18:40:00.000+07:00</published><updated>2006-05-15T19:33:12.663+07:00</updated><title type='text'>Pulkam Nih! Pulang Kampung Gitu...</title><content type='html'>Libur t'lah tiba...libur t'lah tiba...hore..hore..&lt;br /&gt;Akhirnya ujian panjang dan melelahkan itu selesai juga. Aku sudah berusaha sebisa yang aku mampu lakukan, tinggal manunggu hasilnya yang akan diumumkan akhir Juni nanti. Sekarang aku sudah mulai mamasuki liburan musin panas 'summer vacation' sampai lebih kurang 2 bln setengah kedepan. Tapi karena di India sedang summer dan kalau summer itu suasananya enggak enak banget, yang pasti PANAS....and....PANAS.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba aja bayangin, kita harus memasang pendingin ruangan 'cooler' selama 24 jam, dan kalau tidak, kita bisa mandi keringat yang beneran mandi keringat. Sekujur badan akan dialiri air keringat yang panas dan menggerahkan. Mau mandi untuk hilangin panas badan juga enggak berhasil, karena airnya juga panas. Yang agak sedikit menyegarkan adalah minum 'cold drink' yang harganya lumayan mahal, Rp.2.500.- untuk setengah liter dan aku biasanya minum 4 botol satu hari. Enggak tahan panas sih! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dihitung-hitung, pengeluaran selama summer ini lumayan meningkat. Jadi, setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku putuskan untik pulkam saja, alias pulang kampung! Lagipula aku uda &lt;a target="new" href="http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/05/kangen.html"&gt;kangen&lt;/a&gt; berat ama keluarga di Medan. Mamak, Bapak, adik, nenek, semuanya deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah dalam minggu ini aku sudah bisa berkumpul lagi dengan keluarga kecil ku di Medan. Banyak cerita yang ingin ku ceritakan. Sedih-senang, suka-duka, tawa-tangis, pokoknya semua rasa dan perasaan yang aku rasakan selama jauh dari mereka semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah dulu ya, soalnya belum ngepak barang bawaan pulang. Besok pesawatnya take off jam 4 sore waktu New Delhi. Sampai jumpa lagi. M E D A N....here i come!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114769639261360930?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114769639261360930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114769639261360930&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114769639261360930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114769639261360930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/05/pulkam-nih-pulang-kampung-gitu.html' title='Pulkam Nih! Pulang Kampung Gitu...'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114682402321942253</id><published>2006-05-05T16:25:00.000+07:00</published><updated>2006-05-05T17:25:48.676+07:00</updated><title type='text'>Kangen</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/home.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/home.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah lama sekali aku tidak mencurahkan apa yang aku rasa tentang hidup yang sedang aku jalani ini. Rasa yang ada dalam hati ini. Padahal sebelumnya aku selalu mencurahkan rasa senang dan sedihku walaupun hanya sekedar untuk berbagi kesenangan itu dan mengurangi kesedihan itu. Kalau selama ini aku tidak mencurahkan isi hatiku, bukan berarti saat ini aku tidak sedang senang atau tidak sedang sedih. Aku hanya tidak punya cukup waktu untuk mencurahkan perasaan ini karena aku sedang bertarung melawan ujian akhir tahun pertamaku untuk meraih gelar master (gelar yang tidak pernah dan bahkan tidak berani aku impikan sejak aku kecil karena keadaan ekonomi orangtua ku).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian ini berat dan melelahkan. Menguras seluruh tenaga dan pikiran apalagi ujian ini berlangsung saat awal dan punjak summer. Bisa kebayangkan susah dan panasnya, bahkan aku harus merubah jadwal makan dan tidurku, kapan aku sempat tidur, baru bisa tidur,dan kapan sempat makan, baru makan. Tapi hari ini aku tak ingin bercerita tentang segala keluh kesah ku tentang ujian yang 'sadis' ini. Karena sekarangkan sudah bukan zamannya lagi untuk banyak mengeluh. Yang penting tetap terus berusaha dan yakin bahwa aku mampu untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku saat ini sedang meresa kangen yang sudah hampir keluar dari kepalaku. Aku kangen sama mamak (sebutanku untuk ibu dirumah), bapak (sebutanku untuk ayah dirumah), adik lelaki ku, teman-teman ku, pokoknya semuanya deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kangen tawa mamak yang selalu bisa menghiburku, senyumnya yang selalu mampu untuk menyejukkan hatiku. Suara nyaring miliknya yang berbunyi lantang kalau sedang memarahi anak-anak yang sedang bermain dan merusak tanaman bunga kesayangannya. Masakannya pasti, celotehannya juga kalau aku lalai untuk mengerjakan tugas rumahku. Aku kangen semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak aku juga kangen padamu. Saat-saat dulu kita sering bercerita diberanda rumah sebelum aku terbang ke negeri Shak Rukh Khan ini adalah saat-saat yang akan selalu aku ingat. BApak sering memberiku banyak nasehat. Satu yang paling aku ingat betul adalah nasehat bapak yang berbunyi "Kalau didalam hidup kamu ingin berhasil, kamu harus banyak belajar dari setiap kegagalan yang pernah kamu alami, jangan menyerah atau putus asa. Perbaiki kegagalanmu dan maju terus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kangen semua masa kebersaanku bersama keluarga kecil itu, karena orangtuaku hanya punya dua anak, aku dan seorang adik lelaki ku yang saat ini sudah berusia 23 tahun. Aku tau orangtuaku pasti sering hanya tinggal berdua saja di rumah karena adikku sudah bekerja dan sering keluar kota Medan. Mereka pasti kesepian. Dan kalau sedah kesepian biasanya mamak suka membawa anak tetangga untuk main ke rumah. Kalau ada aku, kami (aku dan mamak) biasanya suka pergi belanja ke pusat pasar tradisional sekedar cuci mata atau membeli bahan-bahan untuk usaha kerajinan tangan kecil-kecilan milikku. Sekarang usaha itu dilanjutkan oleh mamak selama menunggu aku pulang. Saat-saat itu dulu sering kami lakukan berdua. Aku benar-benar kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin pulang bertemu dengan keluarga (terutama bapak, mamak, dan adikku). Dan insyaallah, setelah selesai ujian ini (pertengahan Mei nanti), aku sedah berada di rumah kecil ku, di kota kelahiranku Medan. Aku sedah tak sabar menunggu sat itu. semoga hari cepat berlalu, dan aku bisa menyelesaikan ujian ku dengan baik, sehingga sapat pulang dengan hati lapang. Amin ya rabbal 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114682402321942253?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114682402321942253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114682402321942253&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114682402321942253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114682402321942253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/05/kangen.html' title='Kangen'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114353715232774295</id><published>2006-03-28T15:49:00.000+07:00</published><updated>2006-03-28T16:12:32.483+07:00</updated><title type='text'>Purnama Merindu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/siti.3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/siti.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Song by: Siti Nurhaliza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermaknakah tiap baris kata-kata&lt;br /&gt;Ataukah hanya di bibir saja&lt;br /&gt;Bersungguhkah rindu yang engkau pamerkan&lt;br /&gt;Ataukah sekedar lakonan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Rindu....&lt;br /&gt;Telah melekat dalam hatiku&lt;br /&gt;Walau awan lalu rindu ku&lt;br /&gt;Tak berubah arah...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Purnama mengambang cuma berteman&lt;br /&gt;Bintang berkerlipan dan juga awan&lt;br /&gt;Siapa tahu rindu yang mencekam&lt;br /&gt;Di hati ku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta pada yang ada&lt;br /&gt;Aku merindu pada yang kasih&lt;br /&gt;Aku merayu padamu yang sudi&lt;br /&gt;Merinduku.....oh....oh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiaskanlah cinta di jari manisku&lt;br /&gt;Sinarkan bagai gemerlap kencana&lt;br /&gt;Tanamkanlah kasih dimercu kalbu...&lt;br /&gt;Serikanlah purnama yang merindu....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114353715232774295?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114353715232774295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114353715232774295&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114353715232774295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114353715232774295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/03/purnama-merindu.html' title='Purnama Merindu'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114327462906465731</id><published>2006-03-25T15:04:00.000+07:00</published><updated>2006-03-25T15:17:09.210+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Buku Hati Bunda</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rose.6.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rose.5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku Hati Bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda....&lt;br /&gt;Wajah teduhmu laksana samudera&lt;br /&gt;Panjang jalinan kasih mu&lt;br /&gt;Tiada terkira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali hasrat dinda ingin buka&lt;br /&gt;Buka buku hati bunda&lt;br /&gt;Ingin lihat apa yang tebuku indah&lt;br /&gt;Ingin coba cari arti senyum dan tangis bunda&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Katakan bunda&lt;br /&gt;Sungguh dinda tak kuasa mencari&lt;br /&gt;Apalagi mendapata arti senyum dan tangis itu&lt;br /&gt;Hanya lelah jua kini menghampiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun duga dan sangka dapat dinda raba&lt;br /&gt;Namun tak kunjung jua mampu merasa&lt;br /&gt;Arti pasti dari buku hati bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pasti yang dinda tahu&lt;br /&gt;Pengorbanan tuk besarkan seorang dinda&lt;br /&gt;Hanya bisa ditanggung buku hati seorang&lt;br /&gt;Bunda....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114327462906465731?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114327462906465731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114327462906465731&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114327462906465731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114327462906465731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/03/puisi-buku-hati-bunda.html' title='Puisi: Buku Hati Bunda'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114241701820694781</id><published>2006-03-15T16:25:00.000+07:00</published><updated>2006-03-15T17:03:38.250+07:00</updated><title type='text'>Curhat: Sedih Itu Datang Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/roses.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/roses.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau aku boleh memilih, tentu aku tak ingin sedih ini datang lagi. Siapa sih yang mau merasa sedih, tentu tidak ada bukan? Tapi mungkin saat ini adalah saat bagi ku untuk merasakan kesedihan ini. Walau dengan sedikit rasa yang tidak menyenangkan, aku tetap akan menerima kesedihan ini sebagai nikmat lain pemberian Tuhan, Allah SWT kepada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada yang bertanya penyebab dari kesedihan ini, maka aku sama sekali tidak akan dapat memberi jawaban. Karena aku memang tidak tahu. Ia datang begitu saja, tepatnya pagi tadi saat aku bangun dari tidur malam ku. Aku merasa kekosongan hati yang sangat mendalam. Aku tak mampu untuk melukiskan perasaan ku saat itu. Airmata ku tiba-tiba saja mengalir.&lt;span class="fullpost"&gt;Di saat yang bersamaan aku mendengar suara kumandang azan subuh dari luar kamar ku. Tak menunggu lama, aku lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menghadap-Nya, dan mungkin aku juga ingin mengadu tentang kesedihan yang saat itu sedang aku rasa. Untuk mencari sedikit pengobat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai salat, aku lalu mengambil Al-Qur'an kesayangan yang kubawa dari Medan, tanah kelahiran ku. Ku baca beberapa ayat Allah dan merasa seolah-olah Ia sedang memberi obat atas luka hati ku. Kuhentikan bacaan ku, dan aku memutuskan untuk istirahat kembali karena aku merasa sakit yang teramat sangat di kepala ku. Kurebahkan tubh ku, namun mata ku tak juga mau terpejam. Aku kembali menangis. Kali ini aku menangis bukan hanya karena perasaan kosong ini namun juga karena sakit kepala ku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ku sedih sekali. Mengapa aku harus menangis lagi. Padahal aku pernah berjanji untuk tidak menagis lagi. Aku berjanji untuk tetap kuat menghadapi segala cobaan hidup ku. Ku tak ingin ada airmata lagi. Namun hari ini, hatiku benar-benar ingin menangis. Biarlah, mungkin ini adalah tangis ku yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuharap.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114241701820694781?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114241701820694781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114241701820694781&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114241701820694781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114241701820694781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/03/curhat-sedih-itu-datang-lagi.html' title='Curhat: Sedih Itu Datang Lagi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114188946375716002</id><published>2006-03-09T13:39:00.000+07:00</published><updated>2006-03-09T14:31:03.796+07:00</updated><title type='text'>Cinta Itu Buta: Betulkah?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini.15.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rini.8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapakah orangnya yang tidak tahu dengan perlambangan cinta ini. Semua yang pernah bercinta pasti tahu dan pernah mendengar istilah ini. Sebagian dari mereka yang bercinta setuju dengan pendapat ini dan sebagian lainnya tidak. Yang setuju berpendapat bahwa cinta memang buta. Betapa tidak, dengan cinta yang benci bisa menjadi sayang, yang jauh terasa dekat, sakit menjadi sebuah kenikmatan, bahkan kesalahan bisa menjadi sebuah kewajaran. Semua ini mungkin saja terjadi dalam cinta. Bukankah itu berarti bahwa cinta memang buta?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalangan yang tidak setuju dengan istilah ini memberi alasan bahwa bukan cinta yang buta melainkan orang-orang yang terkena virus cinta inilah yang terkadang terkena penyakit 'buta', yaitu buta karena rasa cinta yang mereka rasakan. Sehinggga dengan alasan cinta, terkadang mereka-mereka yang bercinta bisa dan mampu melakukan hal-hal yang 'gila'. Misalnya, memutuskan untuk mengakhiri hidup disaat cinta yang ia jalani tidak berakhir dengan kebahagiaan, atau melawan kehendak orang tua yang tidak setuju dengan cintanya dan lari pergi sejauh-jauhnya dari orang tua yang telah menghidupinya sejak kecil, atau tega mengkhianati teman karib karena rasa cinta yang terpendam dalam hatinya terhadap pasangan teman karibnya, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Bukankah ini berarti bahwa bukan cinta yang buta, tapi orang yang bercinta itulah yang terkadang menjadi buta mata hatinya karena cinta, sehingga dapat melakukan hal-hal yang gla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi setuju dengan pendapat kedua karena cinta tidak mungkin buta. Karena kalau cinta itu buta maka logikanya kita semua yang merasakan cinta akan saling bertubrukkan satu sama lain. Selain itu, cinta bagi saya adalah naluri, perasaan mulia yang dimiliki manusia yang pada hakikatnya memiliki jiwa. Cinta adalah pemberian yang besar dari Allah SWT yang maha menyinta dan Allah SWT menganugrahkan perasaan ini kepada manusia untuk dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan selama di dunia yang fana ini. Dan dengan cinta, manusia diharapkan dapat menjalin hubungan kasih diantara sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, cinta dalam kehidupan anak manusia memiliki dimensi yang sangat luas. Bukan hanya sekedar hubungan antara dua anak manusia berlainan jenis saja. Cinta dapat dijadikan faktor dasar dalam membina hubungan keluarga, membantu dalam proses perkembangan anak, pengontrol hubungan sosial masyarakat, membina persahabatan. Bahkan cinta dapat menimbulkan keikhlasan dalam beribadah dalam kaitannya dengan hubungan manusia dengan Allah SWT dan antara manusia dengan Nabi Muhammad Saw karena adanya kekokohan ikatan hati yang ditimbulkan oleh cinta. Sehingga dapat dikatakan bahwa cinta itu laksana gravitasi alam yang menjaga setiap unsur dalam alam, bumi, galaksi, planet-planet agar tidak saling berbenturan dan akhirnya lenyap. Itulah cinta yang mengatur hidup manusia, sehingga terhindar dari permusuhan , kerusakan, dan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu luasnya dimensi cinta ini membuat kita bisa membanyangkan apa yang akan terjad bila cinta itu buta. Maka akan banyak terjadi kerusakan dan kehancuran. Jadi, benarkah cinta itu buta?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114188946375716002?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114188946375716002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114188946375716002&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114188946375716002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114188946375716002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/03/cinta-itu-buta-betulkah.html' title='Cinta Itu Buta: Betulkah?'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114181526669865957</id><published>2006-03-08T17:43:00.000+07:00</published><updated>2006-03-08T17:54:26.713+07:00</updated><title type='text'>Siti Nurhaliza: Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/siti.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/siti.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lagu Siti Nurhaliza yang berjudul 'Ibu' ini sangat berkesan buat ku. Saat pertama kali aku mendengar lagu ini, tak tahan airmata menetes dipipi. Haru, sedih, bahagia, senang, dan gembira bercampur jadi satu. Tapi yang pasti, penggambaran sosok seorang Ibu dalam lagu ini, menggambarkan sedikit banyaknya sosok Bunda ku tersayang. Lagu ini ingin ku bagi kepada teman semua yang pastinya sangat mencintai dan menyanyangi Ibu, bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBU&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebenarnya&lt;br /&gt;Terbuku di kalbu mu&lt;br /&gt;Apakah arti linang airmata dipipi mu&lt;br /&gt;Ungkapkanlah padaku&lt;br /&gt;Tak bisa kurangkainya&lt;br /&gt;Rah'sia yang kau pendam itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Aku hanya menduga&lt;br /&gt;Tidak mampu merasa sebenar-benar perasaan mu&lt;br /&gt;Pengorbanan yang kau lakukan&lt;br /&gt;Untuk dewasakan ku&lt;br /&gt;Hanya bisa ditanggung hati ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ku percaya&lt;br /&gt;Takkan terlerai kasih&lt;br /&gt;Ikatan ini takkan putus.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to **&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114181526669865957?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114181526669865957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114181526669865957&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114181526669865957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114181526669865957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/03/siti-nurhaliza-ibu.html' title='Siti Nurhaliza: Ibu'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114157327153664753</id><published>2006-03-05T22:34:00.000+07:00</published><updated>2006-03-06T15:24:26.543+07:00</updated><title type='text'>Resensi Novel Ayat Ayat cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/nias.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/nias.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagian Empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentakan lelaki berbaju kotak-kotak tersebut membuat semua mata penumpang metro tertuju kepada wanita bercadar putih. Ia lalu mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan dengan tidak memberikan duduk kepada tiga orang bule tersebut bukan karena mereka tidak tahu tata krama atau sopan santun. Tapi hanya karena mereka merasa dendam dan sakit hati atas tindakan penguasa Amerika yang suka melakukan tindakan kekerasan di mana-mana. Tindakan mereka adalah sedikit pelampiasan rasa kesal mereka. Kemudian pemuda berbaju kotak-kotak itu menambahkan bahwa dengan meminta maaf kepada wanita bule tersebut atas nama saudara seiman, seperti yang telah dilakukan wanita bercadar putih tersebut sama juga dengan penghianatan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cercaan dan hinaan terus diterima oleh wanita bercadar. Bahkan dia diserang oleh tiga orang pemuda sekaligus. Termasuk juga pemuda Arab yang baru berkenalan dengan Fahri di dalam metro tadi. Fahri mendengarkan semua hinaan itu dengan perasaan hati yang tidak nyaman sama sekali. Karena apa yang telah dilakukan oleh perempuan bercadar itu sama sekali bukan sebuah kesalahan, melainkan sebuah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh semua orang. Sampai akhirnya Fahri tidak dapat menahan rasa marah yang ada dalam dirinya saat salah seorang pemuda menyebut wanita bercadar itu sebagai perempuan 'pelacur'. Hal ini sudah melewati batas dan harus dihentikan. Fahri lalu berjalan mendekati para pemuda yang sedang mengerumuni perempuan bercadar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahri mengajak semua penumpang yang ada didalam metro untuk beristiqfar, menyebut nama Allah. Cara ini adalah cara ampuh yang biasa digunakan penduduk Mesir untuk meredam amarah dan emosi seseorang. Ajakan Fahri pun disambut oleh semua penumpang yang berada berdekatan dengannya. Para pemuda yang sedang emosi itu pun melakukan hal yang sama. Kemudian Fahri menegur seorang pemuda yang mengatakan perempuan bercadar sebagai wanita pelacur. Namun, pemuda setengah baya itu malah marah dan menghardik Fahri untuk tidak ikut campur urusan orang Mesir. Ia marah karena Fahri kelihatannya membela wanita bercadar putih. Terlebih lagi ia tahu bahwa Fahri bukan orang Mesir, jadi ia memerintahkan Fahri untuk mengurus saja urusannya sendiri jangan campuri urusan orang Mesir. Fahri kembali menagajak beristiqfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan metro pun terus melaju kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/renensi-novel-ayat-ayat-cinta.html"&gt;Bagian tiga baca disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114157327153664753?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114157327153664753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114157327153664753&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114157327153664753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114157327153664753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/03/resensi-novel-ayat-ayat-cinta.html' title='Resensi Novel Ayat Ayat cinta'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114088079761299069</id><published>2006-02-25T22:01:00.000+07:00</published><updated>2006-02-25T22:23:54.430+07:00</updated><title type='text'>Siti Nurhaliza: Purnama Merindu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/siti.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/siti.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin ada yang bertanya mengapa saya suka sekali mem-posting tentang dara manis asal negeri tetangga jiran Malaysia ini. Jawabannya singkat saya, saya memang penggemar berat encik Siti dari awal kemunculannya dengan lagu "Betapa Ku Cinta Padamu". Sejak saat itulah kesukaan saya kepadanya bermula. Dimata saya, encik Siti adalah seorang gadis sederhana yang memiliki segudang prestasi yang luar biasa. Namun hal ini sama sekali tidak membuat dirinya menjadi sosok yang angkuh apalagi sombong. Dalam setiap penampilannya, kesan sederhana dan bersahaja lah yang selalu terpancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu berikut adalah satu dari sekian banyak lagu Siti Nurhaliza yang saya sukai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PURNAMA MERINDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermaknakah tiap baris kata-kata&lt;br /&gt;Ataukah hanya di bibir saja&lt;br /&gt;Bersungguhkah rindu yang engkau pamirkan&lt;br /&gt;Ataukah sekedar lakonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Rindu...telah melekat dalam hatiku&lt;br /&gt;Walau awan lalu rinduku...&lt;br /&gt;Tak berubah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Purnama mengambang cuma berteman&lt;br /&gt;Bintang berkerlipan dan juga awan&lt;br /&gt;Siapa tau rindu yang mencekam di hatiku...&lt;br /&gt;Aku meminta pada yang ada&lt;br /&gt;Aku merindu pada yang kasih&lt;br /&gt;Aku merayu padamu yang sudi&lt;br /&gt;Merinduku.....oh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to** and Reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Purnama mengambang ramai memandang&lt;br /&gt;Bila embun pun datang bintang purnama&lt;br /&gt;Sendirian bertemankan malam&lt;br /&gt;Sepi....&lt;br /&gt;Aku meminta pada yang ada&lt;br /&gt;Aku merindu pada yang kasih&lt;br /&gt;Aku merayu padamu yang sudi&lt;br /&gt;Merinduku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiaskanlah cinta di jari manis&lt;br /&gt;Sinarkan bagai gemerlap kenca&lt;br /&gt;Tanamkanlah kasih di mercu kalbu&lt;br /&gt;Serikanlah purnama yang merindu....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114088079761299069?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114088079761299069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114088079761299069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114088079761299069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114088079761299069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/siti-nurhaliza-purnama-merindu.html' title='Siti Nurhaliza: Purnama Merindu'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-114025232053103226</id><published>2006-02-18T15:24:00.000+07:00</published><updated>2006-02-18T15:45:20.586+07:00</updated><title type='text'>Ujian Sudah Dekat</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/ujian.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/ujian.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanpa terasa saat ini sudah memasuki bulan Februari. Setelah bulan ini bulan Maret pun tiba. Sudah hampir delapan bulan aku berada di India ini sejak kedatangan ku pada pertengahan Juli 2005 lalu. Kalau aku ingat-ingat lagi, saat pertama kali datang dulu, aku sudah ingin langsung pulang saja. Enggak kerasan! Setiap saat selalu teringat akan keluarga yang jauh di Medan. Namun, akhirnya aku mampu juga untuk bertahan sampai hari ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kuliah ku juga pada awal semester lalu juga tidak terlalu baik. Seiring berjalannya waktu, syukur pada Allah SWT, yang Maha Pemurah, aku bisa melewati semester pertama ku dengan lumayan baik. Ujian besar kini sedang menanti ku didepan mata. Ujian akhir tahun pertama ku di University of Delhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian ini akan diadakan pada awal minggu bulan April. Walaupun masih ada waktu sekitar satu bulan lebih, tapi aku belum-belum sudah merasa enggak karuan. Semakin mencoba untuk belajar, aku semakin takut saja. Teman-teman satu kelas ku banyak membantu ku memberikan gambaran tentang bagaimana tata-cara ujian di India, khususnya di kampus sekarang aku belajar. Dari cara menjawab dan bagaimana memulai jawaban mereka terangkan satu persatu. Mereka memaklumi keadaan ku yang baru pertama kali akan melalui ujian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang pasti bahwa aku harus belajar dan belajar dan belajar...rrr...mulai dari sekarang. Persiapan ku harus lengkap. Ibarat aku akan pergi perang, maka aku harus memiliki senjata yang cukup untuk memenangkan peperangan ini. Jangan sampai aku gagal kalau aku ingin cepat kembali ke tanah air, ke Medan, dan berkumpul kembali dengan kelurga ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dan berdoa, itu lah yang akan aku lakukan. Semoga Allah SWT selalu bersama ku. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-114025232053103226?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/114025232053103226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=114025232053103226&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114025232053103226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/114025232053103226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/ujian-sudah-dekat.html' title='Ujian Sudah Dekat'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113932278313290565</id><published>2006-02-07T21:05:00.000+07:00</published><updated>2006-02-07T21:33:07.386+07:00</updated><title type='text'>Penggalan Cerita Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini.13.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rini.6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini tak ingin aku lewati tanpa warna. Ingin rasanya kulukiskan indah hati yang saat ini sedang menggelantung manis di langit hati bertahta mahkota cinta dari ribuan asa yang ingin aku raih. Jauh sudah banyangan mimpi yang lama sudah terpendam dalam diri pergi meninggalkan jiwa yang hampa menanti pasti akan datangnya hari itu. Hari kala aku mampu untuk menatap hidup dan kenyataan hidup yang terkadang sulit untuk aku lalui. Hati kini sudah mulai mengerti dan menyadari bahwa hidup ini tidak selamanya hanya berlukiskan sedih dan duka. Adakalanya bahagia hinggap sesaat untuk menghibur pasti.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lara kini seakan sudah mulai berangsur-angsur pergi menjauh dari hati. Ia seperti tak ingin berlama-lama lagi bersemanyam dan menjadi duri dalam kehidupan hati. Terima kasih ingin sekali aku beri, pada siapa pun yang pernah bantu mengusir sepi dan sedih hati. Ku tak ingin orang kan mengira hati ku lupa diri. Hanya ingat pada mereka saat hati ini luka dan lupa mereka saat hati ini bahagia. Ku berjanji pada hati akan menyongsong hari nanti dengan lebih berani dan percaya diri. Ku yakinkan hati bahwa semua ini akan dapat aku lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman....aku masih butuh belaian kasih dan pendorong hati. Agar jiwa ini tak hampa lagi. Ku ingin membagi apa yang bisa aku bagi dan beri. Semoga kau semua masih mau untuk mengerti hati ini. Teman....ku tak akan lupa akan hari-hari yang sudah kita lewati. Ku tau masa tak akan kembali, tapi ku tak ingin bahagia ku kala bersama mu terlewati anpa arti. Ku ingin mengenang semuanya dalam hati ini. Semoga kau jua mau untuk terus berbagi sampai nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Tuhan yang Maha Pemberi Rahmat. Ku tau tanpa rahmat dan karunia dari-Mu aku bukanlah siapa-siapa. Ku tak mampu untuk tidak meminta bantuan padamu. Karenanya, bantulah aku, dampingin aku selamanya. Karena hanya dengan itu aku memiliki kenyakinan untuk terus melangkah maju, meniti hari ku yang masih panjang ini. Ku tak mampu untuk melukiskan besarnya rasa syukur dan terima kasih ku pada-Mu. Kata-kata yang aku miliki seakan tak mampu untuk mewakili perasaan hati ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan cerita hati ini aku yakin akan terus berkisah. Selama hati ku masih mampu untuk merasa dan merasa. Aku yakin ia tak akan berhenti. Cerita hati ini akan berubah mengikuti irama kehidupan yang sedang bernyanyi mencari bait-bait syair yang pantas dan sesuai. Hati berharap agar lagu yang ia ciptakan kelak dari penggalan cerita hati ini akan bisa dikenang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113932278313290565?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113932278313290565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113932278313290565&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113932278313290565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113932278313290565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/penggalan-cerita-hati.html' title='Penggalan Cerita Hati'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113931633110864697</id><published>2006-02-07T18:37:00.000+07:00</published><updated>2006-03-05T22:42:36.176+07:00</updated><title type='text'>Renensi Novel Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/woman.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/woman.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagian Tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pandangan heran setiap penumpang tidak menyurutkan niat perempuan bercadar untuk memberikan duduk pada nenek bule tersebut. Nenek bule tersebut pun akhirnya mendapat tempat untuk melepas rasa lelah yang sudah menggelantung didirinya. Setelah nenek bule tersebut duduk, perempuan bercadar kemudian terlibat pembicaraan dengan wanita bule muda, mungkin anak atau cucu nenek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Metro pun terus melaju. Perempuan bercadar terlibat pembicaraan dengan perempuan bule muda yang tadi ikut serta dalam rombongan tiga orang bule. Karena jarak yang tidak terlalu berjauhan, Fahri dapat mendengar percakapan mereka. Terdengar oleh Fahri perbincangan mereka yang saling berkenalan satu sama lain. Perempuan bercadar ternyata sangat fasih berbahasa Inggris. Sangat berbeda dengan kebanyakan penduduk Mesir yang susah fasih berbahasa Inggris. Dalam percakapan mereka, perempuan bercadar juga meminta maaf pada perempuan bule atas tindakan tidak ramah saudara seiman terhadap neneknnya yang sudah tua. Perempuan bule menjawab bahwa hal tersebuat wajar terjadi. Udara begitu panas dan mereka mungkin merasa kelelahan dan dalam rasa lelah seseorang terkadang sulit untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar percakapan mereka, seorang pemuda Mesir berbaju kotak-kotak yang berada tak jauh dari mereka dan paham atas pembicaraan mereka tiba-tiba saja berdiri dan menghardik perempuan bercadar dengan sangat kasar. Perempuan bercadar terkejut mendapat serangan yang mendadak ini. Meskipun Fahri tidak dapat melihat langsung ekspresi keterkejutan di wajah perempuan bercadar, tapi ia dapat melihat dari bentuk matanya yang terbelalak, dahi yang sedikit berkerut, dan pandangan yang sedikit menyelipkan rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/resensi-novel-ayat-ayat-cinta_27.html"&gt;Bagian Kedua Klik Disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113931633110864697?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113931633110864697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113931633110864697&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113931633110864697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113931633110864697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/renensi-novel-ayat-ayat-cinta.html' title='Renensi Novel Ayat Ayat Cinta'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113915198478977693</id><published>2006-02-05T21:23:00.000+07:00</published><updated>2006-02-06T14:43:32.530+07:00</updated><title type='text'>Dunia Ku Yang Kecil</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rose.4.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rose.3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat berdiri didepan cermin pagi ini, aku merasa sangat bersyukur pada Allah SWT yang sudah memberi ku begitu banyak rahmat dan karunia selama hidup ku. Aku terus memandangi diri yang terbias dari dalam cermin dengan terus bersyukur. Kembali aku teringat akan perjalanan hidup yang sudah aku lalui sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku dilahirkan ke dunia ini melalui perantara rahim bunda ku tersayang, aku hanyalah sebuah tubuh kecil yang tak berdaya. Tak punya kuasa untuk melakukan apa-apa. Aku hanya bisa menangis dan mencoba meraih tangan bunda yang hangat untuk ku jadikan pegangan jiwa yang hampa, kosong tiada warna. Dalam jarak pandang yang masih terbatas, aku mencoba untuk mengenal wajah dunia ciptaan Allah SWT yang luas ini melalui wajah bunda yang teduh dan anggun. &lt;span class="fullpost"&gt;Laksana bidadari penerang hidup, wajah itu terus menemani dan memberi cahaya penerang selama aku belum mampu untuk menentukan arah mana yang harus aku jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulus cahaya bunda yang selalu menemaniku, tidak hanya menjadi cahaya penerang namun juga penyokong tubuh kecil ku. Dalam peluknya, aku bisa merasakan kehangatan dan kesejukan jiwa. Detakan jantung bunda saat mendekapku adalah irama melodi kehidupan yang pertama kali aku kenal. Suara merdu bunda saat menidurkanku adalah nyanyian indah yang pertama aku ingat. Saat ku telah mampu untuk menopang tubuh kecil ku ini, kau adalah orang pertama yang menangis bahagia untuk ku. Bunda, cinta dan kasih tulus mu telah membuat ku tegar untuk menghadapi segala yang akan terjadi dalam hidup ku. Dan aku juga tau bahwa kau akan selalu berada tak jauh dari ku untuk tetap menjaga dan menolongku saat aku berada dalam susah dan gelisah. Ya...Allah yang Maha Agung, terima kasihku pada-Mu karena Kau telah memberiku anugrah yang begitu besar sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahanda...kau adalah kekuatan lain yang aku miliki. Tak kuingat sudah berapa ribu juta cucuran keringat yang keluar dari tubuhmu hanya untuk membesarkan tubuh kecilku yang tak berdaya. Kalau ujung lautan tidak dapat kulihat jelas, maka lukisan peluh laksana lautan yang terpanjar diwajah mu dapat dengan jelas aku lihat. Ku tak ingat sudah berapa ribu juta kali aku membuat lukisan itu semakin tebal dan tebal di wajah mu. Maaf kan ananda kalau sampai hari ini ananda belum bisa membuat lukisan peluh itu menjadi samudera dan lautan yang teduh dan maha agung agar kita semua dapat hidup didalamnya dengan berjuta bahagia. Maaf kan juga ananda kalau sampai hari ini masih saja membuat lautan peluh di wajah ayahanda semakin terkuras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, dengan kuasa dan rahmat dari-Nya, ananda akan coba sekuat tenaga untuk memberikan warna yang terbaik untuk melukiskan dunia kecil ananda yang adalah milik Allah SWT yang saat ini diserahkan sementara pada bunda dan ayahanda dengan warna yang dapat memberi rahmat kepada semua orang, sehingga juga mampu melukiskan dunia ayahanda dan bunda dengan warna yang sama agar kita bisa bersama menjaga warna itu selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahanda dan Bunda ku, kasih sayang kalian berdualah yang sudah membawaku berjalan jauh dalam dunia ku yang kecil ini. Doa tulus mu berdua akan selalu menjadi obor penerang jalan ku yang terkadang gelap tanpa cahaya. Ya...Allah, berilah aku daya untuk berbuat yang terbaik dalam mengisi dunia ku yang kecil ini, sehingga kecilnya duniaku tidak membuat aku menjadi manusia yang kecil pula. Namun sebaliknya, bisa menjadikan ku manusia yang besar dalam dunia ku yang kecil sehingga aku bisa membawa mereka yang menyanyangi ku masuk bersama kedalamnya. Amin ya Rabbal'alamin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113915198478977693?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113915198478977693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113915198478977693&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113915198478977693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113915198478977693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/dunia-ku-yang-kecil.html' title='Dunia Ku Yang Kecil'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113878422260333157</id><published>2006-02-01T15:21:00.000+07:00</published><updated>2006-02-02T22:04:02.153+07:00</updated><title type='text'>Siti Nurhaliza: Wajah Kekasih</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/siti.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/siti.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wajah Kekasih&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku menyaksikan dedaun kekeringan&lt;br /&gt;Gugur ke bumi, gersang tiada penghuni&lt;br /&gt;Bagai mentari awan kesuraman&lt;br /&gt;Bagaikan waktu yang terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku menyaksikan seraut wajah cinta&lt;br /&gt;Yang kehampaan tiada lagi bermaya&lt;br /&gt;Kini kehilangan sebuah harapan&lt;br /&gt;Bagaikan cinta yang terkubur&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Adakah mungkin untuk ku menghindari&lt;br /&gt;Goresan kasih luka di hati&lt;br /&gt;Jiwa ku resah apakah kesudahan&lt;br /&gt;Kecewa atau pun bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Ku yakinkan diri demi rinduku&lt;br /&gt;Penawar hanya dari wajah kekasih&lt;br /&gt;Walaupun rintangan datang menduga&lt;br /&gt;Ku tempuhinya karna cinta membara&lt;br /&gt;Oh....mimpi yang terindah&lt;br /&gt;Jelmalah dalam nyata&lt;br /&gt;Wajah-wajah kekasih......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mengharapkan ikatan kemesraan&lt;br /&gt;Antara kita akan terlaksana jua&lt;br /&gt;Walau pun impian dalam kekaburan&lt;br /&gt;Ku yakin padamu&lt;br /&gt;Oh....Tuhan.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113878422260333157?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113878422260333157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113878422260333157&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113878422260333157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113878422260333157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/02/siti-nurhaliza-wajah-kekasih.html' title='Siti Nurhaliza: Wajah Kekasih'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113861435131130622</id><published>2006-01-30T16:16:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T16:47:21.993+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Kilau Asa Menyibak Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rose.3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rose.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Lanjutan.....&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peting apa? Ayo buruan aku mau cepat pulang nih.Uda 'LB' (lapar berat)."&lt;br /&gt;"Bentar aja Di. Besok lu ada waktu enggak Di? Temanin aku ke kursus vokal dong."&lt;br /&gt;Mendengar permintaan Arista aku sedikit terkejut.&lt;br /&gt;"Apa! Kursus vokal? Serius lo Ta?"&lt;br /&gt;"Iya. Aku serius. Serius banget pun. Aku dah daftar dan besok itu adalah hari pertama mulai kursusnya. Aku harus datang, Di. Tapi aku malu kalo harus datang sendiri."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat terakhir Arista malah semakin membuat aku heran. Soalnya Arista terkenal cuek abis, kenapa bisa ketiban 'sakit' malu.&lt;br /&gt;"Malu? Apa enggak salah Ta! Yang bener aja lo, masak cuma kursus aja malu."&lt;br /&gt;"Kursusnya enggak malu, pergi sendirinya yang malu. Udah de Di, jangan nanyak melulu. Mau anterin aku enggak nih besok?"&lt;br /&gt;"Iya deh, aku anterin. Lagian aku pingin tau kayak mana seorang Arista kursus vokal."&lt;br /&gt;"Oh, ya Di! Jangan bilang siapa-siapa ya kalo aku les vokal."&lt;br /&gt;"Beres!" Jawab ku memotong perkatan Arista selanjutnya. Soalnya 'cacing' di perutku uda pada minta dikasi makan. Aku bergegas mengambil tas dan melangkah keluar kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel tanda pelajaran telah selesai pun berbunyi. Hari itu cuaca sangat panas. Kalau tidak ingat hari ini aku ada janji untuk menemani Arista kursus vokal, aku mungkin sudah langsung berlari menuju halte di depan sekolah ku dan mengejar bus yang akan membawa ku pulang ke rumah. Karena sudah janji dan janji harus ditepati, aku mengurungkan niat ku. Selesai merapikan buku pelajaran, aku melangkah mendekati Arista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ta, jadi hari ini kursusnya?"&lt;br /&gt;"Jadi dong! Tapi sebelumnya kita makan siang dulu, kalau kau mau salat juga bisa, aku lagi 'libur'. Kursusnya baru mulai jam 2.30. Masih ada waktu 1 jam lagi."&lt;br /&gt;Perkataan Arista menggambarkan seolah-olah ia paham betul apa yang ada di kepala ku. Aku memang sudah lapar karena pagi tadi tidak sempat sarapan, dan sekarang sudah masuk waktu untuk salat dzuhur. Kami menuju ke kantin sekolah untuk makan siang. Aku memilih menu kesukaan ku, nasi soto. Arista juga memilih menu yang sama. selesai makan, aku permisi menuju mushalah sekolah untuk salat dzuhur. Arista menungggu ku di kantin. Kulihat jam ku menunjukkan waktu pukul 1.50 siang. Semoga kami tidak terlambat. Kasihan Arista kalau sampai terlambat karena aku lihat ia semangat sekali untuk ikut kursus ini. Selesai salat, aku buru-buru menemui Arista yang menunggu ku di kantin sekolah. Tepat pukul 2 siang, kami berangkat ke tempat kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan menuju tempat kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113861435131130622?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113861435131130622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113861435131130622&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113861435131130622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113861435131130622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/cerpen-kilau-asa-menyibak-_113861435131130622.html' title='Cerpen: Kilau Asa Menyibak Mimpi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113833879055418125</id><published>2006-01-27T11:50:00.000+07:00</published><updated>2006-01-27T12:20:57.930+07:00</updated><title type='text'>Resensi Novel: Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/metro.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/metro.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Metro&lt;/em&gt; memasuki &lt;em&gt;mahattah&lt;/em&gt; (stasiun), pintu &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt; terbuka dan beberapa penumpang keluar. Fahri masuk dan mencoba mencari tempat untuk duduk karena perjalanan yang akan ditempuhnya lumayan jauh. Namun sayang, semua kursi telah terisi. Akhirnya Fahri memilih berdiri di dekat pintu dan bersandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penduduk Mesir, terutama Kairo, &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt; dapat dikatakan sebagai sarana transportasi kebanggan karena memang lumayan canggih sih. Ini dapat terlihat dari suasana yang ada di beberapa &lt;em&gt;mahattah&lt;/em&gt; seperti di Attaba, Tahri, Ramsis yang kelihatan modern daan canggih. Sehingga masyarakat Mesir mengatakan kalau anda berada di &lt;em&gt;mahattah metro &lt;/em&gt;Tahrir dan Tamsis, itu sama saja seperti anda berada di salah satu &lt;em&gt;mahattah metro &lt;/em&gt;yang ada di Paris.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Fahri terus berlanjut. Di dalam &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt;, Fahri bertemu dengan deorang pemuda Mesir, Ashraf, yang mengira pada awalnya bahwa Fahri adalah orang Cina. Memang ini adalah kebiasaan orang Mesir yang susah memebedakan antar orang Asia Tenggara dengan Cina. Mereka pun lantas berbincang-bincang. Perbincangan berkisar mengenai olahraga sepak bola yang sangat digandrungi orang Mesir. Perbincangan terus berlanjut, dan Ashraf sangat senang ketika tau bahwa Fahri adalah seorang mahasiswa pascasarjana Al Azhar dan lebih kaget5 lagi karena ia tahu bahwa Fahri hendak pergi ke Shubra untuk &lt;em&gt;tallaqi&lt;/em&gt;pada Syaikh Utsman yang terkenal di seantero kota Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang asik berbincang, tiga orang Amerika memasuki &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt;. Dua orang wanita, yang satu masih muda dan yang lainnya seorang nenek lanjut usia, dan seorang lelaki muda. Mungkin mereka adalah satu keluarga. Sang nenek kelihatan sangat kelelahan. Wajahnya diselimuti cucuran keringat dan kulitnya terlihat pucat. Dia berulangkali terlihat mereguk air putih dari dalam botol yang dibawanya. Sang pemuda mencoba meminta kepada penumpang &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt; yang ada didekatnya untuk memberi neneknya duduk. Namun tidak ada satu orang Mesir pun yang mau. Sang nenek seolah-oleh sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, dan kelihatannya lebih memilih untuk duduk di lantai &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt;. Namun belum sempat sang nenek melakukan itu, seorang wanit Mesir bercadar putih berteriak menahan sang nenek untuk melakukan hal itu. Dan hal itu membuat setiap orang Mesir yang ada disekitarnya memandang wanita Mesir itu dengan rasa heran bercampur marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/resensi-novel-ayat-ayat-cinta.html"&gt;Bagian pertama klik disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113833879055418125?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113833879055418125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113833879055418125&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113833879055418125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113833879055418125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/resensi-novel-ayat-ayat-cinta_27.html' title='Resensi Novel: Ayat Ayat Cinta'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113827582112300577</id><published>2006-01-26T18:14:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T18:43:41.166+07:00</updated><title type='text'>Memori: Dingin......</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/blue.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/blue.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam di New Delhi saat ini begitu dingin karena saat ini memang sedang memasuki musim dingin. Bagi masyarakt disini cuaca ini masih lebih baik karena mereka baru saja melewati musim panas yang tak kalah hebatnya, namun bagiku yang belum pernah merasakan suasa seperti merasa ini adalah sebuah ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hari demi hari aku sudah mulai terbiasa dengan dingin ini. Namun malam ini, dingin ini semakin parah karena suasana hatiku juga sedang &lt;em&gt;dingin&lt;/em&gt; seperti suasana di luar kamar kost ku. Entah lah, mengapa rasa ini begitu saja muncul. Mungkin karena aku tinggal jauh dari rumah dimana orang-orang yang aku sayangi saat ini sedang berkumpul. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih menggelantung 'indah' di relung hatiku. Tiada daya diri untuk berlari jauh membuang sedih ini. Semua kenangan hidup, sedih senang, tangis tawa, caci maki, umpat puji, keluh kesah, duka bahagia, dan berjuta memori yang telah lama terpendam seakan terpampang kembali di depan mata. Seolah-olah saat itu hidup kembali, dan membuat ku susah bernapas. Dada terasa sesak, hati terasa perih tersayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuasa menahan perih, airmata pun jatuh membasahi pipi. Yah, hanya ini yang bisa aku lakukan. Oh,...sungguh malang nasib mu tetesan airmata ku. Hanya karena luka hati yang 'tak seberapa' ini, kau harus jatuh terbuang percuma. Andai aku kuasa, sungguh tak ingin aku memebuang mu begitu saja. Namun luka hati yang 'tak seberapa' ini tak kuasa untuk ku tutupi dan obati. Tiada benang dan jarum yang bisa aku temukan untuk 'menjahit' luka ini dan mengurangi perih hati ini. Kupinta dan mohon maaf pada mu dari sisa-sisa kehancurna hatiku karena semua ini harus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa katakan ini yang terkahir aku menangis. Ku tak ingin menangis lagi. Ku tak ingin 'membuang' mu tanpa arti yang pasti. Namun saat ini, agar luka hati ini bisa terobati, mungkin tiada salahnya bila ku basuh ia dengan sejuknya tetesan demi tetesan dari dirimu. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113827582112300577?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113827582112300577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113827582112300577&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113827582112300577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113827582112300577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/memori-dingin.html' title='Memori: Dingin......'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113827404232924032</id><published>2006-01-26T18:04:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T18:47:00.566+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Cinta Lara</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/broken.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/broken.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Cinta Lara"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah......&lt;br /&gt;Merekah aroma menusuk sukma&lt;br /&gt;Bilah hati getar terasa&lt;br /&gt;Puncuk bunga mekar jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah......&lt;br /&gt;Pancar sinar sang surya menerpa&lt;br /&gt;Tebar pesona segala arah&lt;br /&gt;Mencoba untuk menyentuh rasa&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta......&lt;br /&gt;Hati menanti tiada henti&lt;br /&gt;Tak jua meniti pasti&lt;br /&gt;Apa daya t'lah terpatri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih......&lt;br /&gt;Mengapa diam membisu seribu basa&lt;br /&gt;Tak jua niat menyentuh rasa&lt;br /&gt;Biarkan indah merah cinta nestapa lara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113827404232924032?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113827404232924032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113827404232924032&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113827404232924032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113827404232924032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/puisi-cinta-lara.html' title='Puisi: Cinta Lara'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113793834323515568</id><published>2006-01-22T20:36:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T18:03:37.953+07:00</updated><title type='text'>Resensi Novel: Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/sahara.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/sahara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagian Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah hari di awal Agustus ini, udara panas menghiasi kota Kairo. Tanah dan pasir menguapkan bau neraka disana-sini. Hembusan angin yang menerpa menambah suasana menjadi semakin tidak mengenakkan. Panasnya sahara membuat kebanyakan penduduk Mesir enggan untuk keluar rumah. Mereka lebih memilih untuk tetap tinggal didalam rumah dengan menghidupkan &lt;em&gt;cooler&lt;/em&gt; dan menutup rapat rumah-rumah mereka sehingga panasnya sahara tidak sampai masuk kedalam rumah. &lt;span class="fullpost"&gt;Kumandang azan Zhuhur dari ribuan menara yang menghiasi kota Mesir seolah tak mampu untuk menggerakkan hati Muslim untuk menjalankan salat berjamaah di masjid-masjid yang berserakan di seluruh kota Mesir. Mereka akan lebih memilih untuk melaksanakan salat di rumah saja. Hanya mereka yang beriman teguh laksana batu karang yang tak gentar diterjang badai dan gelombang saja yang terpanggil untuk datang ke masjid melakukan salat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahri sudah bersiap-siap untuk pergi &lt;em&gt;tallaqi&lt;/em&gt; (belajar langsung tentang Al-Qur’an dengan seorang ulama atau Syaikh) pada Syaikh Utsman Abdul Fattah di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di ujung utara Kairo. Pada Syaikh ini, Fahri belajar &lt;em&gt;qiraah sab’ah &lt;/em&gt;(membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh Imam) dan &lt;em&gt;ushul tafsir &lt;/em&gt;(ilmu tafsir paling pokok). Sebenarnya Fahri malas untuk berada di luar rumah dalam suasana panas begini, tapi ia sudah janji pada Syaikh Utsman akan datang, dan janji adalah hutang yang harus dibayar dengan kedatangannya. Pukul dua tepat ia sudah harus sampai, tidak boleh terlambat. Karena Syaikh Utsman adalah orang yang sangat terkenal disiplin dan selalu datang tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahri adalah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Universitas Al Azhar dan sedang menunggu pengumuman untuk menulis tesis masternya. Sebelumnya ia telah menyelesaikan gelar &lt;em&gt;Lc&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Licence&lt;/em&gt; di universitas yang sama. Di Mesir ini, Fahri tinggal disebuah flat bersama 4 teman pelajar Indonesia lainnya yaitu Saiful, Rudi, Hamdi, dan Mishbah. Ke-empat temannya ini masih menjalani program S.1. Saiful dan Rudi baru tingkat tiga, mau masuk empat, Hamdi dan Mishbah sedang menunggu pengumuman kelulusun untuk meraih gelar Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membawa segala keperluannya selama dalam perjalanan yang lumayan jauh dan melelahkan, Fahri melangkahkan kaki keluar dari flatnya yang berada di lantai dua sebuah apartemen. Tapi sebelumnya ia akan salat Zhuhur dulu di sebuah Masjid dekat dengan tempat tinggalnya. Baru saja ia berada diluar flat, terdengar suara seorang wanita berbisik memanggil namanya. Ia telah kenal betul suara itu. Suara itu milik Maria, anak tetangga yang flatnya berada tepat di atas flat miliknya. Maria adalah anak dari Tuan Boutros Rafeal Girgis. Mereka adalah sebuah keluarga Kristen Koptik yang dalam bahasa Mesirnya disebut &lt;em&gt;qibthi&lt;/em&gt;. Walaupun mereka adalah keluarga Kristen, Fahri dan teman-teman yang tinggal dalam satu flat berteman akrab dengan mereka. Terlebih lagi mereka sangat sopan dan menghormati Fahri dan teman-temannya sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Al Azhar. Maria memanggilnya karena ingin menitip sesuatu. Fahri pun menyanggupi dan melanjtukan langkahnya menuju masjid untuk salat zhuhur, lalu berangkat tallaqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Fahri, Maria adalah seorang gadis Mesir yang unik. Waluapun ia bukan seorang Muslim, tetapi ia hafal beberapa surah dalam Al-Qur'an, seperti surah Maryam dan Al-Maidah di luar kepala. Ia juga mengetahui dengan baik tatacara dan sopan santun dalam membaca Al-Qur'an. Dalam tingkah laku sehari-hari, Maria terkadang terlihat lebih Islami bila dibandingkan dengan wanita Mesir yang masih sering berpakaian yang membuka aurat mereka. Dan banyak hal lain yang membuat seorang Maria menjadi kelihatan unik di mata Fahri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan &lt;em&gt;metro&lt;/em&gt; (kereta api listrik bawah tanah), Fahri pergi menuju tempat tallaqi. Walaupun musim panas, ternyata banyak juga warga Mesir yang melakukan kegiatan diluar rumah. Hal ini terbukti dengan padatnya penumpang metro hari itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113793834323515568?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113793834323515568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113793834323515568&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113793834323515568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113793834323515568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/resensi-novel-ayat-ayat-cinta.html' title='Resensi Novel: Ayat Ayat Cinta'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113793652596340033</id><published>2006-01-22T20:13:00.000+07:00</published><updated>2006-01-22T20:34:25.936+07:00</updated><title type='text'>Novel: Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/ayat.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/ayat.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Photo: Sampul novel Ayat Ayat Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Habiburrahman El Shirazy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Ayat Ayat Cinta yang ditulis oleh seorang novelis sekaligus sarjana lulusan Universitas Al Azhar, Habiburrahman El Shirazy, adalah sebuah novel roman Islami yang menyajikan nilai-nilai ajaran Islam dengan gaya artistik yang sangat berbeda dengan novel Islami yang selama ini telah banyak dihasilkan. Novel setebal 411 ini diterbitkan pertama kali pada bulan Desember 2004 , dan cetakan keduanya menyusul pada Januari 2005.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah novel Islami, nilai-nilai ke-Islaman dalam novel ini disajikan dengan bentuk yang sangat santun sehingga menimbulkan kesan natural tanpa harus berkesan ‘memaksakan’ kehadiran nilai-nilai ke-Islaman tersebut. Hal ini menyebabkan siapa pun yang membaca novel ini secara tidak sadar telah meresapi nilai-nilai Islami tersebut di dalam dirinya. Sehingga secara otomatis pula, wawasan pembaca tentang nilai-nilai ke-Islaman semakin bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain yang dimiliki oleh sang penulis adalah kemampuannya untuk menggambarkan setiap &lt;em&gt;setting&lt;/em&gt; atau latarbelakang kondisi lingkungan sekitar yang terjadi dalam novel tersebut. Cara penuturan gaya ‘orang pertama’ yang dipilihnya telah membuat suasana dalam setiap kejadian terasa ‘hidup’ dan berhasil membawa pembacanya, termasuk saya sendiri, seolah-olah mengalami dan melihat secara langsung setiap kejadian yang ada. Suasana kota Mesir yang menjadi setting utama dalam novel ini mampu ia gambarkan secara detail dan mendalam yang membuat saya merasa seolah-olah telah mengetahui Mesir dan bahkan merasa pernah tinggal dan menetap di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nilai-nilai ajaran Islam, dalam novel ini kita juga dapat menemukan berbagai isu yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Mesir khususnya, dan masyarakat kita sendiri pada umumnya. Bagaimana ia menggambarkan karakter umum masyarakat Mesir yang berhati halus dan ramah, dengan mengambil referensi darai perkataan Rasulullah SAW kepada sahabatnya, “jika kelak membuka bumi Mesir hendaknya bersikap halus dan ramah”. Selain itu dalam novel ini juga tersirat banyak nilai-nilai budaya, hubungan sosial dalam masyarakat, isu politik, hukum, dan aturan-aturan dalam pergaulan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur lain yang tak kalah penting dalam novel ini adalah kisah asmara yang dialami oleh tokoh utamanya, Fahri bin Abdullah Shiddiq, dimana dalam kehidupan sosialnnya, ia telah dicintai oleh 4 orang wanita sekaligus. Setiap perasaan asmara yang ada dalam dirinya digambarkan oleh penulis dengan sangat baik. Sebagai sebuah novel asmara, tentunya nilai-nilai romantisme tidak dapat dielakkan. Namun tidak seperti novel-novel roman yang selama ini telah ada, dalam novel ini unsur-unsur romantis yang disajikan sama sekali tidak dengan menggunakan bahasa yang menjurus pada kesan ‘vulgar’. Hingga sampai pada saat Fahri merayakan bulan madunya dengan salah satu gadis yang akhirnya menjadi istrinya pun, penulis masih menyajikan hubungan suami-istri ini dengan menggunakan bahasa yang tidak ‘vulgar’ sama sekali. Namun walaupun begitu, novel ini tidak kehilangan kesan romantisme sebagia sebuah novel asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal lain yang mungkin bisa pembaca temukan dalam novel ini. Karena begitu banyaknya nilai-nilai bermanfaat yang dapat kita gali dari novel ini, baik dari segi nilai-nilai ajaran agama, khususnya Islam, hubungan sosial dan budaya, juga masalah percintaan dalam kehidupan kaula muda pada khususnya, novel ini dapat dikatakan tidak hanya sebagai sebuah novel cinta (seperti tergambar dalam judul), tapi juga dapat dikatakan sebagai sebuah novel religi dan juga novel budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://ekayati.blogspot.com/2006/01/novel-ayat-ayat-cinta-verses-of-love.html" target="new"&gt;Artikel dalam bahasa Inggris &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113793652596340033?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113793652596340033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113793652596340033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113793652596340033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113793652596340033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/novel-ayat-ayat-cinta.html' title='Novel: Ayat Ayat Cinta'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113750700373463538</id><published>2006-01-17T20:24:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T21:12:08.000+07:00</updated><title type='text'>Opini: Sulitkah Menulis?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/images.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/images.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya, keinginan untuk menulis itu ada dalam diri siapa saja. Namun terkadang kita malas untuk memulai sehingga akhirnya timbul rasa bahwa kegiatan menulis ini sulit sekali untuk dilakukan. Padahal menulis itu pada kenyataannya bukanlah hal yang sangat sulit. Kita dapat memulainya dengan cara memulai untuk membuat catatan harian kita sendiri sebagai langkah awal dalam memulai kebiasaan menulis. Mengapa cara ini yang kita pakai? &lt;span class="fullpost"&gt;Karena dalam menulis catatan harian atau biasa disebut juga diari, kita selaku penulis tidak terikat oleh aturan-aturan penulisan yang terkadang malah membingungkan, sehingga kita bebas untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran kita dan menuangkannya ke dalam tulisan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya kutipkan sebuah artikel seorang teman tentang cara bisa kita gunakan untuk memulia menulis, terutama menulis untuk media cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis di Media Cetak Indonesia&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://http://kolom-mario.blogspot.com/2005/09/menulis-di-media-cetak-indonesia-2.html" target="new"&gt;Mario Gagho &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Memulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang ingin menulis ke media tapi bingung bagaimana memulainya. Ada dua cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempelajari teori menulis baru praktik;&lt;br /&gt;2. Learn the hard way atau menulis dulu teori belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah kita mana yang lebih enak dan nyaman. Tapi, berdasarkan pengalaman rekan-rekan di India yang tulisannya sudah banyak dimuat di media, alternatif kedua tampaknya lebih bagus. Rizqon Khamami, Zamhasari Jamil, A. Qisai, Tasar Karimuddin, Beben Mulyadi, Jusman Masga, Irwansyah, dan lain-lain semuanya belajar menulis dengan langsung mengirim tulisannya. Bukan dengan belajar teori menulis lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri merasa alternatif kedua lebih enak. Ini karena kemampuan daya serap saya terhadap teori sangat terbatas. Saya pernah mencoba belajar teori menulis. Hasilnya? Pusing. Bukan hanya itu, bahkan dalam belajar bahasa Inggris pun, saya cenderung langsung membaca buku, koran atau majalah. Pernah saya coba belajar bahasa Inggris dengan membaca grammar, hasilnya sama: pusing kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitkah Menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitkah menulis? Iya dan tidak. Sulit karena kita menganggapnya sulit. Mudah kalau kita anggap "santai". Eep Saifullah Fatah, penulis dan kolomnis beken Indonesia, mengatakan bahwa menulis akan terasa mudah kalau kita tidak terlalu terikat pada aturan orang lain. Artinya, apa yang ingin kita tulis, tulis saja. Sama dengan gaya kita menulis buku diary. Setidaknya, itulah langkah awal kita menulis: menulis menurut gaya dan cara kita sendiri. Setelah beberapa kali kita berhasil mengirim tulisan ke media -- dimuat atau tidak itu tidak penting-- barulah kita dapat melirik buku-buku teori menulis, untuk mengasah kemampuan menulis kita. Jadi, tulis-tulis dahulu; baca teori menulis kemudian. Seperti kata Rhoma Irama, penyanyi kesayangan Malik Sarumpaet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Tulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tulisan, seperti pernah saya singgung dalam posting beberapa bulan lalu, adalah berupa tanggapan tentang fenomena sosial yang terjadi saat ini. Contoh, apa tanggapan Anda tentang bencana gempa dan tsunami di Aceh? Apa tanggapan Anda seputar pemerintahan SBY? Apa tanggapan Anda tentang dunia pendidikan di Indonesia? Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, usahakan menulis sampai 700 kata dan maksimum 1000 kata. Dan setelah itu, kirimkan langsung ke media yang dituju. Jangan pernah merasa tidak pede. Anda dan redaktur media tsb. kan tidak kenal. Mengapa mesti malu mengirim tulisan? Kirim saja dahulu, dimuat tak dimuat urusan belakangan. Keep in mind: Berani mengirim tulisan ke media adalah prestasi dan mendapat satu pahala. Tulisan dimuat di media berarti dua prestasi dan dua pahala. Seperti kata penulis dan ustadz KBRI, Rizqon Khamami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendah Hati dan Sifat Kompetitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya menulis dengan kerendahan hati? Menulis membuat kita menjadi rendah hati, tidak sombong. Karena ketika kita menulis dan tidak dimuat, di situ kita sadar bahwa masih banyak orang lain yang lebih pintar dari kita. Ini terutama bagi rekan-rekan yang sudah menjadi dosen yang di mata mahasiswa-nya mungkin sudah paling 'wah' sehingga mendorong perasaan kita jadi 'wah' juga alias ke-GR-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, menulis dan mengririm tulisan ke media membuat kita terpaksa berhadapan dengan para penulis lain dari dunia dan komunitas lain yang ternyata lebih pintar dari kita yang umurnya juga lebih muda dari kita. Di situ kita sadar, bahwa kemampuan kita masih sangat dangkal. Kita ternyata tidak ada apa-apanya. Ketika kita merasa tidak ada apa-apanya, di saat itulah sebenarnya langkah awal kita menuju kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga akan terbiasa menghargai orang dari isi otaknya bukan dari umur atau senioritasnya apalagi jabatannya.&lt;br /&gt;Di sisi lain, membiasakan mengirim tulisan ke media membuat sikap kita jadi kompetitif. Sekedar diketahui, untuk media seperti KOMPAS, tak kurang dari 70 tulisan opini yang masuk setiap hari, dan hanya 4 tulisan yang dimuat. Bayangkan kalau Anda termasuk dari yang empat itu. Itulah prestasi. Dan dari situlah kita juga belajar menghargai prestasi dan keilmuan serta kekuatan mental juara seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's your choice: you are either being a loser or a winner. Being a loser is easy. Just sit down in the chair, behind your desk. And feel comfort with your hallucination of being "a great guy" which is actually not, as a matter of fact.[]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113750700373463538?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113750700373463538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113750700373463538&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113750700373463538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113750700373463538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/opini-sulitkah-menulis.html' title='Opini: Sulitkah Menulis?'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113706430870227082</id><published>2006-01-12T17:42:00.001+07:00</published><updated>2006-01-12T18:11:49.633+07:00</updated><title type='text'>Memori: Hatiku sedih, kenapa ya?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rini.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/rini.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini aku merasa hidup ku kosong, hampa tanpa arah dan tujuan. Mataku memandang kedepan tapi entah apa yang aku pandang. Otak ku terus berpikir, tapi entah apa yang aku pikir. Ingin aku mengadu pada teman, tapi mulut seakan terkunci tanpa bisa berkata-kata. Hati terasa kosong tanpa irama yang sering menemani. Suasana ini sungguh tidak mengenakkan hati. Andai saja aku bisa berteriak kencang, mungkin bimbang hati akan sedikit berkurang. Tapi ini juga urung aku lakukan karena takut orang-orang disekeliling ku menganggap aku tidak waras alis sudah &lt;em&gt;edan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang bilang aku punya masalah, itu bisa benar tapi bisa juga salah. Bisa benar karena aku merasa dadaku terhimpit batu besar yang tidak kuasa untuk aku gerakkan meskipun untuk jarak satu senti saja. Tapi bisa juga salah karena aku merasa tidak ada masala berat yang sedang menghimpit ku. Inilah yang membuat aku semakin bingung dan bingung saja. Terkadang aku ingin menangais tanpa sebab yang pasti, lasannya karena aku ingin menangis. Itu saja. Teradang aku juga ingin tertawa bebas, juga tanpa alasan. Saat ini rasanya aku sedang ingin menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini aku utaraka ke temanku, mereka juga akan terheran-heran. Dan bisa saja menganggap kau benar-benar sudah &lt;em&gt;edan&lt;/em&gt;. Kan jadi repot.Akhirnya aku putuskan untuk &lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt; disini aja. Orang mau anggap aku tidak waras juga tidak apa-apa. Yang pasti dengan curhat ini, &lt;em&gt;ketidakkaruan&lt;/em&gt; dalam hati agak sedikit berkurang, dan mudah-mudahan aja bisa hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku lagi sendiri tanpa teman. Uda dulu ya, mau nangis nih, &lt;em&gt;mumpung&lt;/em&gt; tidak ada orang. Salam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113706430870227082?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113706430870227082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113706430870227082&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113706430870227082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113706430870227082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/memori-hatiku-sedih-kenapa-ya.html' title='Memori: Hatiku sedih, kenapa ya?'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113663864635411882</id><published>2006-01-07T18:51:00.001+07:00</published><updated>2006-01-07T19:57:26.453+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Kilau Asa Menyibak Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/yunce.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/yunce.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Kilau Asa Menyibak Mimpi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku tak sanggup, bila aku jauh dari dirimu....oh..."&lt;br /&gt;Terdengar suara sumbang Arista dari dalam ruangan kelas III-IPA2 sedang asyik menyanyikan lagu penyanyi kesayangannya, Krisdayanti, tanpa perduli dengan ketenangan orang lain termasuk aku. Hampir setiap pagi Arista pasti bersenandung kalau suasana hatinya sedang damai, karena kalau tidak yang akan terdengar adalah suara celotehan khas 'burung pipit' miliknya yang selalu menjadikan aku 'korban' pertamanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di, tau enggak?"&lt;br /&gt;"Enggak! Kan belum lo kasi tau." Potong ku cepat.&lt;br /&gt;"Makannya dengar dulu! Orang belum selesai ngomong uda main potong aja! Kan jadi lupa mau bilang apa!" Celoteh Arisata panjang dalam satu tarikan napas. Memang kalau urusan ngomel tanpa henti, Arista adalah jagonya di kelas ku.&lt;br /&gt;"Cepetan! Aku mau ke perpus nih!" Jawab ku memotong omelannya.&lt;br /&gt;"Sabar kenapa Di! Lagian lo tiap hari ke perpus melulu, apa enggak bosan tuh?"&lt;br /&gt;"Nah lo sendiri, tiap hari ngomel dan nyanyiin lagu Krisdayanti dengan suara lo yang sumbang dan enggak jelas itu apa enggak bosan juga? Aku aja yang dengar bosan!" Bukannya marah, Arista malah memotong perkataan ku dengan cepat.&lt;br /&gt;"Ya, itu dia!" Teriak Arista yang membuat aku kaget setengah hidup.&lt;br /&gt;"Apaan sih, jangan teriak dong! Aku belum tuli."&lt;br /&gt;"Aku baru inget apa yang mau aku omongin ke elo Di. Krisdayanti! Aku baru dengar berita, kabarnya KD (Krisdayanti) selingkuh ama Tohpati, gitaris itu Di. Enggak mungin banget kan Di? KD kan setia abis ama Anang. Doi kan enggak mungkin gitu aja selingkuh. Ia kan Di?"&lt;br /&gt;"Ya mana aku tau. Tanyak aja diri ama KD, lo kan kenal baik ama doi?"&lt;br /&gt;"Becanda lo Di! Tapi menurut lo enggak mungink kan Di?"&lt;br /&gt;"No comment!"&lt;br /&gt;"Idih 'no comment', uda kayak Desi Ratnasari aja lo."&lt;br /&gt;"Biarin! Uda ah, aku mau ke perpus. Nanti keburu bel lagi." Aku melangkah keluar kelas menuju perpus. Dari arah belakang, Arista berlari mengejar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Arista sudah berteman baik sejak pertama kali kami menginjakkan kaki di SMU Taman Siswa ini. Dia gadis yang ramah dan periang, walau menurutku ia sedikit agak unik. Ia adalah pengagum berat diva pop Indonesia, KD. Hampir setiap album baru yang dirilis penyanyi kesayangannya itu ia pasti langsung memburunya dan menghapalkan setiap lagu yang ada. "Aku ingin seperti KD", kalimat inilah yang selalu ia utarakan kalau aku bertanya kenapa ia selalu melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagu-lagu KD bisa dihapalkannya dalam hitungan jam, lain halnya dengan urusan pelajaran. Arista paling sulit kalau disuruh menghapal pelajaran. Kalaupun bisa, itu terjadi hanya pada saat-saat tertentu saja, ada ulangan atau ujian umum misalnya. Itupun baru berhasil plus bantuan aku tentunya yang selalu mengingatkan untuk belajar, karena kalau tidak kebanyakan waktunya akan ia pakai untuk menghapal lagu-lagu KD. Disilah uniknya seorang Arista menurut pandangan ku. Kalau ia mampu menghapalkan lagu KD dalam hitungan jam, maka seharusnya ia memiliki daya ingatan yang kuat dan bisa menghapal pelajaran dalam hitungan jam pula. Sehingga aneh kalau ia yang terjadi malah sebaliknya. Kalau urusan KD, ia langsung ingat, sedangkan urusan yang lain mah, nanti dulu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, sebagai sahabat yang baik aku selalu mendukung cita-cita dan segala keinginannya termasuk semangatnya untuk menjadi duplikasi KD, karena pada dasarnya suara Arista enggak cempreng-cempreng amat. Bisa dibilang bagus, tapi belum dipoles aja kali. Namun aku tetap selalu mengingatkan bahwa saat ini tanggungjawab terbesarnya adalah belajar dan belajar, keinginan lain boleh menyusul sebagai penyemangat. Dan Arista selalu berterimakasih padakku karena selalu mendukung dan mengingatkannya. Mungkin rasa saling pengertian inilah yang membuat kami bisa bertahan menjadi sepasang sahabat baik sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disa...Disa...Disa! Ngelamun ya?" Teriakan Arista membunyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;"Apa sih! Enggak bisa liat orang seneng ya? Ganggu aja!"&lt;br /&gt;"Sorry Madam! Jangan marah ya, becanda ini!"&lt;br /&gt;"Ya, uda aku maafin. Ada apa sih! Pakek teriak-teriak segala?"&lt;br /&gt;"Ada yang penting nih!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(apa yang penting ya...tunggu aja kelanjutannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113663864635411882?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113663864635411882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113663864635411882&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113663864635411882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113663864635411882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/cerpen-kilau-asa-menyibak-mimpi.html' title='Cerpen: Kilau Asa Menyibak Mimpi'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113637472122180182</id><published>2006-01-04T18:22:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T18:38:41.253+07:00</updated><title type='text'>Refleksi: Bunga dan Kumbang (Tanggapan Teman)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/kaca.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 105px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" height="135" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/kaca.jpg" width="105" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari yang lalu saya memposting sebuah tulisan, &lt;a href="http://http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/refleksi-bunga-dan-kumbang.html"&gt;Bunga dan Kumbang&lt;/a&gt;, saya yang terilhami dari sebuah taman yang saya lewati waktu pergi menuju kampus bersama seorang teman. Tulisan saya itu memdapat respon dari dua orang teman. Berikut tanggapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan &lt;a href="http://http://e-mouthpiece.blogspot.com"&gt;Zamhasari Jamil&lt;/a&gt;, mahasiswa program S2 jurusan Political Science, Aligarh Muslim University, Aligarh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Bunga dan Kumbang yang ditulis oleh Madam Rini Ekayati ini mengingatkan saya tentang buku Yusuf dan Zulaikha karya Abdurrahman Jami'.&lt;span class="fullpost"&gt; Di buku tersebut, Abdurrahman Jami' mengisahkan kisah perjalanan cinta seorang Zulaikha kepada Baginda Nabiullah Yusuf (Alaihi As-salam). Zulaikha pernah bermimpi melihat seorang pemuda tampan di dalam tidurnya, yang kala itu Yusuf sendiri belum lahir ke dunia. Pengembaraan cinta Zulaikha terus berlangsung secara alami. Kemudian Allah SWT menjadikan Yusuf kecil sebagai anak angkatnya. Beranjak dewasa, Yusuf semakin hari semakin tampan saja. Ketampanan Yusuf membuat Zulaikha zatuh zinta (zz) kepada Yusuf tersebut, padahal Zulaikha sudah menikah dengan seorang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman Jami' mengisahkan cinta Zulaikha kepada Nabiullah Yusuf (Alaihi As-salam) tersebut juga banyak menggunakan alam sebagai pelaku dalam kisah yang ditulisnya itu. Ia menyebut Zulaikha dengan "sekuntum bunga" yang sedang menanti kedatangan tamu agungnya, beliaulah Nabiullah Yusuf (Alaihi As-salam). Bahasa buku tersebut juga sangat romantis sekali, tak ada buku yang paling romantis yang pernah saya baca selain buku Yusuf dan Zulaikha karya Abdurrahman Jami' ini. Buku tersebut aslinya berbahasa Arab, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui komentar singkat saya ini, saya hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Madam Rini Ekayati yang telah mengingatkan memori saya tentang kisah pertualangan cinta "sekuntum bunga" yang dimabuk asmara. Dan dengan inayah dan hidayah Allah pulalah, akhirnya "sekuntum bunga" tersebut menikah juga dengan Nabiullah Yusuf. Sebuah kisah cinta yang sangat tulus dari "sekuntum bunga" kepada Yusuf, seorang pemuda yang ketampanannya turut diabadikan Allah SWT di dalam Al-Quran surah "Yusuf". Sebuah kisah yang happy ending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Bunga dan Kumbang ini berakhir secara unhappy. Karena itu saya ingin memberikan semacam "taushiah" kepada "Bunga-bunga" di taman, kiranya "Bunga-bunga" tersebut bisa cermat dalam menerima kedatangan "Kumbang" ini, sebab tak semua kumbang yang datang sesuai dengan apa yang diharapkan. Tentunya kita tak ingin ada "Bunga" yang meneteskan air mata dalam mengakhir masa-masa hidupnya. Pokoknya, ya... gitu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IzaM -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan Triyani Puspitasari (yani_cd@yahoo.com):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah tulisannya bagus banget itu emang pure cerita karma terinspirasi dari ngeliat taman,btw keren abis yah ceritanya.Salam kenal yahhhh"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113637472122180182?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113637472122180182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113637472122180182&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113637472122180182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113637472122180182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/refleksi-bunga-dan-kumbang-tanggapan.html' title='Refleksi: Bunga dan Kumbang (Tanggapan Teman)'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113630090803715464</id><published>2006-01-03T21:19:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T18:21:53.266+07:00</updated><title type='text'>Tips Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/dusun.0.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/disert.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/disert.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Obat Penghilang Rasa Suntuk (Bad Mood)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa suntuk (bad mood) bisa melanda siapa saja. Ia tidak mengenal batasan umur, tingkat profesi, jenjang pendidikan dan sebagainya sehingga ia dapat menyerang pekerja kantor, ibu rumah tangga, pelajar, buruh bangunan, petani, pembantu rumah tangga, supir angkot, orang dewasa maupun anak-anak. Pendek kata siapa aja bisa terjangkit penyakit ini. Bermacam cara yang bisa dilakukan orang untuk mengobati rasa suntuk ini. Ada yang mengobatinya dengan berjalan-jalan atau cuci-mata, ada yang pergi ke tempat hiburan untuk mencari suasana santai, ada yang curhat ke teman, dan yang lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan orang, rasa suntuk ini juga sering melanda ku dan biasanya ia kambuh kalau aku sedang merasa bosan terhadap rutinitasku yang itu-itu melulu dari hari ke hari. Setiap hari kejadian yang aku lakukan seperti berulang dan pada akhirnya akan membuat aku merasa jenuh dan timbullah penyakit suntuk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang temanku yang saat ini sedang berada di India bersamaku yang juga lagi ngejalani S2 nya, punya cara sendiri untuk menghilangkan kesuntukannya. Saat masih di Medan dulu, kota kelahiran ku dan dia, ia biasanya suka jalan kemana aja kalau lagi suntuk, yang penting baginya jangan terus-terusan di rumah, malah kalau bisa keluar satu hari suntuk, dari pagi sampai malam, pulangnya langsung tidur istirahat. Kalau sudah gitu mau suntuk kayak apa juga langsung hilang. Masalahnya di India ini kan kami masih baru, belum tau banyak tempat, dan kalau pun tau, perginya harus naik bajaj yang ongkosnya lumayan mahal (maklum anak kost, jadi harus hemat), karena belum tau trayek bus yang agak pusing dihapal karena terlalu banyak, juga masih agak 'serem' kalau harus jalan sendiri, akhirnya bukan rasa suntuknya hilang, malah jadi tambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah aku karena aku tidak harus susah seperti temanku itu. Kalau lagi suntuk, aku malah memilih memasak apa saja untuk menghilangkan rasa suntukku. Jadi kalau suntuk aku langsung belanja kepasar(kebetulan dekat dengan tempat kost jadi tinggal jalan kaki), ke dapur, lalu masak. Habis masak tepon semua teman untuk makan bareng, saat makan bareng sekali-kali bercanda, tertawa rame-rame, makan siap suntuknya juga lenyap. Dan alhamdulillahnya lagi, kata teman-teman ku masakan ku lumayan enak, sehingga mereka suka bercanda dengan mengatakan bahwa aku 'makin cantik' kalau lagi suntuk. Maksudnya agar aku masak lagi gitu! Ya, namanya juga teman, ada aja caranya untuk menghibur hati teman lain yang lagi suntuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku memilih memasak sebagai obat penghilang rasa suntukku? Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan oleh teman-teman ku. Kata mereka aneh karena masak itu menurut mereka malah membuat kita bisa lebih suntuk lagi. Harus belanja, racik-racik, nungguin sampai matang makanannya, belum lagi kalau harus giling cabe yang lumayan pedas, dan sebagainya-sebagainya. Aku menjawab dengan singkat bahwa kalau memasak itu, aku biasanya melakukannya dengan senang hati, sambil nyanyi-nyanyi, kadang pakek joget dikit, lalu kalau uda siap dan masakannya dibilang enak, waduh rasanya senang banget. Jadi lupalah aku sama rasa suntuk ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula suntuk juga enggak ada manfaatnya, jadi lebig baik masak, dengan bahan dasar 'rasa suntuk', diolah, lalu dimakan. Hilanglah rasa suntuk itu dan mudah-mudahan menjadi darah daging buat ku. Moto ku untuk menghilangkan rasa suntuk adalah "If you are in a bad mood, let's 'cook' it and eat it up, okey!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113630090803715464?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113630090803715464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113630090803715464&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113630090803715464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113630090803715464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/tips-hari-ini.html' title='Tips Hari Ini'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113619780036987269</id><published>2006-01-02T16:49:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T18:29:57.240+07:00</updated><title type='text'>Better Give, than Receive</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/better.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 107px; CURSOR: hand; HEIGHT: 101px" height="101" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/better.jpg" width="119" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cerita yang saya bawa kali ini masih berkisar percakapan maya saya dengan seorang teman, Mario Gagho. Tapi kali ini saya juga membawa teman-teman yang lain. Selamat menikmati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan &lt;a href="http://http://kolom-mario.blogspot.com/"&gt;Mario Gagho (MG&lt;/a&gt;):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catch phrase yg jadi judul tulisan ini adalah kata-kata seorang penyiar CNN tadi malam ketika menyiarkan perihal perayaan Natal di berbagai belahan dunia, di mana, seperti halnya Idul Fitri, adalah hari yg dirayakan dg, antara lain, memberi berbagai hadiah. Pada lebaran Idul Fitri, istilahnya dikenal dg zakat fitrah.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perlunya Kedermawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama-agama dunia selalu menekankan dan terkadang "memaksakan" pada para pemeluknya supaya banyak memberi dari pada menerima. Banyak faktor yg mendasari perintah dan anjuran agama pada pemeluknya agar bersikap dan berhati dermawan tsb. Saya ingin sedikit membahasnya dari sudut pandang hubungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dalam konteks hubungan sosial, orang yg paling dermawan biasanya orang yg paling populer di lingkungannya. Tak peduli apakah dia orang "jahat" atau baik. Kisah Robinhood, si maling budiman, misalnya menunjukkan bahwa seorang penjahat pun tetap akan dicintai lingkungan sekitarnya kalau dermawan. Olo, raja judi dan raja preman di Medan, juga dikenal dermawan. Dan karena itu, ia juga populer di kalangan&lt;br /&gt;masyarakat Medan tidak hanya karena kepremanannya, tapi juga kedermawanannya yg suka ringan tangan membantu orang yg membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebajikan sosial (social virtue) universal, kedermawanan menempati ranking tertinggi di antara kebajikan-kebajikan lain. Sebutan "Dia orang baik," dalam perbincangan sehari-hari pasti maksudnya adalah "Dia dermawan." atau "Dia tidak pelit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun khusyu ibadah ritual kita--rajin salat lima waktu bagi Muslim, atau rajin ke gereja tiap minggu bagi yg Kristen--tetap saja kita tidak akan dianggap sebagai "orang baik" oleh lingkungan sekitar kalau kita pelit. Sebaliknya, kerajinan ritual itu justru jadi bumerang, seperti yg sering kita dengar dalam sebuah obrolan gosip, "Doi rajin ibadahnya, sayang pelit yah." Atau kata-kata lain yg maksudnya serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, setiap agama selalu menganjurkan bahkan memaksa pemeluknya untuk derwaman karena, antara lain, manusia punya kecenderungan untuk pelit. Selfishness atau&lt;br /&gt;kecintaan manusia pada diri sendiri itu manusiawi dan pada tahap tertentu menguntungkan dalam arti unsur ini mendorong seseorang ingin terus maju dan eksis serta selalu "menang" dalam kompetisi--salah satu unsur yg membuat peradaban manusia bergerak maju dan berkembang, berbeda dg binatang; tetapi apabila tak terkendali dan mencapai level ekstrim bisa berdampak negatif pada tatanan sosial sekitarnya. Korupsi yg luar biasa di negara kita, antara lain, disebabkan oleh adanya unsur selfishness yg tak terkendali di kalangan (kebanyakan) birokratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kecenderungan untuk pelit atau dermawan pada dasarnya bersifat insting individual. Akan tetapi, apabila terus dikampanyekan dan situasinya dibikin&lt;br /&gt;kondusif--seperti oleh kebijakan negara, maka ia bisa menjadi tren sebuah bangsa atau tren nasional. Contoh, di Barat, khususnya di Amerika ada tren di kalangan&lt;br /&gt;orang kaya untuk berderma atau membuat yayasan sosial untuk membantu orang miskin, membiayai proyek penelitian penyakit/obat-obatan, dll seperti yayasan sosial milik BIll Gates, atau yayasan Alfred Nobel, yayasan beasiswa Ford Foundation, dll. Salah satu unsur kondusifnya adalah karena di Barat, khususnya di Amerika, yayasan sosial seperti ini tidak dikenai pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan, dalam pemahaman saya, tentu saja tidak hanya terbatas pada "kesediaan memberi yg bersifat materi pada orang lain dg tanpa mengharapkan balasan", tetapi juga kedermawanan dalam sikap, khususnya dari atasan ke bawahan: seorang diplomat yg dg suka rela menghadiri acara yg diadakan lokal staf atau mahasiswa (baca, rakyat), saya anggap sebagai sikap kedermawanan dalam bentuk lain. Kendati demikian, pemberian dalam bentuk materi merupakan kedermawanan "yg paling bisa dimengerti orang banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dg kalangan miskin yg ingin sekali memberi, tapi tidak memiliki materi yg bisa didermakan? Tetaplah dipelihara keinginan untuk memberi, karena itu akan membuat Anda (yg saat ini miskin) memiliki determinasi kuat untuk kaya agar memiliki sarana untuk memberi. Setidaknya, keinginan kuat untuk memberi akan membuat kita tidak jadi manusia dg mental yg selalu ingin meminta alias mental pengemis. Di samping itu, determinasi jadi pemberi ini akan mengasah jiwa kepedulian kita pada lingkungan sekitar semakin tajam hari demi hari. Seorang dermawan adalah orang yg&lt;br /&gt;peduli pada keadaan sekitarnya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam jumpa lg Mario.&lt;br /&gt;Masih ingat sayakn? Syukur deh kalo inget, jd enggak perlu susah2 kenalan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Better Give, than Receive' sebuah prasa yang singkat tapi tentunya mengandung banyak nilai2 moral didlmnya, dan yang pasti Mario punya alasan tersendiri mengapa memilih topik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca postingan abang ini, saya kembali teringat (dari dulu teringat terus,maaf ya) sebuah puisi indah karya Khalil Gibran "ON GIVING" dalam buku kumpulan puisinya "THE PROPHET". Didlm puisi ini, Gibran menggambarkan pemberian itu sebagai bentuk manifestasi dr rasa ingin menolong sesama yg sedang menghadapi masalah dalam hidupnya. Melalui puisi ini, Gibran juga mengingatkan manusia untuk tdk lupa memberi dr apa yg ia punya, bukan hanya harta, karena tidak semua orang memerlukan bantuan dalam bentuk materi. Bisa jadi seseorang itu hanya memerlukan buah pikiran kita saja sebagai jalan keluar untuk masalah yg sedang ia hadapi. Betul enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang ada manusia yang takut kalau ia memberi dr hartanya,maka harta itu akan berkurang dan jatuh miskinlah ia. Mungkin ini adalah satu contoh mengapa ada sebagian orang yg sulit sekali memberi, walaupun ia mampu. Dalam hal ini, Gibran kembali memberi gambaran tentang rasa takut ini melalui sebuah perumpamaan, yaitu sebenar-benarnya harta,adalah harta yg telah kau berikan kepada orang lain. Mengapa Gibran mengatakan demikian? Ia pun melanjutkan (masih dalam puisinya) bahwa pada hakekatnya, apa yg telah kau berikan pada orang lain, katakanlah itu hartamu, maka harta itulah yg sebenarnya tidak pernah habis dan hilang darimu. Karena harta yg telah kau beri itu ibarat sebuah benih yg kelak akan tumbuh dan kembali memberi manfaat bagimu. Lagi pula, kekayaan Allah itu seperti mata air abadi yg tidak akan pernah kering, jd utk apa takut memberi. Bukan begitu Bang Mario?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi si miskin yang belum bisa memberi, jangan bersedih karena tanpa adanya kita2 yang miskin ini, maka sang kaya tidak akan punya tempat untuk memberikan hartanya. Bayangin aja, apa jadinya kalau semua orang didunia ini kaya? Maka kita tidak bisa saling memberi dan menerima bukan? Itulah dualisme kehidupan yang sudah ada sejak dulu, kalau ada yg kaya, pasti ada yg miskin, ada yg memberi pasti ada yg menerima. Akurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun 'giving is beter than receiving', kita jangan pernah merasa malu utk menerima bantuan, apalagi bila kita memang memerlukannya. Mungkin saaat ini kita baru bisa menjadi orang yg menerima, siapa tau nanti kita bisa menjadi orang yang memberi,karena pada dasarnya menjadi penerima itu tidak salah. Tidak perlu gengsi dan malu utk menerima kalau kita memang membutuhkannya. Hanya saja, agar bantuan yang kita terima tidak sia2 maka kita harus menggunakannya dengan arif dan bijaksana,sesuai dengan kebutuhan kita, jangan meminta yg berlebihan, sehingga kita terhindar dari sifat2 yg tak tau terima kasih. Itu sama saja dengan istilah orang dulu 'belanda minta tanah, udah dikasih tanah malah minta surat tanahnya' (mau dijual kali). Dan jangan pernah mengungkit-ungkit pemberian itu,sehingga bisa mengurangi kadar dari kemurnian niat sang pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu aja deh, karena taunya baru segitu, maafin ya kalau ada salah2 kata. Horas bah!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lupa, saya pribadi juga mau ngucapin "Selamat Natal" buat yang merayakannya 'n "Selamat Tahun Baru" utk kita semua.Mari jadikan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Akurkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada sumur disawah, mari kita sama2 nyirami padi."&lt;br /&gt;(enggak nyambung ya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MG pun berkomentar balik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kurang sepakat dg istilah *kita yg miskin*. bagi saya ini ungkapan self-pity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua mahasiswa di india ini kaya, to some level. kalau tidak, (a) bagaimana anda naik pesawat dari rumah sampai ke india? bukankah itu memerlukan duit? (b)bukankah kita terkadang juga memberi pada para pengemis India di jalan-jalan? bukankah itu tanda bahwa kita kaya? dan tidakkah ini tanda bahwa para pengemis jalanan di india itu *kalah kaya* dibanding kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada dasarnya kalau *nurutin nafsu* kita semua yg di india akan selalu merasa miskin, karena selalu membandingkan apa yg kita punya dg orang yg level kayanya di atas kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mahasiswa non-iccr merasa miskin dibanding mahasiswa yg dapat iccr; mahasiswa iccr merasa miskin dibanding dg staf lokal kbri; staf lokal kbri merasa miskin dibanding para diplomat/dubes dan para diplomat inipun merasa miskin karena membandingkan penghasilannya dg para pengusaha kayak Liem Sio Liong, Surya Paloh, dll. Pengusaha ini pun merasa miskin krn membandingkan dg Bill Gates!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tidak ada yg merasa kaya. Dan semuanya merasa perlu untuk menerima *hadiah*... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya adalah, KITA SEMUA KAYA. dan karena itu kita masih punya kesempatan untuk memberi pada kalangan yg levelnya di bawah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat yg sama, kita juga tetap berusaha meningkatkan *taraf kekayaan* kita pada level berikutnya, supaya kita dapat memberi pada lebih banyak orang dan kalangan. kata ustadz muda mushalla KBRI NEW DELHI, Tasar Karimuddin, *manusia terbaik adalah yg paling banyak membawa manfaat pada yg lain*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman nimbrung bicara,Fachim Harharah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How come "receiving is also giving"??? Hehehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is the thing that we unable feel it but it is true. Like what&lt;br /&gt;prophet said "the above hand (giving) better than the below hand&lt;br /&gt;(receiving)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What I feel is, whenever I give to someone I will surely receive&lt;br /&gt;from another, even more than I gave. It's unbelievable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometime our thinking will guide us to receive more and more, since&lt;br /&gt;it easy to just receive, nothin lost. And in long term, you wont&lt;br /&gt;aware it, you'll feel greedy to receive and receive... and It will&lt;br /&gt;decrease your power, your spirit and willingness in life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, If we are giving, we'll feel in esteem and satisfied. As much&lt;br /&gt;as you giving as much as you eager to do, and make you behave and to&lt;br /&gt;be the necessary person at other. So, you will bravely believing&lt;br /&gt;that God will never let you to be poor person as long as you keep&lt;br /&gt;strugling to help other, and He will ALWAYS support you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People think that giving and receiving in term of material. Frankly&lt;br /&gt;speaking, giving some information, advise, attention and motivation&lt;br /&gt;is better than that. I feel that some motivational speech, is more&lt;br /&gt;usefull than some material that I can get it by myself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have to be RICH, to be RICH person we have to give (spending) our&lt;br /&gt;time and anything that we have to learn and make necessary thing by&lt;br /&gt;the best way. It doesnt matter you're student, diplomat, businessman&lt;br /&gt;etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm sure, what about about guys?&lt;br /&gt;regards,&lt;br /&gt;fachim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aila El Edroos, teman juga nih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;quoting fachim:&lt;br /&gt;'How come "receiving is also giving"??? Hehehehe.....'&lt;br /&gt;1. when i receive, i give others the opportunity to give&lt;br /&gt;2. when i don't receive, i stop the circle of giving&lt;br /&gt;3. there are two intentions: giving and taking&lt;br /&gt;4. the acts of giving are giving and receiving&lt;br /&gt;5. the acts of taking are 'fake giving' and taking&lt;br /&gt;6. we give and receive because we feel enough&lt;br /&gt;7. we take because we don't feel enough&lt;br /&gt;8. giving and receiving need each other, but taking comes solo&lt;br /&gt;9. receiving has nothing to do with greed for the intention is positive, that is to give and to feel the love and care from others which one deserves. however taking has to do with greed and selfishness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, it's merely my opinion and I undoubtedly bow to the words of the Prophet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From a Rich Me to My Rich Friends :D&lt;br /&gt;Aila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah obrolan singkat kami, semoga bermanfaat buat siapa aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113619780036987269?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113619780036987269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113619780036987269&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113619780036987269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113619780036987269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2006/01/better-give-than-receive.html' title='Better Give, than Receive'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113550430092760842</id><published>2005-12-25T16:31:00.000+07:00</published><updated>2005-12-25T16:51:41.386+07:00</updated><title type='text'>Refleksi: Tips dari seorang Teman</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/batak.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 138px; CURSOR: hand; HEIGHT: 125px" height="110" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/batak.jpg" width="131" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah milis yang diposting seorang teman yang sedang berkuliah di Agra, Mario Gagho. Dalam postingannya itu, ia memberi tips untuk cepat maju dan progresif. Cerita yang dia utarakan membuat saya teringat akan diri saya sendiri, dan karenanya saya pun menjawab postingan tersebut. Lalu Mario pun menjawab kembali tanggapan saya. Berikut 'percakapan dunia maya' (istilah yang saya buat sendiri) antara saya dan Mario. Semoga dapat bermanfaat buat semua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Postingan &lt;a href="http://kolom-mario.blogspot.com/"&gt;Mario Gagho&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Cepat Maju dan Progresif &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak dari keluarga miskin, saya kuliah S1 di Indonesia sambil cari tambahan sana sini untuk memenuhi sejumlah kebutuhan primer seperti langganan koran, membeli buku, rokok, apel (Inggris, apple), dll. Kerja sambilan itu cukup bervariasi, dari menyuplai kain batik Madura ke toko-toko, mengirim tulisan ke&lt;br /&gt;berbagai media (tapi jarang dimuat), jadi nara sumber seminar sampai memberi les privat bahasa Inggris dan bahasa Arab pada siswa SMA atau Aliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu murid privat bahasa Arab saya bernama Aguk Irawan. Anaknya lugu, terkesan agak telmi dan suka jadi bahan ledekan teman-teman lain. Jelasnya, dia tidak termasuk dari tiga murid favorit saya. Dua tahun kemudian saya berangkat ke India dan tidak lagi mendengar kabar Aguk, sampai secara tak sengaja empat tahun kemudian saya bertemu Aguk di Saudi Arabia sama-sama ikut temus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya setamat Aliyah, Aguk meneruskan studinya ke Universitas Al Azhar, Mesir, mengambil jurusan filsafat dan kemudian pindah ke sastra Arab. Saat ini, Aguk yg lugu itu sudah menerbitkan tiga buku ontologi puisi yg diterbitkan LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Filsafat) Yogyakarta, lembaga think thank yg berafiliasi ke NU, di mana ia juga menjadi aktivis. Di samping itu, ia rajin menulis kajian dan resensi&lt;br /&gt;sastra di berbagai media ibukota dan daerah. Apa yg membuat Aguk yg lugu, pemalas dan telmi itu menjadi sosok energik, progresif dan potensial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap acara senggang di Saudi waktu itu, saya sempatkan untuk selalu mengajak dia ngobrol apa saja, termasuk obrolan dari hati ke hati. Selain karena kangen, saya juga penasaran akan perubahannya yg sangat dramatik. Ada sesuatu yg "aneh" dalam dirinya: bicaranya yg berisi; humornya yg segar; retorika puitisnya yg sering mengalir begitu saja di tengah perbincangan; dan sikap independensinya dan wawasannya yg luas dalam memberi komentar atas suatu fenomena mutakhir atau figur tertentu. Tanda bahwa ia tidak hanya rajin BACA BUKU, tapi juga banyak mengasah otaknya untuk berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rangkaian perbincangan selama temus itu, ada langkah-langkah sederhana--dan dg mudah dapat kita tiru--yg dia jalani secara sungguh-sungguh yg membuatnya maju seperti sekarang, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Teman dan "lawan" adalah guru.&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki kelebihan, di samping&lt;br /&gt;kekurangan. Aguk tak segan-segan menimba ilmu pada siapapun di sekitarnya--secara langsung atau tidak langsung--, pada teman-temannya yg berusia jauh lebih muda; termasuk pada figur yg tidak dia sukai sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini tampak mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan. Terutama bagi mereka yg meletakkan ego "kebesarannya" berdekatan dg otaknya. Dg kata lain, untuk menjalani konsep ini, diperlukan sikap rendah hati (bukan rendah diri) yg solid. Pindahkan posisi ego ke perut atau ke dengkul, jangan di kepala. Supaya otak di kepala kita dapat berpikir jernih dalam melihat segala hal yg positif maupun negatif pada&lt;br /&gt;orang lain: kita ambil positifnya, dan buang negatifnya--dalam arti tidak perlu dibahas dan jadi bahan "serangan rudal balasan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap rendah hati yg solid ditandai dg: (a) Tidak marah, bahkan senang, ketika dikritik oleh siapapun terutama dari bawahan; (b) selalu rela hati meneladani dan mengagumi sikap orang lain yg lebih baik tanpa memandang status jabatan atau sosial. Dg kata lain, tidak gengsi-an atau ke-GR-an. Orang yg gengsi-an atau ke-GR-an mungkin juga akan mencapai kemajuan, tapi lambat; (c) tidak berkilah atas kesalahan, kekalahan atau kelemahan diri. Salahkan diri sendiri. Jangan salahkan tim penilai ujian, kalau nilai kita anjlok. Jangan permisif ketika orang lain lebih hebat dari kita. Sikap excuse atau berkilah hanya akan menutup energi potensi maju dalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, sikap rendah hati di sini tidak ada hubungannya dg tampilan luar. Orang yg selalu menunduk, berkata lemah lembut dan selalu tersenyum tidak otomatis berarti rendah hati. Begitu juga, orang yg terkesan kasar sikap atau tutur katanya tidak berarti sombong. Walau umumnya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Mengetahui Arah Tujuan dan Kelemahan Diri&lt;br /&gt;Untuk maju, langkah pertama adalah tahu apa saja yg perlu dilakukan supaya maju menurut standar nasional atau internasional dan apakah kemampuan yg ada pada kita sudah mencukupi. Orang tidak akan bisa membuat rumah bagus, kalau tidak tahu apa saja yg diperlukan untuk membuatnya dan menyiapkan hal-hal yg diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Target Maksimum dan Minimum&lt;br /&gt;Harus ada target maksimum dan target minimum yg jelas dan sesuai dg standar nasional atau, kalau mungkin internasional. Bukan target lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, target seorang mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Target minimum: mendapat nilai first division (supaya mudah jadi dosen). Target maksimum: (a) Menulis buku; (b) Menulis puisi dan karya sastra lain dikirim dan dimuat di media dan nantinyadibukukan; (c) Kemampuan berbicara/menterjemah/menulis aktif dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia; (d)Menjadi se-populer dan seproduktif dan se-kritis Noam Chomsky, dst. Begitu juga buat mahasiswa sastra Arab, Ilmu politik, hukum, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memiliki target minimum/maksimum seperti di atas, kita akan kejangkitan penyakit kebanggaan semu dan norak: dapat first division atau bahkan second division saja bangga (memang perlu disyukuri, daripada tidak lulus), sementara masih banyak hal yg belum tercapai dari ukuran standar umum universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa poin interpretasi dari hasil bincang-bincang saya dg Aguk Irawan, yg saya lihat sangat berhasil merubah karakter dirinya secara total dari pribadi lembek yg tak tahu apa yg harus dia kerjakan selain hanya mengejar nilai ujian menjadi sosok pribadi yg penuh vitalitas dan produktif berkarya sesuai potensi maksimum dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun masa perpisahan saya dengannya. Dalam masa singkat itu, dia telah berbuat dan mencapai sesuatu yg jauh dari apa yg saya capai. Saya malu, tapi juga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yg sama, malu tapi bahagia, ingin kembali saya rasakan empat tahun lagi, saat saya ketemu mahasiswa India di sebuah acara jumpa alumni, di mana sayalah orang yg paling kecil pencapaiannya dibanding dg rekan-rekan semua yg dalam empat tahun ke depan telah mencapai target maksimum universal. Saat itu, kembali saya akan merasa malu, tapi juga bahagia melihat mahasiswa India yg berhasil secara akademis, banyak berkarya, enerjik, penuh vitalitas dan mendominasi di berbagai sektor kehidupan di Tanah Air. Semoga.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal bung Mario.&lt;br /&gt;Saya anak Medan (sebenarnya suku jawa, hanya lahirnya aja kebetulan di Medan)yang baru gabung di India ini, mencoba belajar dan ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, insya allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan abang hari ini saya jadi teringat diri saya sendiri. Selama ini ternyata saya masih belum pernah berbuat apa2 untuk masa depan saya, bahkan setelah saya sampai ke India ini. Dulu saya juga harus bekerja keras hanya untuk menamatkan kuliah saya sampai s1. Apa yang pernah abang lakukan juga pernah saya lakukan. Saya pernah jualan rokok 'ketengan' (kata orang Medan), bahkan jualan kue dari kios ke kios, menjadi guru les, etc. dan bahkan saya harus menunggu giliran saya kuliah dan nganggur selama 1 thn karena orang tua saya tkd punya ckp biaya untk menguliahkan saya sekaligus adk lelaki saya. Kenapa saya akhirnya bisa kuliah juga karena adk saya memutuskan tdk ingin kuliah setelah ia tamat SMA, ia lebih memilih mencari pekerjaan, ingin bantu orangtua katanya. Maka beruntunglah saya. Ke India juga karena beasiswa &lt;a href="http://http://ekayati.blogspot.com/2005/12/iccr-scholarship.html"&gt;ICCR&lt;/a&gt;, kalau tdk mana mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah teman bung itu menyadarkan saya bahwa kita tidak perlu merasa terpojok dan tertekan saat ada segelintir orang disekitar kita yang meremehkan atau bahkan merendahkan diri kita karena mungkin kita terlihat tidak memiliki kemampuan apa2. Ada baiknya itu semua kita ambil dan saring untuk mendapatkan sari pati yang nantinya mungkin bisa bermanfaat bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan kawan dan lawan sebagai guru juga menurut saya adalah langkah yang arif dan bijaksana yang bisa menghindarkan kita dari rasa rendah diri dan tidak yakin pada kemampuan diri. Hal ini dapat pula menyebabkan kita kehilangan arah dan tujuan sebagai target hidup yang ingin kita daptkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, terima kasih saya ucapkan untuk bung Mario atas sumbang cerita dan tipsnya yang pasti dan mungkin bisa membantu saya untuk menjadi 'orang' yang lebih baik lagi, untuk saya pribadi khususnya dan untuk orang lain. Saya masih menungu nih tips berikutnya. Horas bah!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Rini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respons Mario Gagho:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda harus bersyukur memiliki determinasi kuat untuk study. studi tidak hanya untuk memperbaiki taraf hidup secara materi, tapi juga peningkatan karakter. ini yg perlu diingat. apabila tujuan studi hanya untuk perbaikan materi, maka yg terjadi adalah gelar tinggi, tapi karakter tetap seperti layaknya anak "yg tidak pernah makan bangku SD". :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga beruntung bisa ke India. tapi, tampaknya Anda lebih beruntung krn. ke sini dg beasiswa &lt;a href="http://http://ekayati.blogspot.com/2005/12/iccr-scholarship.html"&gt;ICCR&lt;/a&gt;, saya tidak. :) Kalau saya bersyukur satu kali, maka at least Anda mesti bersyukur dua kali. setiap hari. banyak waktu untk bersyukur membuat kita tak punya waktu untuk mengeluh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, bangsa kita adalah bangsa yg masih muda. baru bebas dari penjajah. negara miskin (yg kaya hanya yg berani jadi maling). pendidikan rata2 rakyat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ciri tipikal kepribadian sebuah bangsa terbelakang spt kita adalah: (1) penyembah kemewahan kalau kesempatan datang; (2)pengagum orang2 yg tampak mewah secara materi dan tampilan luarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi baliknya: mereka akan merendahkan siapa saja yg tidak sesuai dg dua poin di atas. (1) akan hidup mewah dan boros dan meraup apa saja yg ada di depannya bila peluang itu tiba (halal haram hanyalah wacana lelucon); (2) at least merendahkan dalam hati, "at best" merendahkan/menghina dg kata2 atau sikap apabila mereka melihat "kalangan gembel" ini lewat di depan mereka atau terlintas di benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu tahu fenomena ini, supaya kita juga tidak ikut terjerumus dalam sikap dan pola pikir semacam itu. history will always repeat itself if it's never learnt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menangkap dan memahami suatu kebenaran itu sangat mudah bagi seseorang, dan sangat sulit bagi orang lain yg suka menaruh otak di dengkul dan ego di kepala. saya kira, yg terpenting menuju ke arah ini adalah 'place your brain in your head, and put your ego in the closet'. not the other way round. gengsi, benci, dengki hanya akan menambah derita hati: tak bisa tidur ketika "lawan" senang, tak enak makan ketika "lawan" menang. :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113550430092760842?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113550430092760842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113550430092760842&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113550430092760842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113550430092760842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/refleksi-tips-dari-seorang-teman.html' title='Refleksi: Tips dari seorang Teman'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113527226938189326</id><published>2005-12-22T23:51:00.000+07:00</published><updated>2005-12-25T17:21:43.416+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Bukan Salahmu Bila Tak Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/love.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" height="124" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/love.jpg" width="129" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bukan Salahmu Bila Tak Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa riangmu hari itu masih bisa ku ingat dengan jelas, lambaian indah tanganmu pun masih bisa aku rasa. Hari itu kau begitu bahagia, seakan semua indah hadir dalam dirimu, menutup semua duka yang pernah hinggap dalam hatimu selama ini. Jauh suaramu sudah terdengar riang memecah keheningan yang sedang menggantung dalam hatiku. Tapi ternyata itu adalah tanda akan datangnya duka yang mendalam yang tidak sanggup aku lupa sampai saat ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pagi Gilang. Tambah ganteng aja, nih! Anak siapa sih? Anak Pak Amat tentunya." Candamu pagi itu saat memasuki ruang kelas.&lt;br /&gt;"Ah, Lintang. Kamu kalau muji paling bisa. Padahal kamu tau aku enggak kayak gitu kan?"&lt;br /&gt;"Eh..ini bukan pujian, tapi kenyataan lho! Sumpah deh samber gelegek."&lt;br /&gt;"Kalau benar gitu, kenapa Lintang enggak mau jadi pacar saya. Ayo jawab dengan jujur ya!"&lt;br /&gt;"Bukan enggak mau, hanya kurang 'pd' harus jalan bareng Mas Gilang yang guan..teng. Soalnya Lintang kan enggak cantik."&lt;br /&gt;"Emang kalau orang ganteng harus jalan ama yang cantik juga?"&lt;br /&gt;"Iya dong! Biar seimbang!"&lt;br /&gt;"Udah,jangan diteruskan! Nanti jadi ngawur."&lt;br /&gt;"Iya deh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Canda ringan seperti ini selalu menemaniku sejak aku pertama kali masuk di SMA Nusa Permai ini setelah kepindahanku. Lintang adalah teman pertama yang aku punya karena kebetulan kami tinggal diperkampungan yang sama. Lintang adalah gadis simpel dan mudah bergaul dengan siapa aja. Ia cepat bisa menyesuaikan dirinya dengan siapa aja. Ya seperti ungkapan 'the right woman on the right place' lah. Mungkin karena ini pula banyak yang suka dengannya, terutama cowok-cowok di sekolahku. Aku juga diam-diam sudah menyukainya sejak lama. Suatu hari aku pernah meminta ia untuk menjadi pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lintang boleh tanyak enggak?"&lt;br /&gt;"Boleh dong. Tanyak apa?"&lt;br /&gt;"Kalau Gilang bilang Gilang sayang Lintang dan mau Lintang jadi pacar Gilang, Lintang mau terima enggak?"&lt;br /&gt;"Akh, Gilang yang tidak-tidak aja! Masak teman mau dijadiin pacar. Enggak lucu atuh!"&lt;br /&gt;"Ini serius. Mau enggak?"&lt;br /&gt;"Enggak akh! Entar Lintang enggak punya teman baik yang bisa buat curhat. Enggak mau!"&lt;br /&gt;"Ya,sudah kalau enggak mau." Jawabku dengan rasa kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini aku memang telah menjadi tempat curhat Lintang yang setiap saat selalu punya waktu untuk mendengar keluh-kesah, suka-duka, bahkan sampai urusan cintanya. Diam-diam, Lintang ternyata jatuh hati pada seorang temanku, Pandu. Ia lain kelas denganku dan Lintang, dan aku juga yang telah mengenalkan Lintang ke Pandu. Tanpa aku duga,ternyata Lintang menaruh hati ke Pandu dan sering kirim salam untuknya melalui aku. Pandu yang beruntung, pikirku. Karena dari sekian banyak yang menaruh hati padanya, bahkan aku sendiri,Pandulah yang mendapat perhatian dari Lintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gilang liat Pandu enggak hari ini? Lintang ada perlu ama dia lho."&lt;br /&gt;"Enggak. Mungkin dia ada dikelasnya. Cari aja kesana."&lt;br /&gt;"Temani dong. Malu kalau kesana sendiri."&lt;br /&gt;"Males ah!"&lt;br /&gt;"Pliz......"&lt;br /&gt;"Iya deh! Ayo cepetan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu Pandu, Lintang seperti lupa akan kehadiranku. Ia terlalu asik bercerita sehingga tidak menyadari kepergianku. Kusimpan semua rasa kecewa yang mendalam ini jauh-jauh karena bagaimanapun juga Lintang adalah sahabatku. Lagipula rasa cinta yang aku punya untuknya adalah rasa cinta yang tulus, sehingga rela merasakan sakit asal Lintang dapat bahagia. Selama aku masih bisa menjadi temannya, aku akan sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu lain dari biasanya Lintang menyapaku dengan sejuta resah dan gelisah menggelantung dipelupuk matanya. Aku dapat merasakan itu melalui sikapnya Lintang pagi itu sungguh berbeda. Tiada canda riang yang selalu menemaniku seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh Li, kok murung? Entar cepat tua lho."&lt;br /&gt;"Enggak ada, cuma lagi males ngomong aja."&lt;br /&gt;"Marah ya ama aku? Atau aku uda buat kamu kesal?"&lt;br /&gt;"Enggak kok. Enggak ada apa-apa."&lt;br /&gt;"Ngomong dong Li. Enggak biasanya kamu seperti ini."&lt;br /&gt;"Entar deh kalau hatiku udah enakan. Maaf ya Gi! Aku belum bisa bilang sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintang pun berlalu meninggalkan aku yang masih terdiam tak percaya dengan perubahan sikapnya. Itu bukan Lintang yang biasa aku kenal. Masalah besar apa yang sudah membuat ia menjadi seperti itu. Aku harus menolongnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lintang tunggu! Lintang berhenti dulu, aku mau ngomong nih!"&lt;br /&gt;"Sudah lah Gi, entar aja kalau aku uda siap betul ngomong masalah ini ke kamu."&lt;br /&gt;"Tapi dengan bersikap begini, kau malah membuat aku penasaran. Apa ini ada hubungannya dengan Pandu?" Lintang terdiam tak menjawab pertanyaanku.&lt;br /&gt;"Jawab Li. Semua ini karena Pandu kan? Apa yang sudah ia buat ke kamu?"&lt;br /&gt;"Tidak ada. Bukan karena Pandu dan juga bukan karena kamu. Aku hanya lagi ingin sendiri. Mengertilah Gi? Sekali ini saja, izinkan aku sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata terakhir Lintang menyadarkan aku bahwa ia memang sedang dalam masalah besar sampai ia menyembunyikan semuanya dariku. Aku harus menemui Pandu karena ini pasti ada hubungannya dengan Pandu. Aku harus menyelesaikan semua ini dengan segera. Aku tidak mau melihat Lintang menderita terlalu lama. Aku enggak rela, pokoknya enggak rela! Bergegas aku melangkahkan kakiku menuju kelas Pandu.&lt;br /&gt;Pandu sedang duduk membaca buku didalam kelasnya saat aku memanggilnya dengan suara sedikit marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pandu! Bisa bicara sebentar? Ada hal penting yang harus kubicarakan denganmu?"&lt;br /&gt;"Tentu, Gi. Ada apa sih? Kelihatannya penting banget sampai harus bentak-bentak segala."&lt;br /&gt;"Semua urusan buatku akan menjadi sangat penting kalau urusan itu menyangkut sahabatku Lintang."&lt;br /&gt;"Emangnya Lintang kenapa Gi?" Pandu kelihatan khawatir, tapi dalam hatiku mengganggap itu pura-pura.&lt;br /&gt;"Jangan pura-pura bodoh! Kamu apakan Lintang ah! Dia belum pernah seperti ini sebelumnya."&lt;br /&gt;"Aku? Enggak ada! Aku dengan Lintang baik-baik saja, kemarin malam aku baru dari rumahnya dan enggak ada masalah apa-apa. Sungguh Gi! Aku enggak bohong!"&lt;br /&gt;"Alah, jangan pura-pura! Didepanku kau bisa ngomong gitu, tapi kenyataannya Lintang pagi ini datang dengan wajah murung, dan yang paling parah lagi, dia malah enggak mau ngomong ke aku, sahabatnya sendiri."&lt;br /&gt;"Kalau memang enggak ada apa-apa, lalu aku harus ngomong apa?"&lt;br /&gt;"Jadi benar enggak ada masalah apa-apa, Pan?"&lt;br /&gt;"Benar! Aku berani sumpah deh!"&lt;br /&gt;"Kalau gitu ada masalah apa ya sebenarnya?"&lt;br /&gt;"Biar deh aku tanya ke Lintang."&lt;br /&gt;"Jangan sekarang. Dia lagi pingin sendiri. Itu pesannya buatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali kekelas karena bel masuk sudah berbunyi. Aneh, Lintang enggak ada dikelas padahal pagi tadi dia datang. Kemana Lintang? Aku enggak konsen selama di dalam kelas. Pikiranku tertuju ke Lintang. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia samapi enggak masuk kelas? Sekarang ia ada dimana dan lagi apa? Berjuta pertanyaan meghampiri pikiranku. Aku ingin bel istirahat segera berbunyi dan aku bisa mencari Lintang. Waktu yang hanya 2 jam setengah terasa seperti 2 abad aja. Akhirnya bel pun berbunyi! Tanpa menunggu Pak Sanusi keluar dari kelas, aku langsung beranjak pergi.&lt;br /&gt;Setiap sudut sekolah rasanya sudah aku telusuri tapi aku masih belum bisa menemukan Lintang. Kecemasan semakin memuncak dikepalaku, rasa takut semakin dekat menghampiriku. Takut kalau sampai Lintang melakukan hal yang tidak-tidak. Oh Tuhan, bantu aku menemukan Lintang! Jangan sampai ia berbuat nekad. Tolanglah Tuhan! Bantu aku sekali ini! Namun, sampai jam pelajaran berakhir, aku masih belum bisa menemukan Lintang. Dengan putus asa, aku menelpon ke rumah Lintang sambil berharap ia ada dirumah. Ibu Lintang yang menjawab telponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siang Tante. Ini Gilang. Lintang ada?"&lt;br /&gt;"Enggak ada. Belum pulang dari sekolah. Emangnya Gilang enggak ketemu disekolah?"&lt;br /&gt;"Enggak Tante. Kebetulan hari ini Gilang enggak ke sekolah." Aku terpaksa berbohong untuk tidak membuat Tante Irma khawatir.&lt;br /&gt;"Oh. Gitu. Nanti kalau Lintang pulang, Tante kasi tau Lintang deh kalau Gilang nelpon."&lt;br /&gt;"Makasih Tante."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan ku semakin parah. Aku sudah tidak tau lagi harus cari kemana lagi. Semua tempat yang sering kami datangi sudah berulangkali aku periksa, tapi tetap tidak ada Lintang. Aku putus asa! Dalam hati hanya bisa berdoa tidak terjadi apa-apa dengan Lintang. Mungkin saat ini ia memang benar-benar ingin menyendiri dan tidak ingin diganggu, meskipun itu aku. Aku hanya berharap Lintang akan menelpon ku kalau ia benar-benar sudah siap, seperti janjinya padaku. Dengan pasrah aku duduk dihalte depan sekolah untuk menunggu bis yang selalu setia mengantarku pulang. Tiba-tiba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gilang.....Gilang.....Gilang.....!"&lt;br /&gt;Aku seperti terbangun dari mimpi saat mendengar suara Lintang memanggil namaku. Lintang sedang berdiri diseberang jalan, berteriak-teriak memanggil namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hey, Lintang. Darimana aja? Aku uda capek nyarik kamu dari tadi!"&lt;br /&gt;"Aku pergi ke mall. Jalan-jalan ilangin suntuk." Jawab Lintang masih dari seberang jalan.&lt;br /&gt;"Kemari deh, kita pulang baren."&lt;br /&gt;"Oke!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku belum penah sebahagia ini. Lintang baik-baik saja. Terima kasih Tuhan, Kau telah mengabulkan doaku. Aku mungkin terlalu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu jalanan terlalu ramai, Lintang pun sulit untuk menyebrang jalan karena dia kelihatan sangsi untuk melangkahkan kakinya. Dari seberang jalan, aku memperhatikan Lintang dengan sedikit cemas. Hingga akhirnya, kulihat Lintang melangkahkan kaki untuk menyebrang, namun tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil pengangkut sayuran menyambut langkah ringan Lintang, dan suara nyaring rem mobil memecah suasana keramaian hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berteriak sekuat tenaga memanggil nama Lintang saat melihat kejadian tragis itu didepan mataku. Sekerumunan orang kemudian berkumpul menutupi tubuh Lintang. Aku terpaku untuk beberapa saat sebelum tersadar dan berlari keseberang jalan. Aku tarik tubuh orang-orang yang sedang berkerumun itu satu per satu sambil terus berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awas! Geser sedikit! Dia teman ku! Awas! Biarkan aku lewat!"&lt;br /&gt;"Sabar ya dek." Kata salah satu orang diantara mereka.&lt;br /&gt;"Tapi geser dulu, dan tolong telpon ambulan sekarang juga! Tolong!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatanku seakan hilang entah kemana. Tiada tersisa daya untuk menyibak satu per satu tumpukan sayur yang menutupi wajah Lintang diantara butir-butir darah merah yang dengan santainya mengalir dari kepala Lintang. Itu bukan Lintang sahabatku! Teriak ku dalam hati! Perlahan aku kumpulkan kekuatan ku untuk menyibak tirai yang menutupi wajah manisnya. Seperti nyawa terlepas dari badanku, ku lihat wajah Lintang tertutup ‘bercak’ darah merah sehingga aku tidak bisa melihat lagi wajah manis yang selama ini selalu hadir mengisi hari-hari ceriaku. Tersadar dari mimpi, kurengkuh tubuh Lintang yang tak lagi bergerak. Kubiarkan darah merah itu menyatu dengan tubuhku seakan aku ingin membagi semua derita yang ia rasa saat ini. Tangis ku akhirnya tak tertahan lagi, mengalir diiringi teriakan tak percayaku menerima kenyataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Lintang masih kurengkuh dengan erat tanpa mau kulepaskan. Rasa tak percaya kalau ini harus terjadi kepada Lintang masih terus menyergap tak ingin pergi. Harapan besar masih kuselipkan dihati bahwa Lintang akan baik-baik saja. Tak lama kemudian, ambulan pun datang dan membawa Lintang pergi. Aku turut ikut menemaninya dengan mulutku yang tak berhenti berdoa untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah sakit, tubuh Lintang yang berlumuran darah itu dibawa masuk ke ruang UGD (Unit Gawat Darurat). Aku diminta untuk menunggu diluar. Sambil menunggu, aku menelpon Tante Irma, mengabarkan berita ini. Tentu saja Tante Irma shok dan mengatakan akan langsung ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua jam Lintang berada didalam ruang UGD. Seorang perawat keluar dan bertanya padaku dengan suara yang sedikit tertahan, dan semakin membuatku panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu yang bernama Gilang?"&lt;br /&gt;"Iya, benar. Ada apa sus?"&lt;br /&gt;"Mari ikut saya. Pasien memanggil nama kamu terus."&lt;br /&gt;"Baik sus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku ikuti langkah kaki suster menuju ruang UGD. Didalam ruangan itu, kulihat tubuh Lintang sudah dibersihkan dan lukanya juga sudah dibalut. Wajah manisnya sudah bisa kulihat lagi. Aku bersyukur dalam hati. Tapi saat melihat begitu banyak alat kedokteran yang menemani Lintang, jantungku kembali berdegup kencang. Aku bertanya kepada dokter yang menangi Lintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman saya kenapa Dok?"&lt;br /&gt;"Teman kamu mengalami pendarahan otak yang sangat parah, dan harus kami operasi sekarang juga. Sekarang ia sedang dalam keadaan krisis"&lt;br /&gt;"Lalu?"&lt;br /&gt;"Kemungkinannya sangat kecil. Saat sadar tadi ia mengatakan ingin bicara dengan Gilang. Itu kamu kan?"&lt;br /&gt;"Iya."&lt;br /&gt;"Nah, sekarang bicaralah dengannya. Jangan lama-lama ya. Kami harus membawanya ke ruamg operasi."&lt;br /&gt;"Baik Dok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kaki mendekati Lintang. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menyerahkan sepucuk surat kepadaku. Setelah itu matanya kembali terpejam. Kulihat tubuh Lintang berlalu menuju ruang operasi. Doa tulusku untuk keselamatannya menyertai kepergiannya menuju ruang operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari terakhir aku melihat wajah manis Lintang. Operasi yang direncanakan belum sempat dilakukan, Lintang sudah tidak sabar untuk pergi bertemu yang Illahi. Kesedihan menyelimuti orang-orang terdekatnya, terutama aku. Hampir saja aku melupakan surat yang diberikan Lintang saat itu karena kesedihan ini. Setelah satu minggu kepergian Lintang, aku baru membaca suratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan tangan Lintang kubaca perlahan. Didalamnya, ia mencurahkan segala isi hatinya yang ingin ia utarakan padaku. Kata maaf mengawali isi surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maaf, karena aku bukanlah sahabat yang baik buatmu. Maaf karena aku tidak cukup peka untuk mengetahui perasaan yang terpendam dalam hatimu. Maaf karena aku tidak cepat menyadari itu. Maaf karena aku tidak bisa membalas perasaan itu, karena aku baru tahu setelah Pandu menceritakan hal ini padaku. Ternyata selama ini, Gilang benar-benar sayang ke Lintang, tapi Lintang dengan begitu egoisnya malah jatuh hati dengan teman Gilang yang ternyata menyukai Lintang karena dendamnya ke Gilang. Pandu mengaku jujur bahwa perasaan sayangnya ke Lintang karena ingin membalas sakit hatinya ke Gilang karena telah merebut kekasihnya, dan karena ia tahu Gilang sayang Lintang, ia menerima Lintang untuk membuat Gilang merasakan hal yang sama. Mengapa Lintang tidak menyadari ini lebih awal, sehingga tidak menyiksa Gilang terlalu lama? Maaf kalau Lintang sudah membuat Gilang kecewa. Melalui surat ini Lintang juga mau minta maaf karena tidak bisa membalas cinta Gilang. Gilang masih maukan menjadi sahabat Lintang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatmu&lt;br /&gt;Lintang.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, aku sedang duduk disamping batu nisanmu. Mengenang memori indah kita dulu. Aku kembali teringat bait-bait surat yang membuat ku ingin berteriak marah. Karena aku tidak pernah tersiksa dan merasa tersiksa akan cintaku yang tak berbalas atau karena Pandulah yang dipilih Lintang. Tapi semua sudah terjadi. Untukmu sahabat terbaikku, aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kau memintanya. Itulah gunanya sahabatkan? Satu yang pasti, semua ini bukan kesalahanmu. Bukan salahmu bila kau tak cinta Lintang, dan juga bukan salahmu bila cintaku tak berbalas. Kalimat ini selalu ingin kuucapkan buatmu, bahkan setelah 3 tahun kepergiaanmu. Kuharap kau dapat mendengarnya sobat, jauh dari alammu yang bahagia disana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113527226938189326?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113527226938189326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113527226938189326&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113527226938189326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113527226938189326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/cerpen-bukan-salahmu-bila-tak-cinta.html' title='Cerpen: Bukan Salahmu Bila Tak Cinta'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113516215417060143</id><published>2005-12-21T16:44:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T17:16:47.063+07:00</updated><title type='text'>Memori: Ibunda</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/mother.7.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 85px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px" height="118" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/mother.7.jpg" width="85" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ibu: Kekasih dan Sahabat Terbaik Ku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;21 Desember 2005 pukul 15.30 wkt New Delhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 22 Desember akan segera datang. Hari itu di Indonesia diperingati sebagai Hari Ibu, dan biasanya akan banyak acara yang berkenaan dengan tema tersebut, seperti lomba masak, merangkai bunga, dan bentu acara lain sejenis. Saat aku di Medan, kota kelahiranku, aku sering ikut serta dalam acara peringatan tersebut. Terkadang aku menjadi patner ibu dalam lomba masak atau merangkai bunga. Tapi peringatan Hari Ibu tahun ini akan terasa sangat berbeda buat ku karena aku sekarang tidak berada dekat ibu yang sangat dan sangat aku sayang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terasa kini betapa ibu adalah kekasih yang aku rindu dan juga teman terbaik yang pernah aku punya yang tidak akan pernah mengkhianatiku. Ibu dimata ku adalah wanita sempurna karena ia mampu mendidik dan mengajariku tentang banyak arti dari kehidupan yang akan aku jalani kini. Saat aku belum bisa mengerti apa arti dari hidup ku, ia mengajarkanku untuk menjadikan diriku ini berarti dulu untuk diri ku sendiri baru untuk orang lain, sehingga aku tidak akan merasakan hidup ini tanpa arti yang akhirnya akan menghambat langkahku kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah dan simpel memang untuk dipahami, tapi buat ku ini sangat sulit untuk dijalani, karena sampai sekarang toh aku masih belum merasa berarti bahkan buat diriku sendiri. Jarak yang sekarang memisahkan aku dan ibu membuat aku kembali mengingat segala nasehat dan ajarannya buatku, dan akhirnya aku hanya bisa menangis. Malam demi malam, kesunyian demi kesunyian yang kulalui disini sendiri membuatku sering merenungi apa saja yang telah kuperbuat untuk orang tuaku, terutama ibu. Karena ia adalah orang yang terdekat denganku. Tidak ada satu rahasia pun yang sembunyikan darinya. Ia bisa memahami aku apa adanya aku, tanpa pernah memaksaku untuk menjadi apa dan seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu kali aku membuat ia menangis dan murung hingga ia tidak mau bicara denganku selama berhari-hari. Saat itu adalah saat yang paling paling dan paling tidak mengenakkan dalam hidupku. Aku sampai tidak makan karenanya. Hal itu terjadi karena aku salah bicara didepan salah seorang temannya, dan hal itu membuat ia malu dan akhirnya sedikit sakit hati terhadapku. Tapi namanya juga ibu, ia juga yang pertama kali menegurku dan mengucapkan maaf. Betapa bodoh dan tidak pekanya aku, padahal seharusnya akulah yang melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu memang wanita hebat. Aku merasa tidak ada hal yang tidak bisa ia buat untukku. Saat aku menerima beasiswa ke India ini, ibu juga tidak menahan keinginanku untuk pergi, padahal aku anak perempuan satu-satunya dikeluargaku. Teman-teman ibu banyak yang melarangku, karena menurut mereka anak perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, apalagi sampai jauh-jauh keluar negri. Tapi ibu malah mendorongku untuk tetap pergi karena ini adalah kesempatan emas yang tidak akan mungkin datamg untuk keduakalinya dalam hidupku. Apalagi keluargaku adalah keluarga yang sederhana dan untuk melanjutkan sekolah adalah hal yang sangat mustahil kalau harus memakai biaya sendiri. Ibu adalah orang yang selalu menemaniku selama proses pra-keberangkatanku ke India. Dari mengurus passort, melengkapi dokumen, samapi menemaniku waktu aku harus menghadapi tes akhir sebelum pengumuman penerimaan beasiswa itu. Tanpa aku sadari ternyata ibu adalah semangat dan kekuatanku sehingga aku dapat melewati semuanya dan akhirnya sampai di India ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya kata dan berjuta ungkapan perasaan mungkin tidak akan cukup bagiku untuk menggambarkan arti ibu dalam hidupku. Aku hanya bisa menuangkan apa yang mampu aku tuangkan, dan itu lebih sedkit dari apa yang tak mampu kutuangkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, tetaplah menjadi semangat dan kekuatanku karena aku masih dan masih sangat membutuhkannya, apalagi disaat-saat seperti ini. Tetaplah berdoa untuk anakmu ini sehingga doa itu dapat menjadi semangat tersendiri buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Ibu. Tetaplah berkilau seperti bintang dan bulan yang selalu menemaniku.&lt;br /&gt;Aku rindu padamu ibu. Ku nanti saat-saat kita untuk berkumpul lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113516215417060143?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113516215417060143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113516215417060143&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113516215417060143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113516215417060143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/memori-ibunda.html' title='Memori: Ibunda'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113455232983855600</id><published>2005-12-14T16:24:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T19:07:00.786+07:00</updated><title type='text'>Memori: Seratus $ Ku Sayang, Seratus $ Ku Malang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="110" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/320/images.jpg" width="131" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;$100 Ku Sayang, $100 Ku Malang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;14 Desember 2005 pukul: 15.00 waktu New delhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus Dollar ku sayang, seratus dollar ku malang! Mungkin kata inilah yang saat ini bisa mewakili perasaan hati ku. Bagaimana tidak, seratus dollar kesayangan ku itu harus raib dibawa orang yang sungguh tak punya mata hati, karena ia tidak bisa melihat susahnya aku.&lt;span class="fullpost"&gt; Tega dan sadis adalah kata yang bisa ku 'hadiahkan padanya. Tapi mungkin kata ini tetap tidak bisa mengurangi gusar dan gelisah hatiku karena harus berpisah jauh dan selama-lamanya dengan Dollar ku sayang. What should I do?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tau enggak sih, kalau aku uda punya rencana banyak dengan Dollar. Entar kalau aku pulang kampung, Dollar bisa ku pakai buat modal oleh-oleh. Seratus kan lumanyan bisa beli sari dan kawan-kawannya. Tapi dasar belum rezekinya Dollar kali, atau bukan rezekinya aku untuk memiliki Dollar lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman pada nyarani untuk ikhlasin aja, tapi namanya juga Dollar, siapa sih yang bisa ngelepasnya gitu aja. &lt;em&gt;Enggak 'gemeng-gemeng tuh'!&lt;/em&gt; Dasar Dollar, uda dijaga baik-baik tetap aja kabur, lari sama orang yang enggak jelas lagi, enggak pamit, enggak ucapin salam, enggak say good-bye ke saya, anggak tulis pesan, juga enggak SMS lagi, repot deh akhirnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, namanya juga uda nasib. Mungkin aku yang lalai dalam menjaga Dollar ku, jadi kabur deh dia. Lagi pula kan selalu ada pertemuan ada perpisahan, kadang punya kadang enggak, kadang ada kadang hilang, dan kadang -kadang yang lainnya. Jadi, mungkin ada baiknya kalau aku ikutin saran teman-teman untuk ikhlasin aja Dollar yang udah 'kabur' dan mungkin enggak kembali lagi. Buat siapapun yang bawa Dollar saya, saya do'akan semoga Dollar dapat bermanfaat buat kamu, dan sudah pasti bermanfaat banget nih, dan segeralah kembali ke jalan yang benar karena aku cuma mau ingatin kalau "KIAMAT UDA DEKAT, MAN!!!!!!. Cepatlah bertaubat!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113455232983855600?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113455232983855600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113455232983855600&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113455232983855600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113455232983855600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/memori-seratus-ku-sayang-seratus-ku.html' title='Memori: Seratus $ Ku Sayang, Seratus $ Ku Malang'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113423139384040912</id><published>2005-12-10T23:14:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T19:04:58.026+07:00</updated><title type='text'>Memori: Kemuning</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/rose.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 108px" height="117" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/rose.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kemuning&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga bagi sebagian orang adalah lambang keindahan. Keindahan sekuntum bunga terkadang disinonimkan dengan 'keindahan' seorang wanita. Bunga adalah lambang cinta dan kasih sepanjang masa. Karena itu pula bunga sering juga menjadi bahan inspirasi banyak orang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;'Kemuning' adalah salah satu judul lagu yang terinspirasi dari nama sebuah bunga yang sering tumbuh di dataran tinggi. Lagu ini juga menyimpan sebuh kenangan hidup saya. Selamat menikmati.&lt;br /&gt;Di hempas angin sepoi-sepoi&lt;br /&gt;Menyebar harum mewangi&lt;br /&gt;Bunga kemuning&lt;br /&gt;Di puncak bukit yang sepi&lt;br /&gt;Bagaikan takkan pernah layu&lt;br /&gt;Selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harum kemuning membangkitkan&lt;br /&gt;Gairah cinta asmara bagi diriku&lt;br /&gt;Bila ku ingat kepada mu&lt;br /&gt;Hati ku akan selalu&lt;br /&gt;Jatuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Warnamu abadi, ciptaan illahi&lt;br /&gt;Dari dulu kala s'lalu menyepi......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bukit itu kemuning mekar&lt;br /&gt;Dan layu bergantian, sepanjang masa&lt;br /&gt;Harum abadi dan kekal&lt;br /&gt;Bagai cinta ku kepada mu&lt;br /&gt;Oh sayang ku...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113423139384040912?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113423139384040912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113423139384040912&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113423139384040912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113423139384040912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/memori-kemuning.html' title='Memori: Kemuning'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113423114964953031</id><published>2005-12-10T23:06:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T19:08:37.646+07:00</updated><title type='text'>Opini: Senioritas Dikalangan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/campus.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/campus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Senioritas Dikalangan Mahasiswa&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi umum senior, istilah senior dan yunior adalah hal-hal yang berkaitan dengan umur,tingkat pendidikan,wawasan,jabatan dan sebagainya.Kata ini sering sekali menjadi belenggu dan dilema yang membatasi seseorang untuk bergerak maju. Mari kita ambil contoh lingkungan pendidikan kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya seorang siswa yang pintar tidak berani untuk menonjolkan diri karena ia 'menghargai' para seniornya, padahal ia mampu dan bahkan bisa berbuat jauh lebih baik dari seniornya.Atau, ada senior yang cenderung memaksakan kehendak kepada 'bawahannya'untuk melakukan keinginannya, dan sang junior(bawahan) dengan terpaksa harus mau melakukannya.Apakah ini sebuah dogma dari tata krama yang ada di masyarakat kita atau ini sebuah keegoisan belaka? Jawaban pertanyaan ini kembali kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pergaulan kampus, kita juga selalu dihadapkan pada kenyataan senioritas ini. Sebagai mahasiswa baru, kita sering dituntut untuk berada di bawah para senior yang telah terlebih dahulu berada disana. Dalam memberi pendapat, kita juga harus tidak boleh melamggar kepentingan mereka, dan bahkan kita malah terpaksa untuk mengikuti keinginan mereka padahal sebenarnya pendapat yang mereka ajukan tidak sesuai menurut kita. Bila kita berusaha untuk menolak atau melanggar ini,maka kita dianggap tidak memiliki rasa sopan santun. Mengapa masalah senioritas dikaitkan dengan sopan santun dan etika?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113423114964953031?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113423114964953031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113423114964953031&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113423114964953031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113423114964953031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/opini-senioritas-dikalangan-mahasiswa.html' title='Opini: Senioritas Dikalangan Mahasiswa'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113423060381230653</id><published>2005-12-10T22:59:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T19:11:02.316+07:00</updated><title type='text'>Cerpen : Uniknya Asmara</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/tajmahal2.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="114" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/tajmahal2.jpg" width="139" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Uniknya Asmara" &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ciat...,uhgt..., akh..., ciat...."&lt;br /&gt;"Come on guys, you can do it!"&lt;br /&gt;"Satu poin untuk sudut merah."&lt;br /&gt;Hiruk pikuk turnamen taekwondo "UI Rektor Cup" masih terngiang jelas ditelingaku. Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, dan aku masih belum bisa melupakan bayangan indah awal pertemuaan ku dengan seorang wanita cantik yang sudah hampir 2 tahun ini menjadi 'the only beloved wife' dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu di awal Desember 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"P3K mana? Tolong nih, temen gue cedera, sepertinya kena patah tulang.Buruan tolong!"&lt;br /&gt;"Sabar, kami akan urus." Jawab seorang cewek dari arah belakang ku.&lt;br /&gt;Gile! Ini cewek manis amat, kayaknya gue naksir nih. Bisikku dalam hati. Oh ya hampir lupa. Namaku Teguh, mahasiswa jurusan pisikologi UI, dan nih cewek manis anggota P3K turnamen taekwondo ini. Yang cedera anggota tim ku dan aku adalah pelatih tim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu enggak papa Tommy?"&lt;br /&gt;"Apanya yang enggak papa, sakit nih!"&lt;br /&gt;"Tom, cewek yang tadi manis juga ya? Kayaknya boleh juga tuh."&lt;br /&gt;"Hey, Guh! Kalau mau gebet cewek liat-liat dong. Temen lagi kena musibah, elo malah enak-enakan perhatiin cewek."&lt;br /&gt;"Iya, tapi kan enggak salah kalau sambil nyelem cari ikan. Lumayan bisa dijual di pasar tuh."&lt;br /&gt;"Cari ikan? Emang cewek tadi ikan. Udah entar aja kalau mau cari ikan, urus aku dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagallah rencanaku untuk pendekatan ke tuh cewek manis gara-gara Tommy. Padahal tadi aku pingin tanya nomor telpon dan namanya, tapi Tommy ribut mulu sih. Tapi kalau dipikir-pikir,Tommy berjasa juga. Karena kalau ia enggak cedera, mana mungkin aku ketemu cewek manis tadi ya.Akhirnya dengan sedikit kecewa, aku mengantarkan Tommy ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalanya waktu, aku akhirnya tau kalau sang gadis manis bernama Vebi, anak fakultas ekonomi yang hobi olahraga taekwondo. Tapi yang bikin sebel katanya dia uda punya pacar. Habiskan gue! Tapi namanya uda jatuh hati, tetep aja perburuan 'berlanjut', soalnya sejak pertama kali jumpa, aku uda punya keinginan untuk dapetin nih cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Mei 2003.&lt;br /&gt;Aku pergi ke sebuah percetakan milik teman ku untuk membuat brosur. Disana ternyata aku bertemu lagi dengan Vebi. Ia ingin membuat kartu namanya. Dan ternyata lagi, teman ku pemilik percetakan adalah temannya juga. Dunia ini memang sempit lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Vebi kelihatan jauh lebih manis dari saat kami pertama kali bertemu waktu acara turnamen dulu. Waktu turnamen, Vebi memakai baju seragam taekwondo, tapi sekarang ia memakai baju 'barong', dengan paduan celana jeans, dan sepatu sport. Tomboy juga ni cewek, pikir ku dalam hati. Ia sedang asik mengutak-atik komputer untuk membuat disain gambar kartu namanya. Ia pinter lho ngedisain kartu nama. Lagi asik ngeliatin Vebi, Riyo, pemilik percetakan, datang menghampiri aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai kak Teguh. Uda lama enggak kelihatan. Kemana aja?"&lt;br /&gt;"Biasa lah, ngurus kerjaan."&lt;br /&gt;"Ada perlu apa, nih?"&lt;br /&gt;"Aku mau buat brosur untuk tempat kursusku. Bisa kan?"&lt;br /&gt;"Bisa dong, cuma brosur ini."&lt;br /&gt;"Hey, Yo. Itu cewek temen lo ya?"&lt;br /&gt;"Oh, Vebi? Iya. Emangnya kenapa?"&lt;br /&gt;"Enggak cuma tanya aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku bersorak. Ini adalah kesempatan emas untuk mendekatinya. Aku memutar otak mencari cara untuk dapat ngobrol dan mengetahui tentang siapa dia lebih dalam lagi. Akhirnya ku dapatkan ide yang cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yo, makan siang yuk? Udah siang nih?"&lt;br /&gt;"Aku dah makan siang kak."&lt;br /&gt;"Makan lagi deh. Aku traktir. Tapi kamu harus ajak Vebi." Pintaku sedikit berharap.&lt;br /&gt;"Oh, aku ngerti." Riyo tersenyum paham. Lalu ia pun mengajak Vebi untuk makan siang.&lt;br /&gt;"Ve, makan siang yuk? Ditraktir kak Teguh ni, rugi kalau enggak mau."&lt;br /&gt;"Enggak ah, uda makan."&lt;br /&gt;"Ayo dong makan lagi. Temenin aku dan kak Teguh ya?"&lt;br /&gt;"Males."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memaksa cukup lama, akhirnya Vebi mau juga untuk ikut makan siang. Kami pun pergi ke sebuah restoran padang yang terletak tidak jauh dari percetakan. Disinilah awal kedekatan ku dan Vebi dimulai. Ups! Hampir lupa. Aku sebenarnya bisa meramal nasib dengan liat garis tangan seseorang lho. Dan cara ini pula yang aku pakain untuk memikat hati Vebi. Tiada disangka dan tiada diduga. Cara ini ternyata berhasil. Lalu kamipun saling bertukaran kartu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela pembicaraan, akhirnya aku tau bahwa ia tidak suka anak pisikologi, dan katanya lagi saat kami pertama kali ketemu dulu di turnamen, ia menganggap aku sebagai cowok yang sok menguasai keadaan. Tengsin deh gue! Bukannya nyerah, hal ini malah membuat aku semakin ingin mendapatkan dia. Awas lho! Bisik tekad ku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian.&lt;br /&gt;Telpon bedering.”Kring...kring...kring...”&lt;br /&gt;“Hallo, ingin bicara dengan siapa?”&lt;br /&gt;“Kak Teguh ada. Ini Vebi.”&lt;br /&gt;“Hai, Ve! Ada apa? Kok tumben nelpon. Kangen ya?”&lt;br /&gt;“Enggak. Cuma ada perlu aja.”&lt;br /&gt;“Perlu apa?”&lt;br /&gt;“Ini, Vebi ingin kursus bahasa Jepang. Kak Teguh bisa bantukan?”&lt;br /&gt;“Oh, itu! Bisa dong. Datang aja ke kursus. Alamatnya ada dikartu nama yang pernah kakak kasi dulu, nanti pasti kakak bantu.”&lt;br /&gt;“Oke, deh! Sampai ketemu nanti ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika hatiku bersorak girang. Ini kemajuan besar, pikirku dalam hati. Vebi udah mau nelpon aku dan malah kami akan ketemu. Tak lama kemudian Vebi tiba di kursus tempat aku bekerja dengan mengendarai motor. Tentunya aku sambut dengan bahagia dan kuberi servis yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu kami jadi sering saling telpon, dan semakin dekat. Aku juga akhirnya mendengar langsung pengakuan Vebi bahwa ia sudah punya pacar. Vebi juga sering curhat ke aku tentang pacarnya itu. Jadilah aku tempat curhatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 06Juni 2003.&lt;br /&gt;Vebi menelponku untuk megundang dalam acara ulang tahunnya yang akan berlangsung pada tanggal 07 Juni nya. Waktu itu adalah ulang tahunnya yang ke 22 tahun. Di undang ulang tahun tentunya seneng dong, tapi aku harus datang telat karena harus bekerja dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo, Ve. Ini aku Teguh. Maaf ya ,aku kayaknya datang telat nih. Karena aku harus kerja dulu.”&lt;br /&gt;“Enggak apa-apa, kok.”&lt;br /&gt;“Apa aku masih boleh datang, nih?”&lt;br /&gt;“Boleh dong. Datang aja, kutunggu ya?”&lt;br /&gt;“Oke, deh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku belum punya kendaraan, aku nyewa ojek seharga Rp. 20.000.- untuk 2 jam sewa. Dengan semangat dan modal nekad, karena aku belum pernah ke rumahnya sebelumnya. Akupun berangkat. Tapi karena enggak tau jalan, akupun kesasar. Tanya sana tanya sini, lihat sana lihat sini, akhirnya tanyak lagi. Tapi aneh, walau sudah tanya sana sini, tetap aja enggak ketemu. Sampai akhirnya aku ketemu orang yang berlogat batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat malam, Pak.”&lt;br /&gt;“Malam. Ada yang bisa saya bantu?”&lt;br /&gt;“Mau numpang tanya alamat. Apa bapak tau rumahnya Vebi?”&lt;br /&gt;“Vebi?”&lt;br /&gt;“Iya. Dia hari ini ngadain pesta ulang tahun.”&lt;br /&gt;“Kalau daerah sini yang lagi ada acara ulang tahun itu bukan Vebi, tapi Lia. Coba aja ke sana. Rumahnya di sudut jalan ini.”&lt;br /&gt;“Terima kasih, Pak.”&lt;br /&gt;“Sama-sama.”&lt;br /&gt;Ternyata benar. Vebi kalau dilingkungannya dikenal dengan nama Lia. Akupun sampai di rumah Vebi sekitar jam sembilan malam. Tamu-tamu sudah banyak yang pulang, dan makanannya juga sudah hampir habis. Vebi tidak mengundang banyak orang, hanya beberapa teman dan anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2003.&lt;br /&gt;Kabar yang mungkin sudah lama ingin aku dengar akhirnya kuterima juga. Vebi akhirnya putus dari pacarnya. Aku tidak tahu harus senang atau sedih. Di satu sisi aku senang karena kesempatanku mendekati Vebi semakin terbuka lebar. Tapi di sisi lain aku juga sedih karena Vebi pasti sedih akan hal ini. Sebagai seorang teman aku coba menghiburnya dengan selalu memberi dukungan dan dorongan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Nopember 2003.&lt;br /&gt;Aku sedang berada di sebuah hotel bersama adik lelaki ku, lagi fitness ceritanya, tiba-tiba aku mendapat telpon dari Vebi. Ia mengalami kecelakan dan ingin aku segera datang untuk membantunya. Saat itu aku sudah punya motor sendiri, maka aku langsung saja pergi. Mobil yang dikendarai Vebi ditahan polisi, dan aku satu-satunya orang yang mengurus segalanya. Tau enggak? Aku juga orang pertama yang di telpon Vebi, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Desember 2003.&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, aku semakin berani menunjukkkan perhatianku ke Vebi. Uda lebih berani datang berkunjung, bahkan pada pagi hari. Orang tua Vebi juga welcome terhadapku. Dan karenanya aku lebih mudah untuk akrab dengan keluarganya. Rasa yang selama ini aku tahan pun sudah berani aku tunjukkan. Aku ingin menimbulkan kesan bahwa aku serius terhadap perhatian ku kepadanya. Aku juga semakin berani menunjukkan rasa sayangku kepadanya. Satu hal yang berani berani aku lakukan adalah menyatakan langsung perasaan ku kepada Vebi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kedekatanku dengan Vebi, orang tua Vebi kemudian langsung bertanya tentang hubungan apa yang ada antara aku dan anak mereka. Akhirnya, belum sempat omong ke Vebi, aku harus ngaku di depan bokapnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya lihat kamu akrab ya dengan Vebi. Boleh Bapak tau kenapa?”&lt;br /&gt;“Saya sayang ama anak Bapak dan ingin serius menjalin hubungan.”&lt;br /&gt;“Oh, begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2003.&lt;br /&gt;Hari yang belum pernah ku bayangkan sebelumnya tiba-tiba aja terjadi. Bokap Vebi ‘nembak’ aku untuk menikah dengan aja dengan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak Teguh emang serius sayang ama Vebi?”&lt;br /&gt;“Iya. Emangnya kenapa Pak?”&lt;br /&gt;“Kalau begitu kenapa tidak menikah saja?”&lt;br /&gt;“Saya ingin, tapi saya mau mapan dulu sebelum menikah.”&lt;br /&gt;“Sekarang nak Teguh uda kerjakan?”&lt;br /&gt;“Sudah.”&lt;br /&gt;“Penghasilannnya berapa sebulan?” Pertanyaan ini kujawab dengan menyebut beberapa digit rupiah sambil malu-malu.&lt;br /&gt;“Kalau segitu cukup. Menikah juga tidak perlu mapan, tapi niat baik.”&lt;br /&gt;“Iya, Pak. Saya tahu.”&lt;br /&gt;“Jadi kalau begitu mau kan menikah saja dengan Vebi?”&lt;br /&gt;“Memangnya Bapak ada hari yang baik?”&lt;br /&gt;“Habis lebaran Haji?.”&lt;br /&gt;“Baik!" Aku menjawab pertanyaan itu dengan tegas. Lalu,"Lebaran haji itu bulan berapa Pak?”&lt;br /&gt;“Bulan Februari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disambar petir waktu mendengar bokap Vebi mengatakan bulan Februari itu, karena saat itu sudah bulan Januari. Berarti tinggal satu bulan lagi. Karena tidak ingin malu di depan 'camer', aku tetap bersikap wajar sambil menyembunyikan keterkejutan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu saya harus bicara dulu dengan oranga tua saya Pak.”&lt;br /&gt;“Itu sudah pasti! Baik. Kami tunggu kabar dari kamu secepatnya.”&lt;br /&gt;“Baik, Pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari rumah Vebi, aku tidak langsung ke rumah. Aku pergi ke rumah kakak ku yang sudah menikah dan konsultasi dengan kakak iparku tentang masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu serius mau nikah ama ni cewek Guh?”&lt;br /&gt;“Serius.”&lt;br /&gt;“Emang uda lama kenalnya? Karena menikah itu bukan untuk sehari dua hari, tapi untuk selamanya lho.” Kakak ku menambahkan.&lt;br /&gt;“Tau ama ni cewek uda lama, dekatnya uda hampir setahun lebih.”&lt;br /&gt;“Kalau begitu kamu harus diskusikan ini dengan anggota keluarga yang lainnya, Guh.”&lt;br /&gt;“Pasti lah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluargaku pun berkumpul untuk mendiskusikan masalah ini. Tentu saja sebagian keluarga bingung dan penasaran siapa calon istri ku ini. Aku pun bercerita panjang lebar tentang siapa Vebi, bagaimana kami ketemu, dan sebagainya-sebagainya. Setelah diskusi yang panjang, orang tua ku menelpon keluarga Vebi untuk membuat janji ketemu. Pertemuan dua keluarga pun terjadi, dan di putuskan bahwa kami akan menikah pada tanggal 19 Februari 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Februari 2004.&lt;br /&gt;Lalu pada saat tanggal yang telah ditetapkan aku pun menikah dengan Vebi, gadis yang dengan susah payah aku dapatkan. Walau harus menunggu dan bersabar, toh akhirnya aku bisa mendapatkannya. Setelah ijab kabul maka resmilah Vebi telah menjadi istriku. Aku berjanji dalam hati akan selamanya sayang dan cinta ke Vebi. Bagiku pernikahan ini adalah yang pertama dan yang terakhir, dan Vebi juga adalah istri pertama dan terakhir buat ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Februari 2004&lt;br /&gt;Setelah akad nikah yang kami lakukan pada hari sebelumnya, acara kami lanjutkan dengan resepsi pernikahan kami. Saat itu aku mungkin adalah satu-satunya laki-laki yang paling bahagia di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hampir dua tahun pernikahan kami, dan kami juga sudah dianugerahi seorang putri yang manis, aku masih ingat dengan jelas kisah cinta kami ini. Uniknya asmara memang bisa terjadi pada siapa saja. Hari ini terjadi padaku, tapi mungkin esok akan terjadi pada mu. Siapa yang tahu!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113423060381230653?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113423060381230653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113423060381230653&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113423060381230653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113423060381230653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/cerpen-uniknya-asmara.html' title='Cerpen : Uniknya Asmara'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422995992932798</id><published>2005-12-10T22:49:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T19:05:50.810+07:00</updated><title type='text'>Refleksi: Bunga dan Kumbang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/bee.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/bee.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bunga dan Kumbang&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga sedang duduk sendiri di dalam taman, menebar senyum dan pesonanya kepada siapa saja yang memandang dan melihat. Pandangan mengoda sesekali terlihat jelas, senyum sipu pun tersunging manis dibibir Bunga. Karena itu adalah alaminya Bunga. Hasrat yang terpancar dari dalam diri Bungan membuat siapa saja yang melihat, timbul gejolak hendak menyapa.&lt;span class="fullpost"&gt;Tak terhitung sudah berapa kumbang yang lihat dan sapa Bunga, namun ia dengan malunya mencoba untuk 'menutup' diri, diam tersipu. Satu dua&lt;br /&gt;kumbang pun kecewa dan berlalu, jauh pergi meninggalkan Bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu masa, Bunga tergoda pula dengan Sang Kumbang yang menusuk dengan beribu panah rayuan dan pujian. Naluri alami Bunga yang senang dan bahagia saat terayu dan tergoda membuat Bunga akhirnya, luluh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga masuk ke dalam alam keindahan yang diciptakan dan ditawarkan sang Kumbang. Sang Kumbang dengan lihai dan manja membawa Bunga ke alam yang maha agung menurut Bunga. Tiada resah dan curiga merambat dalam diri Bunga. Detik demi detik ia nikmati seolah-olah semua itu tanpa akhir. Kumbang pun semakin sering memuji dan menggoda, entah apa yang ada di balik semua puji dan goda itu. Apakah puji itu tulus, apakah goda itu gurauan, juga tidak ada yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji dan goda terus saja mengalir, naik semakin tinggi dalam angan Bunga. Bunga bahkan sudah lupa dengan taman dimana ia dulu sering duduk sendiri, menebarkan senyum dan pesonanya. Taman juga merasa kehilangan yang sangat dalam, tapi Bunga tidak pernah mau tau itu. Ia terus saja terhanyut jauh dalam dunia maya sang Kumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak cerita, tanpa tersadar tentang apa yang sudah jauh terjadi, dengan segala rayu dan goda yang terhujam, sang Kumbang mampu untuk merambati, bukan hanya batang Bunga, tapi juga kuntum sari Bunga yang baru saja hadir dan mungkin akan tumbuh dengan indah. Namun Bunga tetap saja belum tersadar dari pingsan yang ia alami selama ini. Itu pula yang membuat Kumbang semakin leluasa untuk terus merambat, naik dan semakin naik saja. Ketika sudah mendaki puncak Bunga, Kumbang pun lelah dan bosan. Fantasi alam fana yang sudah sang Kumbang ciptakan kini sudah tidak semenarik dulu, semuanya kelihatan hambar dan gersang. Pesona dan harum Bunga juga tidak segairah dulu lagi, terlebih lagi Bunga sudah tiada memiliki 'kharisma' alami sekuntum Bunga yang seharusnya ada dan yang seharusnya pula ia 'jaga'. Keindahn yang semu ini sudah tidak menantang lagi untuk diterusakan. Tanpa pesan dan kabar, sang Kumbang melangkah santai, pergi sejauh-jauhnya, dan tiada hasrat untuk melihat Bunga lagi, bahkan untuk menguucapkan 'selamat tinggal sayang'. Bunga akhirnya tercampakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tersadar dari mimpi yang 'sangat indah', Bunga pada awalnya tidak bisa menerima kalau semua keindahan yang 'sejati' dimatanya ini harus berakhir begitu saja. Tapi semua itu adalah nyata dan harus diterima oleh Bunga. Namun, seperti yang sudah sering dan biasa terjadi bahwa sesal selalu datang di akhir cerita, Bunga tiada sadar kalau dalam diri telah 'tertanam' benih bunga baru, 'buah' dari petualangan yang selama ini ia lalui bersama sang Kumbang yang lari entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta maki dan caci terucap dari bibir Bunga, menutupi segala kegalauan hati yang ada. Benih sudah tertanam dan tiada kuasa untuk merenggut hak hidup dari benih ini. Ia terus tumbuh besar, dan Bunga pun menjadi berita utama di setiap sudut taman saat ia kembali ke tempat asal ia dahulu pernah bersinar indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah siapa dan dosa siapa ini? Pertanyaan yang tidak pernah mampu dijawab Bunga selama sisa akhir hidupnya. Sang Kumbang tiada kabar berita, hilang lenyap seperti tertelan bumi, bahkan masuk ke dasarnya. Tiada perduli akan nasib Bunga yang telah ia renggut dan campakkan ke tempat 'sampah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini salah Bunga yang terayu bujuk dan pesona dunia maya sang Kumbang, atau ini salah Kumbang yang tak mampu menahan gejolak hati untuk merayu dan merenggut pesona Bunga? Kepada siapa semua pertanya ini harus Bunga sampaikan? Masih adakah bunga-bunga atau kumbang-kumbang lain yang sudi mendengar keluh dan kesah Bunga? Masihkah ada rasa iba dan kasihan yang tersisa untuk Bunga? Begitu banyak pertanyaan lain yang membuat Bunga sulit untuk bernafas. Sesak didada membuat Bunga ingin segera layu dan gugur dari taman ini. Tapi apakah ini bisa mengakhiri semuanya? Atau malah ini membuat masalah menjadi lebih dan tambah parah lagi? Dan mengapa hanya Bunga saja yang harus menanggung semua ini sendiri? Dimanakh tanggungjawab Kumbang yang juga memiliki andil sehingga semua ini terjadi? Beribu bahkan berjuta pertanyaan bergelut dalam diri Bunga, tanpa ia tahu kapan dan bilakah semuanya ini bisa terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluh dan kesah kini sudah tiada arti lagi. Bunga sadar dan paham benar akan hal itu, karena semua ini sudah 'terlanjur' terjadi. Tapi apakah sang Kumbang juga merasa hal yang sama? Semoga saja. Bunga kembali duduk di taman itu. Namun tidak seperti dulu lagi. Kini ia tiada lagi tersenyum atau menebarkan pesonanya. Karena ia sudah tak mampu lagi untuk tersenyum, ia tak mampu lagi untuk menebar pesona karena memang ia telah kehilangan pesonanya. Namun, di hati Bunga masih terselip sedikit asa dan harapan. Bunga ingin agar apa yang telah ia alami tidak dialami oleh bunga-bunga lain yang baru saja akan tumbuh. Tebarlah pesona mu, tapi jangan terhayut karenanya. Lihatlah 'aku' yang malang ini, belajarlah dari aku. Aku akan tetap berada di taman ini kalau sewaktu-waktu ada yang ingin melihat ku lagi. Aku tak akan berhenti untuk selalu berharap, karena aku masih punya Dia yang akan selalu menjaga ku dan sayang pada ku, seperti apapun adanya aku. Taman itu kini kembali seperti semula karena memang kehidupan ini tetap harus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422995992932798?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422995992932798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422995992932798&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422995992932798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422995992932798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/refleksi-bunga-dan-kumbang.html' title='Refleksi: Bunga dan Kumbang'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422944869982884</id><published>2005-12-10T22:41:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T19:09:43.493+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Cermin Kalbu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/koran.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/koran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Cermin Kalbu" &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung mengenal diri&lt;br /&gt;Mencari jawaban tak kunjung pasti&lt;br /&gt;Jauh sudah kaki melangkah&lt;br /&gt;Namun resah hati bertambah parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat bayangan diri di cermin&lt;br /&gt;Tak satu jawaban terpancarkan&lt;br /&gt;Kemana lagi harus mencari&lt;br /&gt;Tiada harapan tersisa dalam diri&lt;br /&gt;Kucoba bertanya pada kalbu,&lt;br /&gt;Cermin diri yang tak pernah menipu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya............&lt;br /&gt;Laksana pengembara yang kehausan&lt;br /&gt;Hati seakan bersorak girang&lt;br /&gt;Satu demi satu jawaban terjawab&lt;br /&gt;Menghilangkan dahaga yang lama tertambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku temukan apa yang lama ku cari&lt;br /&gt;Jawaban yang lama tak kumgerti,&lt;br /&gt;Ternyata begitu dekat di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh cermin kalbu ini&lt;br /&gt;Tiada pernah akan menpu diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban t'lah kutemukan&lt;br /&gt;Dahaga hati pun terpuaskan&lt;br /&gt;Lalu ku sucikan diri&lt;br /&gt;Dengan menyapa sang Illahi Robbi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422944869982884?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422944869982884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422944869982884&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422944869982884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422944869982884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/puisi-cermin-kalbu.html' title='Puisi: Cermin Kalbu'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422916690118931</id><published>2005-12-10T22:34:00.000+07:00</published><updated>2005-12-10T22:47:39.250+07:00</updated><title type='text'>Opini: Siti Nurhaliza</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/siti2.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/siti2.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siti Nurhaliza: Sederhana Namun Tetap Bersahaja&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan dan kesahajaan adalah kata-kata yang bisa kita gunakan untuk melukiskan kepribadian seorang Siti Nurhaliza. Siapa yang tidak kenal dia, seorang wanita dengan segudang prestasi asal negeri Serawak, Malaysia. Kesederhanaan yang melekat dalam dirinya bukanlah kesederhanan yang dibuat-buat, tetapi memang apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesahajaan yang ia bawa kemana pergi juga bukan sandiwara, melaikan pancaran dirinya yang tidak pernah menipu.Predikat orang terkenal yang ia sandang sama sekali tidak membuat ia lupa diri, malah ia tetap saja sederhana dan apa adanya. Tiada kesan kesombongan dari dalam dirinya walaupun ia adalah orang yang dipuja banyak orang. Tidak hanya kaum wanita, bahkan kaum pria pun mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila membicarakan seorang Siti Nurhaliza, kita akan selalu terbayang wajah anggunnya yang dapat memikat siapa saja yang melihatnya. Kecantikan wajah yang dibarengi dengan kecantikan budi ini, membuat ia dapat dikatakan sebagai wanita yang hampir sempurna. Sampai sejauh ini, belum pernah terdengar cerita buruk tentang kehidupannya dalam dunia keartisan yang sedang ia geluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia telah menjadi idola banyak orang, dan tentunya idola saya yang sangat saya kagumi. Hampir setiap lagu yang pernah ia rilis, saya berusaha mencari dan menambahkannya dalam koleksi pribadi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lagu yang saya sangat suka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AZIMAT CINTA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya cinta menyinar,berkilauanlah&lt;br /&gt;Selautan kasih bercahaya&lt;br /&gt;Bagaikan butiran permata&lt;br /&gt;Seolah-olah terapung di permukaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daku menjejaki pantai rindu&lt;br /&gt;Mengutip kasih yang terdampar&lt;br /&gt;Kau merangkaikannya satu demi satu&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang mu, kini menjadi kalungan&lt;br /&gt;Azimat cinta ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tidak dibasahi hujan&lt;br /&gt;Namun tempiasnya menyegarkan&lt;br /&gt;Biarpun rembulan,tidak diribaan&lt;br /&gt;Namun cahyanya cukup menerangi banyangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Harumlah cinta dijiwa&lt;br /&gt;Sewangi kasturi surgawi&lt;br /&gt;Semoga bahagia jadi milik kita&lt;br /&gt;Nan abadi s'lama-lamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai sinar mentari, terlindung dibalik&lt;br /&gt;Redupan awanan yang berlabuh&lt;br /&gt;Singkaplah terai kasih mu&lt;br /&gt;Agar bisa ia menyinar kan cahayanya&lt;br /&gt;Untuk kita berdua.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422916690118931?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422916690118931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422916690118931&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422916690118931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422916690118931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/opini-siti-nurhaliza.html' title='Opini: Siti Nurhaliza'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422873774843570</id><published>2005-12-10T22:27:00.000+07:00</published><updated>2005-12-10T22:32:17.750+07:00</updated><title type='text'>Opini: Jilbab</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/woman.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 78px; CURSOR: hand; HEIGHT: 108px" height="117" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/woman.1.jpg" width="93" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jilbab: Sebuah Keharusan atau Sekedar Trend?&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di balik kerudung, wajahmu bersembunyi”&lt;br /&gt;“Kau cantik alami, anugerah illahi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bait lagu di atas saya ambil dari lagu karya H. Rhoma Irama yang menggambarkan kecantikan seorang wanita muslim karena memakai jilbab(dalam bait lagu: kerudung). Dalam lagu ini juga digambarkan bahwa dengan memakai jilbab, seorang wanita itu telah menghiasi dirinya dengan budi pekerti yang Islami sehingga menarik hati seorang pemuda. Lagu ini adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh yang ada tentang keutamaan memakai jilbab bagi wanita muslim.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa, fenomena jilbab dikalangan wanita muslim adalah hal yang sudah berlangsung cukup lama. Begitu banyak kajian yang telah dilakukan berkaitan dengan hal ini. Tentunya terdapat dua kubu yang saling bertentangan seperti umumnya yang sering terjadi dalam menyikapi sebuah fenomena. Satu kubu yang pro menganggap jilbab sebagai suatu kewajiban bagi seorang wanita muslim seperti yang telah diperintahkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an. Di sisi lain, tentunya kelompok kontra, menganggap jilbab sebagai bagian dari trend atau fashion saja, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, fenomena ini tak lagi menjadi suatu permasalahan besar, karena seperti kita lihat saat ini, sudah semakin banyak saja wanita muslim yang sudah memakai jilbab di dalam kesehariannya, dan tentunya dengan alasan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menilik kembali alasan dari mereka-mereka yang memilih memakai jilbab, kita akan mendapat jawaban yang bervariasi. Ada yang memakai jilbab karena ia benar-benar ingin dan telah meniatkan diri untuk selamanya memakai jilbab. Ada pula yang memakai jilbab karena alasan terpaksa, dan ada pula yang memakai jilbab karena pengaruh teman-teman yang telah memakai jilbab. Tapi apapun alasannya, ada sebagian wanita memakai jilbab karena jilbab sudah dapat dakatakan menjadi bagian dari trend dan gaya berbusa wanita muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya katakan bahwa sebagian wanita muslim memakai jilbab itu karena mengikuti trend adalah karena fakta yang kita lihat saat ini, ada sebagian wanita muslim memakai jilbab hanya pada saat-saat tertentu saja, seperti saat menghadiri acara keagamaan, selama bulan ramadhan, atau saat ingin terlihat lebih Islami saja. Nanti setelah semua acara terlewati, mereka akan kembali tidsk memakai jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baik dan indahnhya bila kesadaran diri memakai jilbab ini lahir karena kita telah benar-benar mengerti alasan yang hakiki mengapa kita harus memakai jilbab. Bukan hanya karena ingin mengikuti trend yang sedang laris digandrungi atau pengaruh teman. Karena disadari atau tidak, bila kita sudah memutuskan diri untuk memakai jilbab, maka kita harus juga paham konsekuensi yang akan timbul karenanya. Kita harus bisa menjaga sikap dan tingkah laku kita yang dulunya mungkin agak sedikit kurang baik menjadi lebih baik. Karena kalau tidak orang akan menilai kita tidak baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa pun itu, hal ini masih jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kita kembalikan saja semuanya kepada diri kita masing-masing. Apakah kita memakai jilbab karena menganggap ini sebagai sebuah keharusan sebagai wanita muslim untuk meningkatkan iman dan Islam atau kita hanya sekedar mengikuti trend yang sedang digemari orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422873774843570?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422873774843570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422873774843570&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422873774843570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422873774843570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/opini-jilbab.html' title='Opini: Jilbab'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422837941404420</id><published>2005-12-10T22:23:00.000+07:00</published><updated>2005-12-10T22:26:19.426+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Ketulusan Seorang Rian</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/biru.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/biru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Ketulusan Seorang Rian"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam belum beranjak, pagi juga baru mulai menampakkan wujudnya. Minggu pagi yang cerah dan sunyi. Belum banyak kelihatan aktivitas masyarakat Medan pagi itu. Orang-orang masih banyak yang bergelut dengan mimpi mereka, mendengkur di balik selimut, dan bermalas-malasan untuk memulia hari. Walau begitu, kebanyakan muslim sudah memulai hari mereka, setelah kumandang adzan subuh di awal matahari terbit membangunkan mereka untuk melaksanakan kewajiban subuh, ‘menyapa’ yang khaliq.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan sudah terlihat jelas di kediaman Buk Zaenab. Harumnya nasi panas dan aroma ikan goreng sudsh tercium dari dapur.&lt;br /&gt;“Rey, bangun! Subuh hampir habis. Apa tidak kuliah hari ini? Nanti telat.”&lt;br /&gt;“Iya mak! Udah bangun dari tadi. Ini lagi nyusun buku pelajaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Rey, mahasiswa semester akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di Medan. Sebenarnya aku bukan asli orang Medan. Keluarga ku pindah kemari ketika aku duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Ayah ku sudah meninggal dunia sejak aku duduk di bangku sekolah menengah atas. Sekarang aku hanya tinggal dengan mamak, panggilan sayang ku untuk bunda, dan mamak pula lah satu-satunya yang memenuhi kebutuhan rumahtangga kami. Aku ingin membantu tapi tidak pernah di izinkan oleh mamak. Aku hanya boleh sekolah dan sekolah tanpa boleh tau darimana biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini adalah hari pertama aku masuk kuliah di tahun terakhir ku, setelah libur semester yang cukup lama. Ups! Hari inikan hari Minggu, kuliah darimana . Aduh mamak pasti lupa karena ingin aku cepat lulus.&lt;br /&gt;“Mak? Hari ini Minggukan?”&lt;br /&gt;“Iya.....ya! Inikan Minggu, mamak lupa. Maaf Rey, mungkin karena kamu liburnya sudah terlalu lam sih.”&lt;br /&gt;“Iya. Rey juga ingin cepat masuk kuliah mak, biar cepat tamat. Jadi Rey bisa mengurangi beban mamak.”&lt;br /&gt;“Rey kamu itu bukan beban, tapi hidup mamak.”&lt;br /&gt;“Iya, Rey tau. Karena Rey dah bangun, apa yang bisa Rey bantu mak?”&lt;br /&gt;“Ya kalau gitu bantu mamak goreng dagangan ya, biar cepat selesai. Kalau cepat selesai kan bisa berangkat cepat.”&lt;br /&gt;“Oke mother. I’ll do it!”&lt;br /&gt;“Aduh gayanya yang mahasiswa itu! Pakek Inggris segala.”&lt;br /&gt;“Harus gaya kan? Walau anak tukang gorengan, masih bisa kuliah. Harus bangga lah mak.”&lt;br /&gt;“Udah goreng sana. Ngobrol melulu kapan siapnya.”&lt;br /&gt;“Oke!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin pagi itu akhirnya kuliah ku dimulai. Kumasuki gerbang kampus dengan hati riang dan penuh kerinduan. Apa Rian datang ya? Bisik ku dalam hati sambil sedikit berharap. Belum banyak mahasiswa lain yang datang, karena memang masih terlalu pagi. Masih terasa lezatnya ikan goreng yang dimasak mamak untuk sarapan pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu sudah mulai kelihatan keramaian yang hampir 4 tahun belakangan ini menemani hari-hari ku, dan terasa semakin indah sejak wajah Rian sudah mengusik mimpi malam ku.&lt;br /&gt;“Rian terlalu kaya dan ganteng buat mu Rey. Jangan ngimpi. Nanti saat tersadar akan terasa sakit.” Nasehat mamak yang selalu aku ingat.&lt;br /&gt;“Tapi Rian kan suka cewek pinter, dan Rey bisa dibilang begitu?”&lt;br /&gt;“Jangan terlalu percaya diri.”&lt;br /&gt;“Tapi kagumkan enggak salah mak?”&lt;br /&gt;“Iya, tapi tidak boleh terlalu nanti ganggu belajarmu.”&lt;br /&gt;“Insya Allah enggak mak.”&lt;br /&gt;“Bagus. Itu baru anak mamak.”&lt;br /&gt;Mamak memang teman sejati buat ku yang selalu mengerti apa yang ada di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rey!” Teriak Wulan dari arah belakang menyadarkan ku dari lamunan.&lt;br /&gt;“Makin cantik aja.”&lt;br /&gt;“Thanks.”&lt;br /&gt;“Kemana aja liburan kemarin? Aku ke Jakarta, kerumah paman Anwar.”&lt;br /&gt;“Aku enggak kemana-mana. Hanya di rumah, bantu mamak dagang dan belajar.”&lt;br /&gt;“Ya ampun Rey, liburan juga belajar? Kapan sih seoarang Rey itu tidak memikirkan belajar?”&lt;br /&gt;“Entar kalau seoarng Wulan sudah bisa berhenti ngemil.” Kami pun tertawa dengan canda pagi itu.Wulan adalah teman ku yang berbadan ‘serbul’ or ‘serba bulat’. Dia sukanya ngemil apa aja. Tapi walau begitu dia adalah teman terbaikku.&lt;br /&gt;“Rey ke kelas yuk. Rian ada tadi di kelas sebelah tuh.”&lt;br /&gt;“Rian? Palingan dia uda lupa ama aku ya Lan.”&lt;br /&gt;“Mana aku tau. Nanti coba aja ditanya.”&lt;br /&gt;“Ada aja kau! Mana berani aku.”&lt;br /&gt;“Ya udah, ke kelas aja yuk.”&lt;br /&gt;“Ya deh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wulan benar, Rian memang ada di kelas sebelah. Dia tetap aja ganteng dengan kacamata minusnya. Walau kami satu angkatan tapi Rian lebih tua dari ku usianya. Ia harus menunda kuliahnya karena alasan kesibukan. Rian sama sekali tidak melihat apalagi menegurku. Ada sedikit sedih dan kecewa di hati terselip. Sadar Rey, dewa cinta masih jauh, bisik ku menghibur diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari di kampus masih seperti dulu. Semua berjalan seperti apa adanya. Belajar, diskusi, tugas harian dan bulanan, lalu ujian. Walau semuanya tidak berubah, ada satu yang berubah. Rian belakngan ini mau menegurku. Ada apa ini? Apa matahari sudah mulai terbit dari barat? Aku bertanya-tanya dengan bingung tapi senang. Tapi kalau aku ingat nasehat mamak untuk tidak berharap banyak terhadap Rian, aku kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian akhirku semakin dekat, dan aku juga sudah mulai mengerjakan skripsi ku. Jadi aku tidak ada waktu untuk memikirkan masalah hati ini. Siang dan malam mamak selalu menemani ku belajar kalau ia sedang tidak banyak pekerjaan. Membuatkan ku teh atau memberi ku gorengan sisa dagangan. Tinggal satu minggu lagi aku akan mengahadapi ujian akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu hujan turun dengan derasnya, tapi karena malam minggu jalanan depan rumahku tetap aja ramai. Seperti malam minggu yang sudah-sudah, aku hanya di rumah dan lagi-lagi belajar. Terdengar suara kendaraan bermotor berhenti di depan rumahku. Siapa ya yang datang? Pikirku dalam hati. Kami sudah lama tidak kedatangan tamu. Tamu yang terakhir datang paling Wulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rey coba liat siapa yang datang? Mamak lagi di dapur.”&lt;br /&gt;“Iya mak.” Suara salam pun terdengar dari balik pintu. Aneh suara itu tidak asing bagi ku. Tapi tidak mungkin dia.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum.” Kembali terdengar suara dari balik pintu.&lt;br /&gt;“Waalaikumsalam. Siapa ya?”&lt;br /&gt;“Ini saya, Rian.”&lt;br /&gt;Rian apa tidak salah? Hatiku berdegup kencang.&lt;br /&gt;“Rian siapa ya?”&lt;br /&gt;“Rian Nugraha.”&lt;br /&gt;Itu dia, aku tidak salah&lt;br /&gt;“Sebentar.” Bukannya membuka pintu, aku malah lari ke dapur menemui mamak.&lt;br /&gt;“Mak Rian datang. Kayak mana ya mak? Buka apa enggak ya? Rey malu dan belum mau ketemu dia. Rey belum siap. Rey....Rey.....Rey.....”&lt;br /&gt;“Rey berhenti, tenangkan diri dulu. Kalau memang Rian yang datang kenapa harus bingung. Harusnyakan senang. Sana buka pintunya. Kasian kehujanan, nanti bisa sakit dia.”&lt;br /&gt;“Baik mak.”&lt;br /&gt;“Gitu dong, itu baru Rey, dan satu lagi Rey, kamu dah kelihatan cantik kok. Jangan gugup ya.”&lt;br /&gt;Mamak enak saja bilang jangan gugup, tapi Rey mana bisa. Soalnya Rian ‘gitu lho’. Aku pun berjalan ke arah pintu sambil tetap gugup dan dengan hati yang berpacu semakin kencang.&lt;br /&gt;“Malam Rey.” Suara Rian terdengar begitu lembut.&lt;br /&gt;“Malam juga. Dari mana.......mau kemana......? eh........eh.....eh...&lt;br /&gt;“Boleh masuk? Di luar dingin.”&lt;br /&gt;“Oh ya, maaf ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pun hening, tiada sepatah kata pun terucap dari mulut seorang Rey yang biasanya tidak pernah berhenti berkicau, kayak burung aja. Dari arah dapur terdengar suara mamak memecahkan keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa tamunya Rey? Jangan lupa buatkan teh panas. Harinyakan dingin.”&lt;br /&gt;“Iya mak. Sebentar ya Rian. Saya buat minuman dulu.” Di depan pintu dapur, rey berpapasan dengan mamak.&lt;br /&gt;“Oh ada nak Rian toh. Apa kabar? Saya ibunya Rey. Tapi Rey tidak pernah panggil ibu, ia panggil saya mamak. Maklum Rey anak kampung.”&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa buk eh mak.”&lt;br /&gt;“Silahkan duduk nak Rian. Maafkan Rey karena terlalu lama membukakan pintu. Nak Rian jadi kehujanan.”&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa buk eh mak.”&lt;br /&gt;“Rian panggil aja ibu ya.”&lt;br /&gt;“Baik bu.”&lt;br /&gt;“Malam minggu tidak enggak ke rumah pacarnya nak Rian?”&lt;br /&gt;“Saya lagi di rumah pacar saya kok. Eh maksud saya calon pacar, karena Rian belum mau menjawab pertanyaan saya.”&lt;br /&gt;“Oh jadi itu masalahnya. Pantas saja belakangan ini Rey kelihatan murung, padahal biasanya selalu semangat. Jadi karena ini toh.”&lt;br /&gt;“Iya bu. Saya udah tanya ke Rey sekitar 2 minggu yang lalu, tapi selalu menolak untuk menjawab dengan alasan yang tidak pernah saya mengerti. Terkadang katanya malu, kadang bilang aenggak mau bermimpi dan entah alasan apa lagi. Saya sendiri tidak mengerti, bu? Maaf kalau saya terlalu terus terang.”&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa. Ibu malah senang. Semua ini mungkin karena kesalahan ibu ke Rey. Rey sering cerita tentang nak Rian ke ibu, dan perasaannya terdapat nak Rian juga. Tapi ibu selalu menasehati Rey untuk tidak terlalu berharap akan segal impian yang dia punya untuk Rian. Ibu bilang ke Rey bahwa antara Rey dan Rian terlalu banyak perbedaan, dan dengan latar belakang keluarga yang berbeda pula. Mungkin itu sebabnya Rey tidak bisa menjawab pertanyaan dari nak Rian. Maafkan ibu Rian. Semua ini ibu lakukan hanya karena ibu tidak ingin melihat Rey kecewa akhirnya nanti.”&lt;br /&gt;“Rian mengerti bu! Tapi rian serius dengan Rey, dan kalau boleh Rian ingin melamar Rey setelah ujian nanti.”&lt;br /&gt;“Tapi Rian belum tau banyak tentang Rey. Rey hanya anak seorang penjual gorengan. Rey itu bukan siapa-siapa.”&lt;br /&gt;“Rian dah tau banyak tentang Rey. Dari siapa Rey, bagaimana Rey, bagaimana keluarganya, dan yang lainnya tentang Rey.”&lt;br /&gt;“Iya, tapi Rey bukan gadis yang sesederhana itu. Rey punya masa lalu yang sangat berbeda dari anak yang lain. Dia itu .....bukan......bukan......”&lt;br /&gt;“Bukan anak kandung ibu kan?”&lt;br /&gt;“Darimana kamu tau tentang hal itu?”&lt;br /&gt;“Rian tau segalanya tentang hal itu. Rian juga tau kalau Rey sudah ibu adopsi sejak kecil, dan Rey baru tau tentang hak ini ketika Rey baru masuk kuliahkan? Rian tau semua bu.”&lt;br /&gt;“Iya, tapi dari siapa dan bagaimana kamu bisa tau?”&lt;br /&gt;“Dari Wulan, sahabat baik Rey dan juga adik sepupu Rian. Sebenarnya sejak pertama kali masuk kuliah, Rian uda jatuh hati ke Rey, tapi Rian sembunyikan. Lalu ketika Wulan bilang bahwa Rey adalah teman baiknya, saya meminta Wulan untuk menceritakan segala seluk-beluk kehidupan Rey. Maaf bu kalau apa yang Rian lakukan ini salah. Tapi Rian lakukan semua ini karena Rian sungguh-sungguh sayang Rey. Rian tidak main-main. Karena itu pula malam ini saya datang kemari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian malam itu telah merubah hidup ku selamanya. Sekarang aku dan Rian telah resmi berpacaran. Wulan juga sudah meminta maaf karena harus membocorkan rahasia besarku ke ‘mas Rian’, panggilan sayangku untuk Rian.Aku dan mas Rian juga sudah menyelesaikan kuliah kami dan berhasil meraih gelar sarjana. Seperti janjinya, mas Rian benar-benar melamar ku malam itu. Malam minggu, 27 April 2005 kami resmi bertunangan dan akan menikah 3 bulan ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari minggu itu begitu indah. Seindah hatiku uang sedang berbunga. Kupeluk mamak dengan erat, tanda kami saling berbagi kebahagiannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422837941404420?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422837941404420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422837941404420&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422837941404420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422837941404420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/cerpen-ketulusan-seorang-rian.html' title='Cerpen: Ketulusan Seorang Rian'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422804186282008</id><published>2005-12-10T22:15:00.000+07:00</published><updated>2005-12-10T22:20:41.863+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Hati Yang Berahasia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/park2.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="125" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/park2.0.jpg" width="145" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Hati Yang Berahasia"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya kelam suram teredam&lt;br /&gt;Tertekan menyimpan beribu dendam&lt;br /&gt;Terpancar gejolak menyibak kelam&lt;br /&gt;Namun tiada kata bisa terekam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kau yang punya jiwa&lt;br /&gt;Sudah beribu daya kau coba&lt;br /&gt;Tak terhitung sudah berapa dusta&lt;br /&gt;Yang t'lah coba kau lupa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu dua kali seakan terlintas&lt;br /&gt;Hasrat hati untuk menyibak tuntas&lt;br /&gt;Agar jiwa kembali bebas&lt;br /&gt;Belenggu hati pun terlepas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau hati yang berahasia&lt;br /&gt;Mampukah kau bertahan lebih lama&lt;br /&gt;Menutup segala kenangan bersama&lt;br /&gt;Yang s'lamanya ingin kau puja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau rahasia hati&lt;br /&gt;Ingatkah kau akan janji&lt;br /&gt;Bersama kita akhiri semua ini&lt;br /&gt;Agar hati tak berahasia lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422804186282008?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422804186282008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422804186282008&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422804186282008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422804186282008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/puisi-hati-yang-berahasia.html' title='Puisi: Hati Yang Berahasia'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19746169.post-113422089028707770</id><published>2005-12-10T20:16:00.000+07:00</published><updated>2005-12-10T22:07:29.943+07:00</updated><title type='text'>Refleksi: Cermin dan Bayangan Diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/1600/picture.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 157px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" height="128" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1478/1879/400/picture.jpg" width="156" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cermin dan Bayangan Diri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rini Ekayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertengger indah di dinding. Terkadang di dinding kamar tidur, berada di sudut kamar bersama meja rias yang dihiasi aneka warna-warni hiasan wajah, atau bersama-sama lemari pakaian dengan aneka ukuran, besar atau kecil. Namun terkadang ia bisa juga terbang keluar dari kamar tidur dan bertengger di kamar lain, seperti kamar mandi, kamar tamu, dan kamar-kamar lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ia bisa keluar dan bertengger di tempat lain, ia tetap harus mengikuti kodrat diri yang senantiasa rela untuk ditenggerkan sesuai dengan keinginan hati sang empunya, yang terkadang tidak pernah perduli dan bertanya kemana ia ingin untuk ditenggerkan. Itulah dirimu cermin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin masih saja setia pada tempatnya. Silih berganti wajah diri datang dan melihat bayangan diri mereka sendiri dalam cermin. Setiap Bayangan diri yang datang tidak pernah bertanya kabar atau sekedar menyapa san Cermin. Mereka hanya melihat diri sendiri dan berlalu lagi. Tapi esok pasti datang kembali dan melakukan hal yang sama lagi. Begitulah Cermin melewati hari-hari yang seakan berulang dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin bertanya-tanya dalam hati, mengapa setiap Bayangan diri yang hadir tidak penah dan bahkan tidak mau menyadari mengapa ia melihat kepada diriku? Padahal ia melakukan hal itu terus-menerus, bahkan selama masa hidupnya. Cermin pun menyimpan sejuta asa dan pertanyaan yang ingin ia ungkapkan kepada Bayangan diri yang selalu datang tanpa mau menyapa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu masa, Cermin menangkap Bayangan diri yang tertegun terlalu lama didepannya. Di raih dan direngkuh, Bayangan diri pun tak melawan, malah menyandarkan dirinya pada Cermin. Mengapa begitu banyak gusar di hatimu wahai Bayangan diri? Apakah kau sedang mencari sesuatu? Apakah kau sedang mencari arti dari eksistensi mu di dunia yang maha luas ini? Kalau benar begitu, lihatlah dirimu dalam diriku! Apakah itu dirimu yang sela ini telah 'benar-benar' kau kenal? Adakah perubahan yang berarti dalam dirimu saat hari ke hari kau telah melihatnya dalm diriku? Pernahkah kau merenung tentang siapa dirimu saat kau melihat padaku, atau pernahkah kau menyelipkan pertanyaan dalam dirimu mengapa kau harus ada disini dan melihat padaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak pertanyaan yang terlontar dari bibir Cemin yang membuat hati sang Bayangan diri resah. Pertanyaan yang selama ini tidak pernah hadir, bahkan hampir tidak pernah terlintas dalam angan dan impian Bayangan diri. Bibir Bayangan diri terkatup tanpa bisa mengeluarkan satu patah kata pun. Pertanyaan yang 'mudah' namun memerlukan jawaban yang sukar untuk dicari, pikir Bayangan diri. Akhirnya, Bayangan diri hanya bisa tertunduk pasrah karena tak mampu mencari jawaban atas semua pertanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin melanjutkan ceritanya. Memang butuh waktu yang cukup lama bagimu untuk bisa mengerti mengapa dirimu harus hadir di muka bumi ini. Siapa yang sebenarnya membutuhkan kehadiranmu dan untuk alasan apa, mungkin juga tiada yang tahu. Namun satu yang mungkin bisa kau pahami bahwa kehadiranmu disini pertama sekali adalah untuk dirimu sendiri. Tak perlu bingung untuk mencari jawaban atas semua pertanyaanku tadi. Itu hanya sebagai pintu pembuka kesadaaran mu, bahwa siapa pun kamu dan sekecil apa pun dirimu, kau pasti punya arti, setidaknya untuk dirimu sendiri. Jangan pernah resah dan gundah kalau sampai saat ini kamu merasa belum bisa menjadi arti bagi siapapun juga. Masa itu akan tiba, hari itu juga akan datang. Sekarang yang penting yang harus dirimu lakukan adalah terus berusaha menjadi bayangan diri yang baik dan bermanfaat bagi dirimu, keluargamu, temanmu, dan seluruh bayangan-bayangan diri lain yang ada didekatmu. Cermin menutu ceritanya dengan sebuah pesan,"Jangan pernah lupa untuk bercermin padaku, setidaknya aku tidak akan pernah memberimu gambaran palsu tentang bayangan dirimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan diri tersadar dan berlalu, dengan sambil terus menatap pada cermin yang seolah-olah baru saja berdongeng untuknya tentang arti setiap bayangan diri yang pernah bercermin padanya. Dongeng ini bukan sekedar dongeng, bathinnya berbicara. Aku akan sampaikan ini semua kepada keluarga dan teman bayangan diri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin masih setia pada tempatnya, menunggu bayangan diri lain yang memerlukan dirinya untuk melihat refleksi kehidupan yang telah terlalui. Cermi tak pernah mengeluh walaupun ia harus menungu lama. Sudahkah bayangan dirimu bercermin hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19746169-113422089028707770?l=rini-ekayati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/feeds/113422089028707770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746169&amp;postID=113422089028707770&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422089028707770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19746169/posts/default/113422089028707770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rini-ekayati.blogspot.com/2005/12/refleksi-cermin-dan-bayangan-diri.html' title='Refleksi: Cermin dan Bayangan Diri'/><author><name>Rini Ekayati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544212843994660124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-FWkIBJy5y40/Thk_fvqSMCI/AAAAAAAAAMY/fy1JS0--0Mc/s220/Rinis%2B%25282%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
